Javascript must be enabled to continue!
KOMPARASI POLA SPASIAL KONDISI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
View through CrossRef
ABSTRACTComparative studies on the percentage of coral reef substrate cover have been carried out in 3 (three) management zones (protection zone, utilization and Non-MPA) Karimunjawa National Park (KNP). The Manta Tow broadscale coral reef assessment method was applied to the north side of Bengkoang Island and the south side of Cemara Besar Island (protection zone), southern side of Bengkoang Island and northern side of Cemara Besar Island (utilization zone) and Non-MPA (Seruni Island) to observe live coral cover, dead coral, coral rubble and soft coral. Substrate cover variations from 10-12 towing (track length 200m) from each side of the island have formed a spatial pattern of coral reef conditions. Furthermore, the condition of the coral reefs was confirmed using the UPT (Underwater Photo Transect) detailed assessment method with one station on each side of the island. The results showed that there were differences in the spatial pattern of coral reef conditions as indicated by significant differences in the percentage of live coral cover, dead coral, rubble and coral lifeform among management zones of the KNP. The condition of coral reefs of the MPA is better and has a higher diversity of coral species than Non-MPA of the Karimunjawa National Park. The spatial pattern of coral reef conditions can be used as an indicator of disturbances in the coral reef ecosystem and can be used for periodic analysis of coral reef monitoring data in conservation areas.Keywords: spatial pattern, coral reef condition, manta tow, underwater photo transect, Karimunjawa National Park.ABSTRAKStudi perbandingan persentase tutupan substrat terumbu karang telah di lakukan pada 3 (tiga) zona pengelolaan (zona perlindungan, pemanfaatan dan luar kawasan) Taman Nasional Karimunjawa. Metode penilaian terumbu karang skala luas Manta Tow diaplikasikan di sisi utara P. Bengkoang dan sisi selatan P. Cemara Besar (zona perlindungan), sisi selatan P. Bengkoang dan sisi utara P. Cemara Besar (zona pemanfaatan) dan luar kawasan (P. Seruni) untuk mengamati tutupan karang hidup, karang mati, pecahan karang dan karang lunak. Variasi persentase tutupan substrat dari 10-12 tarikan Manta Tow (panjang lintasan 200m) dari masing-masing sisi pulau telah membentuk pola spasial kondisi terumbu karang. Selanjutnya penilaian kondisi terumbu karang dikonfirmasi dengan menggunakan metode penilaian rinci UPT (Underwater Photo Transect) dengan satu stasiun setiap sisi pulau. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan pola spasial kondisi terumbu karang yang ditunjukkan oleh perbedaan yang signifikan persentase tutupan karang hidup, karang mati, pecahan karang dan lifeform karang antar zona pengelolaan. Kondisi terumbu karang di dalam kawasan lebih baik dan memiliki keragaman jenis karang lebih tinggi daripada di luar kawasan Taman Nasional Karimunjawa. Pola spasial kondisi terumbu karang dapat dijadikan indikator terjadinya gangguan pada ekosistem terumbu karang di suatu kawasan dan dapat digunakan untuk analisis data pemantauan terumbu karang secara berkala di kawasan konservasi.Kata Kunci: pola pasial, kondisi terumbu karang, manta tow, underwater photo transect, Taman Nasional Karimunjawa,
University of Trunojoyo Madura
Title: KOMPARASI POLA SPASIAL KONDISI TERUMBU KARANG TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
Description:
ABSTRACTComparative studies on the percentage of coral reef substrate cover have been carried out in 3 (three) management zones (protection zone, utilization and Non-MPA) Karimunjawa National Park (KNP).
The Manta Tow broadscale coral reef assessment method was applied to the north side of Bengkoang Island and the south side of Cemara Besar Island (protection zone), southern side of Bengkoang Island and northern side of Cemara Besar Island (utilization zone) and Non-MPA (Seruni Island) to observe live coral cover, dead coral, coral rubble and soft coral.
Substrate cover variations from 10-12 towing (track length 200m) from each side of the island have formed a spatial pattern of coral reef conditions.
Furthermore, the condition of the coral reefs was confirmed using the UPT (Underwater Photo Transect) detailed assessment method with one station on each side of the island.
The results showed that there were differences in the spatial pattern of coral reef conditions as indicated by significant differences in the percentage of live coral cover, dead coral, rubble and coral lifeform among management zones of the KNP.
The condition of coral reefs of the MPA is better and has a higher diversity of coral species than Non-MPA of the Karimunjawa National Park.
The spatial pattern of coral reef conditions can be used as an indicator of disturbances in the coral reef ecosystem and can be used for periodic analysis of coral reef monitoring data in conservation areas.
Keywords: spatial pattern, coral reef condition, manta tow, underwater photo transect, Karimunjawa National Park.
ABSTRAKStudi perbandingan persentase tutupan substrat terumbu karang telah di lakukan pada 3 (tiga) zona pengelolaan (zona perlindungan, pemanfaatan dan luar kawasan) Taman Nasional Karimunjawa.
Metode penilaian terumbu karang skala luas Manta Tow diaplikasikan di sisi utara P.
Bengkoang dan sisi selatan P.
Cemara Besar (zona perlindungan), sisi selatan P.
Bengkoang dan sisi utara P.
Cemara Besar (zona pemanfaatan) dan luar kawasan (P.
Seruni) untuk mengamati tutupan karang hidup, karang mati, pecahan karang dan karang lunak.
Variasi persentase tutupan substrat dari 10-12 tarikan Manta Tow (panjang lintasan 200m) dari masing-masing sisi pulau telah membentuk pola spasial kondisi terumbu karang.
Selanjutnya penilaian kondisi terumbu karang dikonfirmasi dengan menggunakan metode penilaian rinci UPT (Underwater Photo Transect) dengan satu stasiun setiap sisi pulau.
Hasil menunjukkan terdapat perbedaan pola spasial kondisi terumbu karang yang ditunjukkan oleh perbedaan yang signifikan persentase tutupan karang hidup, karang mati, pecahan karang dan lifeform karang antar zona pengelolaan.
Kondisi terumbu karang di dalam kawasan lebih baik dan memiliki keragaman jenis karang lebih tinggi daripada di luar kawasan Taman Nasional Karimunjawa.
Pola spasial kondisi terumbu karang dapat dijadikan indikator terjadinya gangguan pada ekosistem terumbu karang di suatu kawasan dan dapat digunakan untuk analisis data pemantauan terumbu karang secara berkala di kawasan konservasi.
Kata Kunci: pola pasial, kondisi terumbu karang, manta tow, underwater photo transect, Taman Nasional Karimunjawa,.
Related Results
STUDY OF CORAL REEF FISH IN RELATION TO LIVE CORAL REEF COVER IN THE TUING MARINE PROTECTED AREA, BANGKA, INDONESIA
STUDY OF CORAL REEF FISH IN RELATION TO LIVE CORAL REEF COVER IN THE TUING MARINE PROTECTED AREA, BANGKA, INDONESIA
Terumbu karang berperan penting sebagai habitat laut, tetapi terancam oleh perubahan iklim dan aktivitas manusia. Kawasan Konservasi Laut Tuing, yang masih memiliki ekosistem terum...
ANALISIS HABITAT DAN PERUBAHAN LUASAN TERUMBU KARANG DI PULAU MENJANGAN BESAR, KEPULAUAN KARIMUNJAWA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT
ANALISIS HABITAT DAN PERUBAHAN LUASAN TERUMBU KARANG DI PULAU MENJANGAN BESAR, KEPULAUAN KARIMUNJAWA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT
ABSTRAK Perairan Indonesia menyimpan keanekaragaman hayati laut karang tertinggi, diperkirakan luas ekosistem terumbu karang Indonesia mencapai 50.000 km2 yaitu 25 persen dari luas...
Komunitas Terumbu Karang dan Ikan Karang di Pantai Tanjung, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara
Komunitas Terumbu Karang dan Ikan Karang di Pantai Tanjung, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara
Terumbu karang merupakan pendukung kehidupan berbagai jenis ikan dan biota laut, maka keberadaan terumbu karang tidak terlepas dari aktivitas manusia. Pantai Tanjung merupakan sala...
Distribusi karang keras (Scleractinia) sebagai penyusun utama ekosistem terumbu karang di Gosong Karang Pakiman, Pulau Bawean
Distribusi karang keras (Scleractinia) sebagai penyusun utama ekosistem terumbu karang di Gosong Karang Pakiman, Pulau Bawean
The objective of this research was to assess the condition and distribution of stony corals Scleractinian order at Karang Pakiman reef, Bawean Islands, Gresik. This research was co...
Aksi Rehabilitasi Kerusakan Terumbu Karang dengan Kombinasi Metode Rock Piles dan Transplantasi
Aksi Rehabilitasi Kerusakan Terumbu Karang dengan Kombinasi Metode Rock Piles dan Transplantasi
Aktifitas penambangan terumbu karang dan pemboman ikan di perairan Desa Tol-toli telah terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Meskipun aktifitas tersebut sudah terhenti namun damp...
STRUKTUR KOMUNITAS TERUMBU KARANG DI PESISIR KECAMATAN BULELENG SINGARAJA
STRUKTUR KOMUNITAS TERUMBU KARANG DI PESISIR KECAMATAN BULELENG SINGARAJA
Terumbu karang merupakan salah satu sumberdaya alam kelautan yang dimiliki Kabupaten Buleleng, dimana sumberdaya alam ini mempunyai peran penting baik ditinjau dari aspek konservas...
Coral Recruitment And Transplantation To Support Coral Reef Ecosystem Recovery (Overview)
Coral Recruitment And Transplantation To Support Coral Reef Ecosystem Recovery (Overview)
Coral reefs are massive deposits of calcium carbonate (CaCO3) produced by coral animals. Coral reefs in the water are easily damaged due to natural events and destrutive human act...
Kondisi Tutupan Terumbu Karang di Perairan Utara Pulau Cempedak Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat
Kondisi Tutupan Terumbu Karang di Perairan Utara Pulau Cempedak Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat
Pulau Cempedak termasuk wilayah kawasan konservasi perairan kecamatan Kendawangan, kabupaten Ketapang. Secara geografis, pulau Cempedak telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan ...

