Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EVALUASI KONSEP RAMAH PEJALAN KAKI PADA PEDESTRIAN MALIOBORO DENGAN PENDEKATAN KONSEP WALKABILITY

View through CrossRef
Abstract: Malioboro Pedestrian is located in the tourist area of Malioboro, which has been arranged by the Yogyakarta Regional Government. The arrangement carried out applies the concept of the Cultural Terrace which basically has the purpose of creating a tourist area of Malioboro that is visitor-friendly, including pedestrians. Many facilities are provided for pedestrians to support this concept, for example the provision of benches, special diffable lanes and other facilities. The purpose of this paper is to evaluate the pedestrian-friendly concept applied to the Malioboro pedestrian with the walkability concept approach. The method used in this study uses descriptive qualitative method, which is direct observation to the study location to find out, understand and directly identify the actual conditions that exist in Malioboro pedestrian. In addition to knowing the comfort level of actual conditions, the concept of walkability is used as a comparison concept. The results of this study indicate that the arrangement of the Malioboro pedestrian carried out by the government has met the criteria of pedestrian friendliness in accordance with the concept of walkability, namely accessibility, aesthetics, safety and security criteria and comfort aspects. Although structuring has met the criteria, the existing facilities have not been used and utilized properly by Malioboro pedestrian users, so that there are some negative impacts that cause discomfort, such as waste problems and mastery of pedestrian space for other activities that are not in accordance with pedestrian functions.Keyword: Malioboro, Malioboro pedestrian, pedestrian friendly, cultural terrace, the concept of walkabilityAbstrak: Pedestrian Malioboro berada pada kawasan wisata Malioboro yang telah ditata oleh Pemerintah Derah Istimewah Yogyakarta. Penataan yang dilakukan menerapkan konsep Teras Budaya yang pada dasarnya memiliki tujuan untuk menciptakan kawasan wisata Malioboro yang ramah pengunjung, termasuk pejalan kaki. Banyak fasilitas yang disediakan pada pedestrian untuk mendukung konsep ini, misalnya pengadaan bangku, jalur khusus difabel dan fasilitas lainnya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengevaluasi konsep ramah pejalan kaki yang diterapkan pada pedestrian Malioboro dengan pendekatan konsep walkability. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yakni melakukan observasi langsung ke lokasi studi untuk mengetahui, memahami serta mengidentifikasi secara langsung kondisi aktual yang ada pada pedestrian Malioboro.Selain itu untuk mengetahui tingkat kenyamanan kondisi aktual maka digunakan konsep walkability sebagai konsep pembanding. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penataan pedestrian Malioboro yang dilakukan pemerintah telah memenuhi kriteria ramah bagi pejalan kaki sesuai konsep walkability, yakni kriteria aksesibilitas, estetika, keselamatan dan keamanan serta aspek kenyamanan. Meskipun secara penataan telah memenuhi kriteria, fasilitas yang ada belum digunakan dan dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna pedestrian Malioboro, sehingga muncul beberapa dampak negatif yang menimbulkan ketidaknyamanan, misalnya masalah sampah dan penguasaan ruang pejalan kaki untuk aktivitas lainnya yang tidak sesuai dengan fungsi pedestrian.Kata Kunci: Malioboro, pedestrian Malioboro, ramah pejalan kaki, teras budaya, konsep walkability
Title: EVALUASI KONSEP RAMAH PEJALAN KAKI PADA PEDESTRIAN MALIOBORO DENGAN PENDEKATAN KONSEP WALKABILITY
Description:
Abstract: Malioboro Pedestrian is located in the tourist area of Malioboro, which has been arranged by the Yogyakarta Regional Government.
The arrangement carried out applies the concept of the Cultural Terrace which basically has the purpose of creating a tourist area of Malioboro that is visitor-friendly, including pedestrians.
Many facilities are provided for pedestrians to support this concept, for example the provision of benches, special diffable lanes and other facilities.
The purpose of this paper is to evaluate the pedestrian-friendly concept applied to the Malioboro pedestrian with the walkability concept approach.
The method used in this study uses descriptive qualitative method, which is direct observation to the study location to find out, understand and directly identify the actual conditions that exist in Malioboro pedestrian.
In addition to knowing the comfort level of actual conditions, the concept of walkability is used as a comparison concept.
The results of this study indicate that the arrangement of the Malioboro pedestrian carried out by the government has met the criteria of pedestrian friendliness in accordance with the concept of walkability, namely accessibility, aesthetics, safety and security criteria and comfort aspects.
Although structuring has met the criteria, the existing facilities have not been used and utilized properly by Malioboro pedestrian users, so that there are some negative impacts that cause discomfort, such as waste problems and mastery of pedestrian space for other activities that are not in accordance with pedestrian functions.
Keyword: Malioboro, Malioboro pedestrian, pedestrian friendly, cultural terrace, the concept of walkabilityAbstrak: Pedestrian Malioboro berada pada kawasan wisata Malioboro yang telah ditata oleh Pemerintah Derah Istimewah Yogyakarta.
Penataan yang dilakukan menerapkan konsep Teras Budaya yang pada dasarnya memiliki tujuan untuk menciptakan kawasan wisata Malioboro yang ramah pengunjung, termasuk pejalan kaki.
Banyak fasilitas yang disediakan pada pedestrian untuk mendukung konsep ini, misalnya pengadaan bangku, jalur khusus difabel dan fasilitas lainnya.
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengevaluasi konsep ramah pejalan kaki yang diterapkan pada pedestrian Malioboro dengan pendekatan konsep walkability.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yakni melakukan observasi langsung ke lokasi studi untuk mengetahui, memahami serta mengidentifikasi secara langsung kondisi aktual yang ada pada pedestrian Malioboro.
Selain itu untuk mengetahui tingkat kenyamanan kondisi aktual maka digunakan konsep walkability sebagai konsep pembanding.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penataan pedestrian Malioboro yang dilakukan pemerintah telah memenuhi kriteria ramah bagi pejalan kaki sesuai konsep walkability, yakni kriteria aksesibilitas, estetika, keselamatan dan keamanan serta aspek kenyamanan.
Meskipun secara penataan telah memenuhi kriteria, fasilitas yang ada belum digunakan dan dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna pedestrian Malioboro, sehingga muncul beberapa dampak negatif yang menimbulkan ketidaknyamanan, misalnya masalah sampah dan penguasaan ruang pejalan kaki untuk aktivitas lainnya yang tidak sesuai dengan fungsi pedestrian.
Kata Kunci: Malioboro, pedestrian Malioboro, ramah pejalan kaki, teras budaya, konsep walkability.

Related Results

Pengoptimalan Jalur Pejalan Kaki dari Stasiun Ampera ke Kawasan Wisata Ampera di Kota Palembang
Pengoptimalan Jalur Pejalan Kaki dari Stasiun Ampera ke Kawasan Wisata Ampera di Kota Palembang
Pejalan kaki adalah istilah dalam transportasi yang digunakan untuk menjelaskan orang yang berjalan di lintasan pejalan kaki baik dipinggir jalan, trotoar, lintasan khusus bagi pej...
Analisa Standar Pedestrian di Kampus Universitas Sumatera Utara
Analisa Standar Pedestrian di Kampus Universitas Sumatera Utara
Jalur pedestrian adalah ruang luar yang digunakan untuk kegiatan penduduk kota sehari-hari. Contohnya untuk kegiatan berjalan-jalan, melepas lelah, duduk santai dapat juga sebagai ...
Kajian Kualitas Jalan Pahlawan sebagai Jalur Pejalan Kaki di Kota Semarang
Kajian Kualitas Jalan Pahlawan sebagai Jalur Pejalan Kaki di Kota Semarang
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kualitas Jalan Pahlawan sebagai jalur pejalan kaki. Metodepenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui kualitas ja...
Elemen Walkability pada Ruang Pejalan Kaki Kawasan Komersial Perdagangan di Kota Pontianak
Elemen Walkability pada Ruang Pejalan Kaki Kawasan Komersial Perdagangan di Kota Pontianak
Berjalan kaki merupakan salah satu moda dari transportasi yang dapat menghubungkan manusia dari suatu tempat dengan tempat lain. Sehingga, dapat diketahui bahwa berjalan kaki adala...
ANALISA TINGKAT PELAYANAN DAN KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR PEDESTRIAN YANG MELINTASI JALAN T.P. RUSTAM EFFENDI PALEMBANG
ANALISA TINGKAT PELAYANAN DAN KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR PEDESTRIAN YANG MELINTASI JALAN T.P. RUSTAM EFFENDI PALEMBANG
Jalan T.P. Rustam Effendi terletak di kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang yang memiliki panjang 169,8 meter merupakan tujuan perjalanan karena mempuyai daya tarik sebagai pusat p...
Identifikasi Kenyamanan Fisik Jalur Pejalan Kaki Terhadap Kegiatan Pengguna
Identifikasi Kenyamanan Fisik Jalur Pejalan Kaki Terhadap Kegiatan Pengguna
Sebuah area perkotaan dengan berbagai macam aktivitasnya memerlukan ruang terbuka hijau (RTH). Selain itu, ruang terbuka hijau (RTH) juga memunyai fungsi yang vital bagi keberlanju...
Analisis Pelayanan Jalur Pedestrian di Jalan Kebon Kawung Kota Bandung
Analisis Pelayanan Jalur Pedestrian di Jalan Kebon Kawung Kota Bandung
Abstract. From the criteria of a livable city, one important element in realizing a livable city is the availability of adequate pedestrian infrastructure. Safe, comfortable, and w...
Evaluasi Kenyamanan Jalur Pedestrian di Kawasan Blang Padang Kota Banda Aceh
Evaluasi Kenyamanan Jalur Pedestrian di Kawasan Blang Padang Kota Banda Aceh
Peningkatan, perkembangan, dan pengevaluasian kualitas infrastruktur kota yang aman dan nyaman dengan pengguna nya sehingga infrastruktur yang sangat penting untuk pejalan kaki ada...

Back to Top