Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH VARIASI PENDINGIN DAN MATA PAHAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST 37 PADA MESIN BUBUT KONVENSIONAL

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pahat HSS dan Carbide serta media pendingin (air kelapa, radiator coolant, dan tanpa pendingin) terhadap nilai kekasaran permukaan baja ST 37 dengan menggunakan mesin bubut konvensional.  Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental, yaitu spesimen dipotong sesuai ukuran kemudian dilakukan pembubutan dengan pendinginan yang ditentukan dan selanjutnya dilakukan pengujian. Setelah dilakukan pengujian, didapatkan nilai kekasaran terendah pada pahat tanpa menggunakan media pendingin, dibandingkan dengan menggunakan media pendingin air kelapa dan Radiator Coolant. Sedangkan pada mata pahat, kekasaran terendah diperoleh dengan menggunakan mata pahat HSS dibandingkan dengan menggunakan mata pahat Carbide. This study aims to determine the effect of HSS and Carbide tool variations and cooling media (coconut water, coolant radiator, and no cooling) on the surface roughness value of ST 37 steel using a conventional lathe. This research method uses an experimental method, namely the specimen is cut to size then turned with specified cooling and then tested. After testing, the lowest roughness is obtained without using cooling media, compared to usings coconut water cooling and Radiator Coolant. While on the tool blade, the lowest roughness was obtained by using the HSS tool blade compared to using the Carbide tool blade.
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: PENGARUH VARIASI PENDINGIN DAN MATA PAHAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST 37 PADA MESIN BUBUT KONVENSIONAL
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pahat HSS dan Carbide serta media pendingin (air kelapa, radiator coolant, dan tanpa pendingin) terhadap nilai kekasaran permukaan baja ST 37 dengan menggunakan mesin bubut konvensional.
  Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental, yaitu spesimen dipotong sesuai ukuran kemudian dilakukan pembubutan dengan pendinginan yang ditentukan dan selanjutnya dilakukan pengujian.
Setelah dilakukan pengujian, didapatkan nilai kekasaran terendah pada pahat tanpa menggunakan media pendingin, dibandingkan dengan menggunakan media pendingin air kelapa dan Radiator Coolant.
Sedangkan pada mata pahat, kekasaran terendah diperoleh dengan menggunakan mata pahat HSS dibandingkan dengan menggunakan mata pahat Carbide.
 This study aims to determine the effect of HSS and Carbide tool variations and cooling media (coconut water, coolant radiator, and no cooling) on the surface roughness value of ST 37 steel using a conventional lathe.
This research method uses an experimental method, namely the specimen is cut to size then turned with specified cooling and then tested.
After testing, the lowest roughness is obtained without using cooling media, compared to usings coconut water cooling and Radiator Coolant.
While on the tool blade, the lowest roughness was obtained by using the HSS tool blade compared to using the Carbide tool blade.

Related Results

Pengaruh Jenis Pahat Terhadap Nilai Kekasaran Permukaan Material Baja Carbon S45C
Pengaruh Jenis Pahat Terhadap Nilai Kekasaran Permukaan Material Baja Carbon S45C
Pada proses pembubutan, hasil permukaan suatu benda kerja dapat mempengaruhi tingkat kualitas visual suatu benda kerja. Parameter pemotongan mesin CNC meliputi kecepatan pemakanan,...
PENGARUH UKURAN PAHAT INSERT DAN KEDALAMAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BESI SCM 440
PENGARUH UKURAN PAHAT INSERT DAN KEDALAMAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BESI SCM 440
Penelitian ini bertujuan mendapatkan hasil kekasaran permukaan agar mengetahui apakah terdapat pengaruh yang dihasilkan dari penggunaan variasi ukuran pahat insert dan kedalaman pe...
ANALISA PENGARUH JENIS PAHAT BUBUT TERHADAP KEKASARAN HASIL BUBUTAN PADA STAINLESS STEEL 304
ANALISA PENGARUH JENIS PAHAT BUBUT TERHADAP KEKASARAN HASIL BUBUTAN PADA STAINLESS STEEL 304
Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pahat yang mana  dapat menghasilkan kekasaran permukaan yang paling baik terhadap bahan stainless steel 304. Untuk mengetahui ...
Penanaman Mata Pahat Carbide Pada Baja High Speed Steel
Penanaman Mata Pahat Carbide Pada Baja High Speed Steel
Perkembangan industri manufaktur di indonesia dari tahun ke tahun semakin pesat seiring berkembangnya teknologi permesinan, mesin-mesin itu antara lain mesin frais, mesin boring, m...
PENGARUH JENIS PENDINGIN DAN KECEPATAN PUTAR PADA PROSES BUBUT MANUAL TERHADAP NILAI KEKASARAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN MATERIAL ST 37
PENGARUH JENIS PENDINGIN DAN KECEPATAN PUTAR PADA PROSES BUBUT MANUAL TERHADAP NILAI KEKASARAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN MATERIAL ST 37
Indikator proses pembubutan mempengaruhi tingkat kekasaran permukaan spesimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh jenis media pendingin dan kecepatan putar terhada...
PENGARUH VARIASI PARAMETER PEMESINAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL BAJA ST 37 PADA MESIN FRAIS
PENGARUH VARIASI PARAMETER PEMESINAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL BAJA ST 37 PADA MESIN FRAIS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedalaman pemakanan dan variasi pahat terhadap tingkat kekasaran permukaan pembubutan dan milling baja karbon ST 37. Penelitian...
ANALISIS KEAUSAN PAHAT DAN EFEK AKURASI PEMBUBUTAN TERHADAP PROSES PERMESINAN PADA MESIN BUBUT
ANALISIS KEAUSAN PAHAT DAN EFEK AKURASI PEMBUBUTAN TERHADAP PROSES PERMESINAN PADA MESIN BUBUT
Keausan pahat pada proses pembubutan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap ketelitian hasil pemesinan dan kualitas pembelajaran praktik pada pendidikan vokasional. ...
VARIASI FEEDING DAN PUTARAN SPINDLE TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL S40C PADA PROSES SURFACE TURNING
VARIASI FEEDING DAN PUTARAN SPINDLE TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL S40C PADA PROSES SURFACE TURNING
Pada proses pembubutan membutuhkan nilai kekasaran permukaan dan nilai kepresisian yang standar untuk mengevaluasi hasil produksi. Nilai kekasaran permukaan yang tinggi dapat mempe...

Back to Top