Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peran Penyuluh Agama dalam Mencegah Politisasi Agama Menjelang Tahun Politik 2024

View through CrossRef
Agama merupakan satu diantara unsur kebangsaan yang menjadi perekat keharmonisan bangsa. Menjelang tahun politik 2024, berbagai pihak yang berkonstestasi dalam pemilihan legislatif maupun eksekutif berusaha melakukan berbagai upaya untuk menjadi pemenang. Salah satu upaya dalam pemenangan kontestasi tersebut adalah dengan memainkan politisasi agama. Padahal, para pakar politik telah menyepakati bahwa politisasi agama bukanlah hal yang baik bagi negara majemuk seperti Indonesia. Oleh karena itu, demi menghindari dampak negatif dari politisasi agama, sudah seharusnya berbagai pihak termasuk para penyuluh agama berusaha mencegahnya. Terbatasnya artikel dan penelitian tentang peran penyuluh agama dalam mencegah dampak negatif politisasi agama menggerakkan penulis untuk memfokuskan penelitian pada peran penyuluh agama dalam mencegah dampak negatif politisasi agama. Penelitian ini berusaha memberikan wawasan kepada para penyuluh agama tentang peran krusial mereka dalam mencegah dampak negatif politisasi agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskrptif. Data diambil dari studi kepustakaan dengan data primer Keputusan Bersama Menteri Agama RI dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor: 574 Tahun 1999 dan Nomor: 178 Tahun 1999. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penyuluh agama memiliki empat peran dalam pencegahan dampak negatif politisasi agama yaitu: peran informatif-edukatif, konsultatif, advokatif dan administratif.  
Title: Peran Penyuluh Agama dalam Mencegah Politisasi Agama Menjelang Tahun Politik 2024
Description:
Agama merupakan satu diantara unsur kebangsaan yang menjadi perekat keharmonisan bangsa.
Menjelang tahun politik 2024, berbagai pihak yang berkonstestasi dalam pemilihan legislatif maupun eksekutif berusaha melakukan berbagai upaya untuk menjadi pemenang.
Salah satu upaya dalam pemenangan kontestasi tersebut adalah dengan memainkan politisasi agama.
Padahal, para pakar politik telah menyepakati bahwa politisasi agama bukanlah hal yang baik bagi negara majemuk seperti Indonesia.
Oleh karena itu, demi menghindari dampak negatif dari politisasi agama, sudah seharusnya berbagai pihak termasuk para penyuluh agama berusaha mencegahnya.
Terbatasnya artikel dan penelitian tentang peran penyuluh agama dalam mencegah dampak negatif politisasi agama menggerakkan penulis untuk memfokuskan penelitian pada peran penyuluh agama dalam mencegah dampak negatif politisasi agama.
Penelitian ini berusaha memberikan wawasan kepada para penyuluh agama tentang peran krusial mereka dalam mencegah dampak negatif politisasi agama.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskrptif.
Data diambil dari studi kepustakaan dengan data primer Keputusan Bersama Menteri Agama RI dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor: 574 Tahun 1999 dan Nomor: 178 Tahun 1999.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penyuluh agama memiliki empat peran dalam pencegahan dampak negatif politisasi agama yaitu: peran informatif-edukatif, konsultatif, advokatif dan administratif.
 .

Related Results

Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
Abstrak . Pesannya pengguna media sosial saat ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh semua profesi termasuk penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Melalui p...
PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
PERAN PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TERHADAP PENDIDIKAN DAN SRADHA GENERASI MUDA HINDU DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI
Penyuluhan Agama Hindu adalah suatu kegiatan memberi sesuluh atau penjelasan ajaran agama Hindu dalam rangka pembinaan umat agar dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran a...
KINERJA PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS DITINJAU DARI FUNGSI PENYULUH DI MASA PANDEMI COVID- 19
KINERJA PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS DITINJAU DARI FUNGSI PENYULUH DI MASA PANDEMI COVID- 19
Penyuluh Agama Hindu merupakan ujung tombak pembinaan umat Hindu disetiap daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja penyuluh agama Hindu Non PNS Kementerian Agama D...
Prinsip-Prinsip Manajerial Penyuluh Agama Buddha Di Provinsi Banten
Prinsip-Prinsip Manajerial Penyuluh Agama Buddha Di Provinsi Banten
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini penyuluh agama Buddha ketika berceramah menyampaikan materi yang tidak memiliki keterkaitan dengan sutta maupun referensi dalam agam...
POLITISASI KEPOLISIAN DALAM KONTEKS PEMILIHAN UMUM
POLITISASI KEPOLISIAN DALAM KONTEKS PEMILIHAN UMUM
Abstrak: Penelitian ini mengkaji fenomena politisasi kepolisian dalam konteks pemilihan umum, dengan fokus pada faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya politisasi tersebut d...
Tantangan Menjadi Penyuluh Kekinian di Era Disrupsi
Tantangan Menjadi Penyuluh Kekinian di Era Disrupsi
Perkembangan sektor pertanian saat ini dihadapkan dengan berbagai dilema terkait dengan revolusi teknologi 4.0, seperti disrupsi, perubahan iklim, pandemi Covid-19, bencana alam, k...
TINJAUAN ETIS KRISTEN TERHADAP POLITISASI AGAMA DI INDONESIA
TINJAUAN ETIS KRISTEN TERHADAP POLITISASI AGAMA DI INDONESIA
Prinsip kepercayaan yang dibuat bersifat politik sesungguhnya adalah tindakan yang dilakukan oleh para elit politik di Indonesia dikarenakan masalah kekuasaan,  keinginan untuk men...
POLITIK HUKUM DAN POLITISASI HUKUM DESA DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA
POLITIK HUKUM DAN POLITISASI HUKUM DESA DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA
<p><strong>ABSTRAK</strong></p><p>Penelitian tentang politik hukum dan politisasi desa dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, dilatarbelakangi pada tu...

Back to Top