Javascript must be enabled to continue!
Kajian Tingkat Walkabilitas Kawasan Wisata Belanja Kain Cigondewah Kota Bandung
View through CrossRef
Abstract. Cigondewah tourist area is a textile shopping area and it officially reactivated as a tourist village in Bandung City after the Covid-19 pandemic. Cigondewah tourism village is located along the cigondewah corridor. Cigodewah tourist area has a position as a city strategy area with specifications as textile center in the RTRW of Bandung. Commercial areas such as Cigondewah tourist area have high potential to become the economic driving force for Bandung. It’s necessary to develop the area which can start with the development of pedestrian paths. The pedestrian path is important for this area because tourists in a commercial area like this need to move from one shop to another.The need for a special pedestrian path also arises because of the mixing of transportation modes in one lane with a road width approximately 4-6 meters. So, it’s necessary to hold a pedestrian path in Cigondewah tourist area to solve the problem, however, before carrying out development, a walkability study is needed. So, the level of walkability of Cigondewah tourist area needs to be the main focus as the first step. Walkability is the level of friendliness to walk in an area. To determine the walkability of an area, various methods can be used, including the Global Walkability Index developed by Krambeck, this study of the Global Walkability Index using observations and interviews from the field. After the calculations, the final results of this study showed that Cigondewah tourist area was not walkable with a walkability value less than 24.
Abstrak. Kawasan Wisata Kain Cigondewah adalah sebuah area pertokoan kain yang secara resmi baru saja di aktifkan kembali sebagai salah satu kampung wisata di Kota Bandung setelah pandemi Covid-19 menyerang. Kampung Wisata Kain Cigondewah ini berada di sepanjang koridor cigondewah. Kawasan wisata kain cigodewah memiliki posisi sebagai Kawasan strategis kota dengan spesifikasi keunggulan sentra tekstilnya di dalam RTRW Kota Bandung. Kawasan komersil seperti Kawasan Wisata Kain Cigondewah memiliki potensi yang tinggi untuk menjadi roda penggerak ekonomi Kota Bandung. Maka, perlu dilakukannya pengembangan Kawasan yang bisa dimulai dengan pengembangan jalur pejalan kakinya. Jalur pejalan kaki penting bagi Kawasan Wisata Kain Cigondewah karena pengunjung di area komersil seperti ini perlu berpindah dari toko satu ke toko yang lain. Kebutuhan akan jalur khusus pejalan kaki juga timbul karena bercampurnya antara setiap moda transportasi dalam 1 jalur yang lebar jalannya kisaran 4-6 meter ini. Sehingga, untuk menangani masalah tersebut, perlu diadakannya jalur pejalan kaki di Kawasan Wisata Kain Cigondewah, namun, sebelum melakukan pengembangan, diperlukan kajian walkabilitasnya terlebih dahulu sebagai Langkah pertama. Maka, tingkat walkabilitas Kawasan Wisata Kain Cigondewah perlu menjadi focus utama sebagai Langkah pertama. Walkabilitas adalah tingkat keramahan untuk berjalan kaki di suatu area. Untuk mengetahui walkabilitas suatu area bisa menggunakan berbagai cara termasuk Global Walkability Index yang dikembangkan oleh Krambeck, kajian Global Walkability Index ini menggunakan hasil observasi dan wawancara dari lapangan. Setelah peneliti melakukan perhitungan, didapatkan hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kawasan Wisata Kain Cigondewah tidak walkable dengan nilai walkabilitas kurang dari 24.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Kajian Tingkat Walkabilitas Kawasan Wisata Belanja Kain Cigondewah Kota Bandung
Description:
Abstract.
Cigondewah tourist area is a textile shopping area and it officially reactivated as a tourist village in Bandung City after the Covid-19 pandemic.
Cigondewah tourism village is located along the cigondewah corridor.
Cigodewah tourist area has a position as a city strategy area with specifications as textile center in the RTRW of Bandung.
Commercial areas such as Cigondewah tourist area have high potential to become the economic driving force for Bandung.
It’s necessary to develop the area which can start with the development of pedestrian paths.
The pedestrian path is important for this area because tourists in a commercial area like this need to move from one shop to another.
The need for a special pedestrian path also arises because of the mixing of transportation modes in one lane with a road width approximately 4-6 meters.
So, it’s necessary to hold a pedestrian path in Cigondewah tourist area to solve the problem, however, before carrying out development, a walkability study is needed.
So, the level of walkability of Cigondewah tourist area needs to be the main focus as the first step.
Walkability is the level of friendliness to walk in an area.
To determine the walkability of an area, various methods can be used, including the Global Walkability Index developed by Krambeck, this study of the Global Walkability Index using observations and interviews from the field.
After the calculations, the final results of this study showed that Cigondewah tourist area was not walkable with a walkability value less than 24.
Abstrak.
Kawasan Wisata Kain Cigondewah adalah sebuah area pertokoan kain yang secara resmi baru saja di aktifkan kembali sebagai salah satu kampung wisata di Kota Bandung setelah pandemi Covid-19 menyerang.
Kampung Wisata Kain Cigondewah ini berada di sepanjang koridor cigondewah.
Kawasan wisata kain cigodewah memiliki posisi sebagai Kawasan strategis kota dengan spesifikasi keunggulan sentra tekstilnya di dalam RTRW Kota Bandung.
Kawasan komersil seperti Kawasan Wisata Kain Cigondewah memiliki potensi yang tinggi untuk menjadi roda penggerak ekonomi Kota Bandung.
Maka, perlu dilakukannya pengembangan Kawasan yang bisa dimulai dengan pengembangan jalur pejalan kakinya.
Jalur pejalan kaki penting bagi Kawasan Wisata Kain Cigondewah karena pengunjung di area komersil seperti ini perlu berpindah dari toko satu ke toko yang lain.
Kebutuhan akan jalur khusus pejalan kaki juga timbul karena bercampurnya antara setiap moda transportasi dalam 1 jalur yang lebar jalannya kisaran 4-6 meter ini.
Sehingga, untuk menangani masalah tersebut, perlu diadakannya jalur pejalan kaki di Kawasan Wisata Kain Cigondewah, namun, sebelum melakukan pengembangan, diperlukan kajian walkabilitasnya terlebih dahulu sebagai Langkah pertama.
Maka, tingkat walkabilitas Kawasan Wisata Kain Cigondewah perlu menjadi focus utama sebagai Langkah pertama.
Walkabilitas adalah tingkat keramahan untuk berjalan kaki di suatu area.
Untuk mengetahui walkabilitas suatu area bisa menggunakan berbagai cara termasuk Global Walkability Index yang dikembangkan oleh Krambeck, kajian Global Walkability Index ini menggunakan hasil observasi dan wawancara dari lapangan.
Setelah peneliti melakukan perhitungan, didapatkan hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kawasan Wisata Kain Cigondewah tidak walkable dengan nilai walkabilitas kurang dari 24.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Abstract. Bandung is one of the diverse cities, we can see the diversity of the city of Bandung with its cultured and religious society, of course, the people of Bandung have the p...
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Kota berkembang dari suatu kawasan inti yang meluas ke sekitarnya. Kawasan awal mula ini yang kemudian menjelma menjadi pusat kota. Pada awalnya banyak kota direncanakan dalam skal...
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP FASILITAS OBJEK WISATA DATARAN TINGGI DIENG PROVINSI JAWA TENGAH
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP FASILITAS OBJEK WISATA DATARAN TINGGI DIENG PROVINSI JAWA TENGAH
Dataran Tinggi Dieng merupakan salah satu kawasan strategis pariwisata nasional di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional. Dataran Tingg...
Hubungan Kesesuaian Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kalimantan Timur
Hubungan Kesesuaian Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kalimantan Timur
Pengukuran kinerja belanja daerah dapat dijadikan sebagai tolak ukur pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan,pembangunnan dan kemasyarakatan.Cara yang digunakan untu...

