Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH VARIASI PARAMETER PEMESINAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL BAJA ST 37 PADA MESIN FRAIS
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedalaman pemakanan dan variasi pahat terhadap tingkat kekasaran permukaan pembubutan dan milling baja karbon ST 37. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan laju pemakanan kontrol sebesar 33 mm/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kedalaman pemakanan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kekasaran permukaan. Semakin besar kedalaman pemakanan (1 mm, 1,25 mm, dan 1,5 mm), nilai kekasaran permukaan cenderung menurun. (2) Variasi pahat memengaruhi kekasaran permukaan. Pahat berbahan carbide menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang lebih rendah dibandingkan pahat berbahan HSS, dengan rata-rata kekasaran masing-masing sebesar 0,946 µm, 0,952 µm, dan 0,762 µm (carbide) dibandingkan dengan 1,790 µm, 1,003 µm, dan 0,598 µm (HSS). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan kedalaman pemakanan yang optimal dan penggunaan pahat carbide dapat meningkatkan kualitas hasil pembubutan dan milling baja karbon ST 37.
Title: PENGARUH VARIASI PARAMETER PEMESINAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL BAJA ST 37 PADA MESIN FRAIS
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedalaman pemakanan dan variasi pahat terhadap tingkat kekasaran permukaan pembubutan dan milling baja karbon ST 37.
Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan laju pemakanan kontrol sebesar 33 mm/menit.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kedalaman pemakanan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kekasaran permukaan.
Semakin besar kedalaman pemakanan (1 mm, 1,25 mm, dan 1,5 mm), nilai kekasaran permukaan cenderung menurun.
(2) Variasi pahat memengaruhi kekasaran permukaan.
Pahat berbahan carbide menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang lebih rendah dibandingkan pahat berbahan HSS, dengan rata-rata kekasaran masing-masing sebesar 0,946 µm, 0,952 µm, dan 0,762 µm (carbide) dibandingkan dengan 1,790 µm, 1,003 µm, dan 0,598 µm (HSS).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan kedalaman pemakanan yang optimal dan penggunaan pahat carbide dapat meningkatkan kualitas hasil pembubutan dan milling baja karbon ST 37.
Related Results
PENGARUH SPINDLE SPEED DAN FEED RATE TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN AL 6061
PENGARUH SPINDLE SPEED DAN FEED RATE TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN AL 6061
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terjadi dengan sangat cepat, sehingga menjadi lebih kontemporer dan kompleks. Akhirnya, kita membutuhkan mesin yang mampu memproduksi barang...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
VARIASI FEEDING DAN PUTARAN SPINDLE TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL S40C PADA PROSES SURFACE TURNING
VARIASI FEEDING DAN PUTARAN SPINDLE TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL S40C PADA PROSES SURFACE TURNING
Pada proses pembubutan membutuhkan nilai kekasaran permukaan dan nilai kepresisian yang standar untuk mengevaluasi hasil produksi. Nilai kekasaran permukaan yang tinggi dapat mempe...
PENGARUH UKURAN PAHAT INSERT DAN KEDALAMAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BESI SCM 440
PENGARUH UKURAN PAHAT INSERT DAN KEDALAMAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BESI SCM 440
Penelitian ini bertujuan mendapatkan hasil kekasaran permukaan agar mengetahui apakah terdapat pengaruh yang dihasilkan dari penggunaan variasi ukuran pahat insert dan kedalaman pe...
PENGARUH KECEPARTAN POTONG TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN HASIL PEMBUBUTAN MATERIAL ST-90 MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA DENGAN METODE PEMBUBUTAN KERING
PENGARUH KECEPARTAN POTONG TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN HASIL PEMBUBUTAN MATERIAL ST-90 MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA DENGAN METODE PEMBUBUTAN KERING
Proses permesinan kering (dry machining) menggunakan mesin bubut merupakan salah satu alternatif yang digunakan dalam penelitian ini untuk untuk pengerjaan pembubutan yang berorien...
PENGARUH JENIS PENDINGIN DAN KECEPATAN PUTAR PADA PROSES BUBUT MANUAL TERHADAP NILAI KEKASARAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN MATERIAL ST 37
PENGARUH JENIS PENDINGIN DAN KECEPATAN PUTAR PADA PROSES BUBUT MANUAL TERHADAP NILAI KEKASARAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN MATERIAL ST 37
Indikator proses pembubutan mempengaruhi tingkat kekasaran permukaan spesimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh jenis media pendingin dan kecepatan putar terhada...
Pengaruh Variasi Kecepatan Potong terhadap Kekasaran Permukaan pada Pemesinan Baja ST37 dengan Milling CNC
Pengaruh Variasi Kecepatan Potong terhadap Kekasaran Permukaan pada Pemesinan Baja ST37 dengan Milling CNC
Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi kecepatan potong terhadap kekasaran permukaan (Ra) pada proses CNC milling baja ST37. Eksperimen dilakukan dalam kondisi pemotongan basah m...
PENGEMBANGAN MESIN FRAIS WMD-25VL SISTEM KONVENSIONAL MENJADI SISTEM COMPUTER NUMERICAL CONTROL BERBASIS MACH3 CONTROLLER
PENGEMBANGAN MESIN FRAIS WMD-25VL SISTEM KONVENSIONAL MENJADI SISTEM COMPUTER NUMERICAL CONTROL BERBASIS MACH3 CONTROLLER
Mesin frais kovensional adalah suatu mesin perkakas yang mempunyai 3 sumbu utama pada pergerakanya. Mesin frais konvensional dapat ditingkatkan kinerja dan efektifitasnya dengan me...

