Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Distribusi karang keras (Scleractinia) sebagai penyusun utama ekosistem terumbu karang di Gosong Karang Pakiman, Pulau Bawean

View through CrossRef
The objective of this research was to assess the condition and distribution of stony corals Scleractinian order at Karang Pakiman reef, Bawean Islands, Gresik. This research was conducted in May 2014. The biophysical conditions of coral reefs data were collected using line transect that placed on a line with the coastline, following the depth contours of the bottom waters and the geographical position was determined with GPS. The result showed that the condition of coral reefs in the study site was varied on the status of bad to good. Scleractinian coral in Karang Pakiman, Bawean spread over reef flat, reef crest, and reef slope zones. The main component of the coral reef at Karang Pakiman was Acroporidae, Faviidae, and Poritidae, while Poritidae and Faviidae family which were dominated by the coral massive (CM) life form and to be a constituent of coral reef ecosystems in the study site. The Diversity Index (H') was 1.72; Evenness Index (E) was 0.58, and Dominance Index (C) was 0.62. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan distribusi karang keras Ordo Scleractinia di gosong Karang Pakiman, Pulau Bawean, Gresik. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Mei 2014 di perairan Pulau Bawean, Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei / deskriptif. Materi penelitian adalah karang keras yang diidentifikasi sampai tingkat spesies. Pengumpulan data kondisi bio – fisik terumbu karang dilakukan dengan menggunakan transek garis dan transek kuadran yang diletakkan sejajar garis pantai, mengikuti kontur dasar perairan. Posisi geografis penelitian ditentukan dengan GPS. Hasil analisis memperlihatkan kondisi terumbu karang di lokasi penelitian berada pada status buruk sampai dengan baik. Karang keras di gosong Karang Pakiman, Pulau Bawean tersebar pada zona reef flat, reef crest, dan reef slope. Penyusun utama ekosistem terumbu karang pada lokasi penelitian terdiri dari 3 famili, yaitu Acroporidae, Faviidae, dan Poritidae. Life form CM yang didominasi oleh famili Poritidae dan Faviidae merupakan bentuk pertumbuhan utama karang keras penyusun ekosistem terumbu karang di lokasi penelitian. Nilai H’ adalah 1,72; nilai E adalah 0,58 dan nilai C adalah 0,62. 
Institute of Postgraduate Studies, Syiah Kuala University
Title: Distribusi karang keras (Scleractinia) sebagai penyusun utama ekosistem terumbu karang di Gosong Karang Pakiman, Pulau Bawean
Description:
The objective of this research was to assess the condition and distribution of stony corals Scleractinian order at Karang Pakiman reef, Bawean Islands, Gresik.
This research was conducted in May 2014.
The biophysical conditions of coral reefs data were collected using line transect that placed on a line with the coastline, following the depth contours of the bottom waters and the geographical position was determined with GPS.
The result showed that the condition of coral reefs in the study site was varied on the status of bad to good.
Scleractinian coral in Karang Pakiman, Bawean spread over reef flat, reef crest, and reef slope zones.
The main component of the coral reef at Karang Pakiman was Acroporidae, Faviidae, and Poritidae, while Poritidae and Faviidae family which were dominated by the coral massive (CM) life form and to be a constituent of coral reef ecosystems in the study site.
The Diversity Index (H') was 1.
72; Evenness Index (E) was 0.
58, and Dominance Index (C) was 0.
62.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan distribusi karang keras Ordo Scleractinia di gosong Karang Pakiman, Pulau Bawean, Gresik.
Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Mei 2014 di perairan Pulau Bawean, Gresik.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei / deskriptif.
Materi penelitian adalah karang keras yang diidentifikasi sampai tingkat spesies.
Pengumpulan data kondisi bio – fisik terumbu karang dilakukan dengan menggunakan transek garis dan transek kuadran yang diletakkan sejajar garis pantai, mengikuti kontur dasar perairan.
Posisi geografis penelitian ditentukan dengan GPS.
Hasil analisis memperlihatkan kondisi terumbu karang di lokasi penelitian berada pada status buruk sampai dengan baik.
Karang keras di gosong Karang Pakiman, Pulau Bawean tersebar pada zona reef flat, reef crest, dan reef slope.
Penyusun utama ekosistem terumbu karang pada lokasi penelitian terdiri dari 3 famili, yaitu Acroporidae, Faviidae, dan Poritidae.
Life form CM yang didominasi oleh famili Poritidae dan Faviidae merupakan bentuk pertumbuhan utama karang keras penyusun ekosistem terumbu karang di lokasi penelitian.
Nilai H’ adalah 1,72; nilai E adalah 0,58 dan nilai C adalah 0,62.
 .

Related Results

KOMPARASI POLA SPASIAL KONDISI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
KOMPARASI POLA SPASIAL KONDISI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
ABSTRACTComparative studies on the percentage of coral reef substrate cover have been carried out in 3 (three) management zones (protection zone, utilization and Non-MPA) Karimunja...
STUDY OF CORAL REEF FISH IN RELATION TO LIVE CORAL REEF COVER IN THE TUING MARINE PROTECTED AREA, BANGKA, INDONESIA
STUDY OF CORAL REEF FISH IN RELATION TO LIVE CORAL REEF COVER IN THE TUING MARINE PROTECTED AREA, BANGKA, INDONESIA
Terumbu karang berperan penting sebagai habitat laut, tetapi terancam oleh perubahan iklim dan aktivitas manusia. Kawasan Konservasi Laut Tuing, yang masih memiliki ekosistem terum...
ANALISIS HABITAT DAN PERUBAHAN LUASAN TERUMBU KARANG DI PULAU MENJANGAN BESAR, KEPULAUAN KARIMUNJAWA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT
ANALISIS HABITAT DAN PERUBAHAN LUASAN TERUMBU KARANG DI PULAU MENJANGAN BESAR, KEPULAUAN KARIMUNJAWA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT
ABSTRAK Perairan Indonesia menyimpan keanekaragaman hayati laut karang tertinggi, diperkirakan luas ekosistem terumbu karang Indonesia mencapai 50.000 km2 yaitu 25 persen dari luas...
Kondisi Tutupan Terumbu Karang di Perairan Utara Pulau Cempedak Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat
Kondisi Tutupan Terumbu Karang di Perairan Utara Pulau Cempedak Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat
Pulau Cempedak termasuk wilayah kawasan konservasi perairan kecamatan Kendawangan, kabupaten Ketapang. Secara geografis, pulau Cempedak telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan ...
Monitoring Habitat Terumbu Karang Di Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran
Monitoring Habitat Terumbu Karang Di Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran
Provinsi Lampung merupakan bagian minor ekosistem terumbu karang, khususnya Pulau Pahawang yang merupakan destinasi wisata unggulan habitat terumbu karang. Maka dari itu, proses mo...
FORAMINIFERA BENTONIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN TERUMBU KARANG DI PULAU TEGAL, TELUK LAMPUNG, LAMPUNG
FORAMINIFERA BENTONIK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN TERUMBU KARANG DI PULAU TEGAL, TELUK LAMPUNG, LAMPUNG
Foraminifera telah banyak digunakan sebagai indikator kualitas perairan sekitar terumbu karang di Indonesia berdasarkan perbandingan kelompok foraminifera bentonik tertentu. Studi ...
Evaluasi Kesehatan Terumbu Karang di Pulau Pramuka: Tantangan dan Peluang Konservasi di Kawasan Kepulauan Seribu
Evaluasi Kesehatan Terumbu Karang di Pulau Pramuka: Tantangan dan Peluang Konservasi di Kawasan Kepulauan Seribu
Pulau Pramuka merupakan salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang merupakan pusat administratif. Salah satu wisata yang terkenal dan menarik adalah wisata bahari. Ekosistem terumbu...
STRUKTUR KOMUNITAS TERUMBU KARANG DI PESISIR KECAMATAN BULELENG SINGARAJA
STRUKTUR KOMUNITAS TERUMBU KARANG DI PESISIR KECAMATAN BULELENG SINGARAJA
Terumbu karang merupakan salah satu sumberdaya alam kelautan yang dimiliki Kabupaten Buleleng, dimana sumberdaya alam ini mempunyai peran penting baik ditinjau dari aspek konservas...

Back to Top