Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NILAI INDEX WALKABILITY JALUR PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERDAGANGAN DAN JASA KOTA SAMARINDA

View through CrossRef
Berjalan kaki merupakan salah satu moda dari transportasi yang dapat menghubungkan manusia dari suatu tempat dengan tempat lain. Sehingga, dapat diketahui bahwa berjalan kaki adalah moda transportasi yang dapat menghubungkan pergerakan manusia untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain khususnya pada pusat-pusat kegiatan di wilayah perkotaan agar dapat menghindari kemacetan lalu lintas. Kegiatan berjalan kaki di pusat-pusat kegiatan wilayah perkotaan perlu memiliki karakteristik Kota Ramah Pejalan Kaki atau Walkable City. Walkable City merupakan suatu kota dimana penduduk di kota tersebut lebih memilih untuk berjalan kaki sebagai moda transportasi utama yang mereka gunakan, dengan alasan kesehatan, bersantai, dan meningkatkan karakteristik kota dalam tingkat index walkability. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diketahui nilai index walkability dari kawasan Pasar Pagi Kota Samarinda yang merupakan kawasan peruntukan perdagangan dan jasa dengan berbagai macam aktivitas. Penilaian index walkability dilakukan dengan menghitung kinerja pada setiap variabel index walkability menggunakan Skala Likert. Hasilnya adalah berdasarkan nilai rata-rata dari index walkability masing-masing koridor jalan, didapatkan nilai index walkability Kawasan Pasar Pagi yaitu 36 dari skor maksimal 100. Nilai tersebut berarti Kawasan Pasar Pagi masuk ke dalam kategori Not Walkable.
Title: NILAI INDEX WALKABILITY JALUR PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERDAGANGAN DAN JASA KOTA SAMARINDA
Description:
Berjalan kaki merupakan salah satu moda dari transportasi yang dapat menghubungkan manusia dari suatu tempat dengan tempat lain.
Sehingga, dapat diketahui bahwa berjalan kaki adalah moda transportasi yang dapat menghubungkan pergerakan manusia untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain khususnya pada pusat-pusat kegiatan di wilayah perkotaan agar dapat menghindari kemacetan lalu lintas.
Kegiatan berjalan kaki di pusat-pusat kegiatan wilayah perkotaan perlu memiliki karakteristik Kota Ramah Pejalan Kaki atau Walkable City.
Walkable City merupakan suatu kota dimana penduduk di kota tersebut lebih memilih untuk berjalan kaki sebagai moda transportasi utama yang mereka gunakan, dengan alasan kesehatan, bersantai, dan meningkatkan karakteristik kota dalam tingkat index walkability.
Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diketahui nilai index walkability dari kawasan Pasar Pagi Kota Samarinda yang merupakan kawasan peruntukan perdagangan dan jasa dengan berbagai macam aktivitas.
Penilaian index walkability dilakukan dengan menghitung kinerja pada setiap variabel index walkability menggunakan Skala Likert.
Hasilnya adalah berdasarkan nilai rata-rata dari index walkability masing-masing koridor jalan, didapatkan nilai index walkability Kawasan Pasar Pagi yaitu 36 dari skor maksimal 100.
Nilai tersebut berarti Kawasan Pasar Pagi masuk ke dalam kategori Not Walkable.

Related Results

Kajian Tingkat Walkabilitas Kawasan Wisata Belanja Kain Cigondewah Kota Bandung
Kajian Tingkat Walkabilitas Kawasan Wisata Belanja Kain Cigondewah Kota Bandung
Abstract. Cigondewah tourist area is a textile shopping area and it officially reactivated as a tourist village in Bandung City after the Covid-19 pandemic. Cigondewah tourism vill...
Evaluasi Kenyamanan Jalur Pedestrian di Kawasan Blang Padang Kota Banda Aceh
Evaluasi Kenyamanan Jalur Pedestrian di Kawasan Blang Padang Kota Banda Aceh
Peningkatan, perkembangan, dan pengevaluasian kualitas infrastruktur kota yang aman dan nyaman dengan pengguna nya sehingga infrastruktur yang sangat penting untuk pejalan kaki ada...
Keterpaduan Penataan Jalur Pejalan Kaki Di Jl. Urip Sumoharjo Dan Jl. Prof. Herman Yohanes Yogyakarta
Keterpaduan Penataan Jalur Pejalan Kaki Di Jl. Urip Sumoharjo Dan Jl. Prof. Herman Yohanes Yogyakarta
Jalur pejalan kaki pada Kawasan Jl. Urip Sumoharjo dan Jl. Prof. Herman Yohanes saat ini beralih dari fungsi yang seharusnya digunakan untuk pejalan kaki akan tetapi justru menjadi...
EVALUASI KONSEP RAMAH PEJALAN KAKI PADA PEDESTRIAN MALIOBORO DENGAN PENDEKATAN KONSEP WALKABILITY
EVALUASI KONSEP RAMAH PEJALAN KAKI PADA PEDESTRIAN MALIOBORO DENGAN PENDEKATAN KONSEP WALKABILITY
Abstract: Malioboro Pedestrian is located in the tourist area of Malioboro, which has been arranged by the Yogyakarta Regional Government. The arrangement carried out applies the c...
Analisis Pelayanan Jalur Pedestrian di Jalan Kebon Kawung Kota Bandung
Analisis Pelayanan Jalur Pedestrian di Jalan Kebon Kawung Kota Bandung
Abstract. From the criteria of a livable city, one important element in realizing a livable city is the availability of adequate pedestrian infrastructure. Safe, comfortable, and w...
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI PADA TROTOAR JALAN AHMAD YANI KOTA BEKASI
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI PADA TROTOAR JALAN AHMAD YANI KOTA BEKASI
Kota Bekasi dimana terdapat banyak tempat pembelanjaan salah satunya yaitu Mall Giant Mega Bekasi di Jalan Ahmad Yani yang terletak di pusat kota. Banyaknya aktifitas yang dilakuka...
PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI BERDASARKAN AKTIVITAS PENGGUNA KORIDOR PADA KORIDOR SEI RAMPAH
PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI BERDASARKAN AKTIVITAS PENGGUNA KORIDOR PADA KORIDOR SEI RAMPAH
Koridor Sei Rampah yang terletak di jalan arteri lintas Sumatera merupakan penunjang kehidupan sosial dan ekonomi yang ditandai dengan aktivitas yang cukup tinggi. Bangunan di sepa...
ARAHAN PENATAAN JALUR PEDESTRIAN PADA KORIDOR JALAN YOS SUDARSO-GATOT SUBROTO BERDASARKAN KONSEP WALKABILITY
ARAHAN PENATAAN JALUR PEDESTRIAN PADA KORIDOR JALAN YOS SUDARSO-GATOT SUBROTO BERDASARKAN KONSEP WALKABILITY
Jalur pedestrian merupakan ruang untuk kegiatan pergerakan atau perpindahan manusia dari suatu tempat sebagai titik awal ke tempat lain sebagai tujuan dengan berjalan kaki. Kecamat...

Back to Top