Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Jenis Pahat Terhadap Nilai Kekasaran Permukaan Material Baja Carbon S45C
View through CrossRef
Pada proses pembubutan, hasil permukaan suatu benda kerja dapat mempengaruhi tingkat kualitas visual suatu benda kerja. Parameter pemotongan mesin CNC meliputi kecepatan pemakanan, kedalaman pemakanan, dan kecepatan potong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis pahat insert carbide ZCC WNMG 060408 – DM dan VBMT 160408 – HM terhadap nilai rata-rata kekasaran pada proses pembubutan dengan kecepatan putar 500 rpm dan variasi kecepatan pemakanan 0,10 mm/rev, 0,15 mm/rev dan 0,20 mm/rev pada material baja S45C. Penelitian ini berlokasi di PT. Bin Smeer Jaya dengan sampel penelitian yaitu material baja S45C. Adapun penelitian ini akan dilakukan dengan masing-masing 3 sampel pengujian kekasaran permukaan dengan variasi feeding, dimana akan dilakukan proses pembubutan pada mesin lathe CNC terlebih dahulu menggunakan pahat insert carbide ZCC WNMG 060408 – DM dan VBMT 160408 – HM standar kekasaran yang diinginkan 1,8 µm – 2,2 µm. Berdasarkan hasil pengujian nilai kekasaran permukaan material baja S45C, data yang diperoleh menggunakan alat pengukuran kekasaran permukaan Handysurf E-35 nilai kekasaran menggunakan pahat insert carbide ZCC WNMG 060408 – DM spesimen 3 feeding 0,20 mm/rev adalah 2,38 µm, sedangkan untuk spesimen 3 feeding 0,10 mm/rev adalah 4,11 µm. Kemudian pada pahat insert carbide VBMT 160408 – HM spesimen 1 feeding 0,10 mm/rev adalah 1,48 µm, sedangkan untuk spesimen 2 feeding 0,20 mm/rev adalah 4,41 µm. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai kekasaran terendah terjadi pada pahat insert carbide VBMT 160408 – HM dibandingkan dengan jenis pahat insert carbide ZCC WNMG 060408 – DM. Oleh karena itu, tingkat hasil nilai kekasaran permukaannya terbaik terjadi pada insert carbide VBMT 160408 – HM dengan standar kekasaran yang diinginkan dan kualitas visual yang optimal.
Indonesian Society of Applied Science (ISAS)
Title: Pengaruh Jenis Pahat Terhadap Nilai Kekasaran Permukaan Material Baja Carbon S45C
Description:
Pada proses pembubutan, hasil permukaan suatu benda kerja dapat mempengaruhi tingkat kualitas visual suatu benda kerja.
Parameter pemotongan mesin CNC meliputi kecepatan pemakanan, kedalaman pemakanan, dan kecepatan potong.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis pahat insert carbide ZCC WNMG 060408 – DM dan VBMT 160408 – HM terhadap nilai rata-rata kekasaran pada proses pembubutan dengan kecepatan putar 500 rpm dan variasi kecepatan pemakanan 0,10 mm/rev, 0,15 mm/rev dan 0,20 mm/rev pada material baja S45C.
Penelitian ini berlokasi di PT.
Bin Smeer Jaya dengan sampel penelitian yaitu material baja S45C.
Adapun penelitian ini akan dilakukan dengan masing-masing 3 sampel pengujian kekasaran permukaan dengan variasi feeding, dimana akan dilakukan proses pembubutan pada mesin lathe CNC terlebih dahulu menggunakan pahat insert carbide ZCC WNMG 060408 – DM dan VBMT 160408 – HM standar kekasaran yang diinginkan 1,8 µm – 2,2 µm.
Berdasarkan hasil pengujian nilai kekasaran permukaan material baja S45C, data yang diperoleh menggunakan alat pengukuran kekasaran permukaan Handysurf E-35 nilai kekasaran menggunakan pahat insert carbide ZCC WNMG 060408 – DM spesimen 3 feeding 0,20 mm/rev adalah 2,38 µm, sedangkan untuk spesimen 3 feeding 0,10 mm/rev adalah 4,11 µm.
Kemudian pada pahat insert carbide VBMT 160408 – HM spesimen 1 feeding 0,10 mm/rev adalah 1,48 µm, sedangkan untuk spesimen 2 feeding 0,20 mm/rev adalah 4,41 µm.
Maka dapat disimpulkan bahwa nilai kekasaran terendah terjadi pada pahat insert carbide VBMT 160408 – HM dibandingkan dengan jenis pahat insert carbide ZCC WNMG 060408 – DM.
Oleh karena itu, tingkat hasil nilai kekasaran permukaannya terbaik terjadi pada insert carbide VBMT 160408 – HM dengan standar kekasaran yang diinginkan dan kualitas visual yang optimal.
Related Results
PENGARUH UKURAN PAHAT INSERT DAN KEDALAMAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BESI SCM 440
PENGARUH UKURAN PAHAT INSERT DAN KEDALAMAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BESI SCM 440
Penelitian ini bertujuan mendapatkan hasil kekasaran permukaan agar mengetahui apakah terdapat pengaruh yang dihasilkan dari penggunaan variasi ukuran pahat insert dan kedalaman pe...
ANALISA PENGARUH JENIS PAHAT BUBUT TERHADAP KEKASARAN HASIL BUBUTAN PADA STAINLESS STEEL 304
ANALISA PENGARUH JENIS PAHAT BUBUT TERHADAP KEKASARAN HASIL BUBUTAN PADA STAINLESS STEEL 304
Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pahat yang mana dapat menghasilkan kekasaran permukaan yang paling baik terhadap bahan stainless steel 304. Untuk mengetahui ...
PENGARUH VARIASI PARAMETER PEMESINAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL BAJA ST 37 PADA MESIN FRAIS
PENGARUH VARIASI PARAMETER PEMESINAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL BAJA ST 37 PADA MESIN FRAIS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedalaman pemakanan dan variasi pahat terhadap tingkat kekasaran permukaan pembubutan dan milling baja karbon ST 37. Penelitian...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
PENGARUH KECEPARTAN POTONG TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN HASIL PEMBUBUTAN MATERIAL ST-90 MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA DENGAN METODE PEMBUBUTAN KERING
PENGARUH KECEPARTAN POTONG TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN HASIL PEMBUBUTAN MATERIAL ST-90 MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA DENGAN METODE PEMBUBUTAN KERING
Proses permesinan kering (dry machining) menggunakan mesin bubut merupakan salah satu alternatif yang digunakan dalam penelitian ini untuk untuk pengerjaan pembubutan yang berorien...
PERLAWANAN ALIRAN DI KAPUAS KECIL
PERLAWANAN ALIRAN DI KAPUAS KECIL
Kekasaran dasar saluran sangat berpengaruh pada karakteristik aliran. Kesalahan dalam menentukan besarnya nilai kekasaran dasar saluran, terutama material dasar non kohesif, dapat ...
PENGARUH JENIS PENDINGIN DAN KECEPATAN PUTAR PADA PROSES BUBUT MANUAL TERHADAP NILAI KEKASARAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN MATERIAL ST 37
PENGARUH JENIS PENDINGIN DAN KECEPATAN PUTAR PADA PROSES BUBUT MANUAL TERHADAP NILAI KEKASARAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN MATERIAL ST 37
Indikator proses pembubutan mempengaruhi tingkat kekasaran permukaan spesimen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh jenis media pendingin dan kecepatan putar terhada...
PENGARUH VARIASI PENDINGIN DAN MATA PAHAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST 37 PADA MESIN BUBUT KONVENSIONAL
PENGARUH VARIASI PENDINGIN DAN MATA PAHAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST 37 PADA MESIN BUBUT KONVENSIONAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pahat HSS dan Carbide serta media pendingin (air kelapa, radiator coolant, dan tanpa pendingin) terhadap nilai kekasaran ...

