Javascript must be enabled to continue!
MENINJAU HUKUM POLIGAMI DENGAN METODE LAFDZIYAH: STUDI QS AN-NISA AYAT: 3
View through CrossRef
Penelitian ini di latar belakangi oleh kebolehan poligami dengan dalil ayat Qur’an surat An- nisa ayat:3 namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa poligami memicu kekerasan terhadap anak dan istri dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hukum poligami di dalam surat An-nisa:3. Metode penelitian ini kualitatif menggunakan studi pustaka (library research). Penelitian ini menggunakan pendekatan lafdziyyah, yang mencakup kaidah Amr, Nahy, Am, dan Khash. Sumber data yang di gunakan adalah buku dan jurnal ilmiah. metode pengumpulan data akan berfokus pada kajian teks Al-Quran dan referensi penafsiran terkait kata atau frasa yang ada di dalam surat An-nisa Ayat 3. Teknik analisis data berfokus pada analisis teks untuk menggali makna kata-kata atau lafadz secara mendalam (semantik lafdz). Hasil penelitian ini bahwa poligami di tinjau dari segi lafaz hukumnya mubah. Hukum ke mubahan poligami tercapai terpenuhinya syarat adil yang sifatnya menuntut dengan sungguh dan memberi peringatan. Temuan penelitian ini bahwa sighat lafaz تُقْسِطُوْا adalah fi’il mudhari yang bermakna sekarang dan masa yang akan datang. Sedangkan manusia tidak selamanya bisa berbuat adil. Sehingga syarat keadilan dalam poligami tidak dapat tercapai.
This research is motivated by the permissibility of polygamy with the argument of the Qur'anic verse Surah An- nisa verse: 3, but the facts on the ground show that polygamy triggers violence against children and wives in the household. This research aims to review the law of polygamy in Surah An-nisa:3. The research method is qualitative using library research. This research uses a lafdziyyah approach, which includes the rules of Amr, Nahy, Am, and Khash. The data sources used are books and scientific journals. data collection methods will focus on the study of Al-Quran texts and interpretative references related to words or phrases in Surah An-Nisa Verse 3. The data analysis technique focuses on text analysis to explore the meaning of words or lafadz in depth (semantic lafdz). The result of this research is that polygamy in terms of lafaz is permissible. The law of permissibility of polygamy is achieved by the fulfilment of fair conditions which are demanding in nature and giving warnings. The finding of this research is that the sighat lafaz تُقْسِطُوْا is fi'il mudhari which means present and future. Meanwhile, humans cannot always be fair. So the requirement of justice in polygamy cannot be achieved.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: MENINJAU HUKUM POLIGAMI DENGAN METODE LAFDZIYAH: STUDI QS AN-NISA AYAT: 3
Description:
Penelitian ini di latar belakangi oleh kebolehan poligami dengan dalil ayat Qur’an surat An- nisa ayat:3 namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa poligami memicu kekerasan terhadap anak dan istri dalam rumah tangga.
Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hukum poligami di dalam surat An-nisa:3.
Metode penelitian ini kualitatif menggunakan studi pustaka (library research).
Penelitian ini menggunakan pendekatan lafdziyyah, yang mencakup kaidah Amr, Nahy, Am, dan Khash.
Sumber data yang di gunakan adalah buku dan jurnal ilmiah.
metode pengumpulan data akan berfokus pada kajian teks Al-Quran dan referensi penafsiran terkait kata atau frasa yang ada di dalam surat An-nisa Ayat 3.
Teknik analisis data berfokus pada analisis teks untuk menggali makna kata-kata atau lafadz secara mendalam (semantik lafdz).
Hasil penelitian ini bahwa poligami di tinjau dari segi lafaz hukumnya mubah.
Hukum ke mubahan poligami tercapai terpenuhinya syarat adil yang sifatnya menuntut dengan sungguh dan memberi peringatan.
Temuan penelitian ini bahwa sighat lafaz تُقْسِطُوْا adalah fi’il mudhari yang bermakna sekarang dan masa yang akan datang.
Sedangkan manusia tidak selamanya bisa berbuat adil.
Sehingga syarat keadilan dalam poligami tidak dapat tercapai.
This research is motivated by the permissibility of polygamy with the argument of the Qur'anic verse Surah An- nisa verse: 3, but the facts on the ground show that polygamy triggers violence against children and wives in the household.
This research aims to review the law of polygamy in Surah An-nisa:3.
The research method is qualitative using library research.
This research uses a lafdziyyah approach, which includes the rules of Amr, Nahy, Am, and Khash.
The data sources used are books and scientific journals.
data collection methods will focus on the study of Al-Quran texts and interpretative references related to words or phrases in Surah An-Nisa Verse 3.
The data analysis technique focuses on text analysis to explore the meaning of words or lafadz in depth (semantic lafdz).
The result of this research is that polygamy in terms of lafaz is permissible.
The law of permissibility of polygamy is achieved by the fulfilment of fair conditions which are demanding in nature and giving warnings.
The finding of this research is that the sighat lafaz تُقْسِطُوْا is fi'il mudhari which means present and future.
Meanwhile, humans cannot always be fair.
So the requirement of justice in polygamy cannot be achieved.
Related Results
Problematika Hukum Poligami di Indonesia Perspektif KH. Abdul Syakur Yasin
Problematika Hukum Poligami di Indonesia Perspektif KH. Abdul Syakur Yasin
Isu poligami dalam pemikiran Islam maupun realitas sosial era modern ini selalu menjadi kontroversi dan menarik untuk diperbincangkan. Diskursus tentang poligami tidak akan pernah ...
Rekontruksi Regulasi Poligami dalam Menekan Perselingkuhan Berbasis Nilai Keadilan Islam
Rekontruksi Regulasi Poligami dalam Menekan Perselingkuhan Berbasis Nilai Keadilan Islam
Poligami secara mendalam adalah perkawinan yang dilakukan laki-laki kepada perempuan lebih dari seorang, temtunya dalam praktek pelaksanaanya terdapat pro dan kontra terhadap polig...
DINAMIKA PENYELESAIAN PERMOHONAN PERKARA POLIGAMI DI PENGADILAN AGAMA PAREPARE
DINAMIKA PENYELESAIAN PERMOHONAN PERKARA POLIGAMI DI PENGADILAN AGAMA PAREPARE
Penelitian ini membahas mengenai dinamika penyelesaian perkara poligamipengadilan agama Parepare, dengan sub masalah:1) Bagaimana proses permohonan Izin perkawinan poligami. 2) Bag...
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERMOHONAN IZIN POLIGAMI KARENA KETIDAKMAMPUAN PELAYANAN KEBUTUHAN SEKSUAL
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERMOHONAN IZIN POLIGAMI KARENA KETIDAKMAMPUAN PELAYANAN KEBUTUHAN SEKSUAL
Pokok masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini yaitu tentang Permohonan izin poligami dengan alasan ketidakmampuan dalam melayani kebutuhan seksual (Studi Putusan Nomor: 663/P...
POLIGAMI DAN DAMPAKNYA PERSPEKTIF AL-QUR’AN
POLIGAMI DAN DAMPAKNYA PERSPEKTIF AL-QUR’AN
Keingin untuk berpoligami dalam hukum keluarga Islam dapat dikatakan menjadi kontroversi yang menarik untuk dibahas, bahwa poligami dalam ajaran Islam boleh, tidak dianjurkan atau ...
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
Salah satu permasalahan yang direspons secara berbeda antara periode Makkah dan periode Madinah adalah masalah khamr. Hal ini terlihat pada perbedaan konstruksi ayat-ayat khamr Mak...
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
ANALISA ASPEK MUNĀSABAH DALAM AL-QUR’AN: STUDI TERHADAP KITAB ȘAFWAH TAFĀSĪR KARYA MUḤAMMAD ‘ĀLĪ AL-ȘĀBŪNĪ (1930-2021 M)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam dan komperhensif konsep munāsabahterkait dengan pola dan pendekatan munāsabah antar ayat dalam satu surat yang digunakanMu...
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami stres, yang mendorong kita untuk melakukan coping stres supaya kita tidak terjebak dan terpuruk karenanya. Kajian coping str...

