Javascript must be enabled to continue!
[Disagreement of Scholars' Views on The Biography of Imam Al-Shatibi] Perselisihan Pandangan Ulama Tentang Biografi Imam Al-Shatibi
View through CrossRef
This article aims to discuss about the differences between scholar's views on Imam al-Shatibi. These differences are divided into four parts: the origin of names, titles, sight defects, and migration to Egypt. These differences have led to misunderstanding among people about the real facts on Imam al-Shatibi. One of the factors that lead to this misunderstanding is attributed to some of the members of the al - Qur'an and al - Qiraat who are ignorant of this matter. This study will also present the answers to the differences so as to provide a complete explanation for this problem. This study is a qualitative study. Therefore, the findings are based on the documentation and investigation that has been analyzed using the text and content analysis methods. The findings suggest that the origin of the name of Imam al-Shatibi is closely related to heredity, language and marriage factors. The differences over his title were derived from several factors in the field of writing. The dispute over sight defects involves a period of time, while his migration factor to Egypt is not merely due to the pilgrimage.Keywords: Imam al-Shatibi, Qiraat Science, Qurra Biography, Imam Qiraat
Artikel ini bertujuan membincangkan tentang perselisihan pandangan ulama tentang Imam al-Shatibi. Perselisihan tersebut dibahagikan kepada empat bahagian, iaitu asal usul nama, gelaran, kecacatan penglihatan, dan penghijrahan ke Mesir. Perselisihan ini telah menimbulkan salah faham dalam kalangan masyarakat tentang perkara sebenar berkenaan Imam al-Shatibi. Antara faktor berlaku salah faham adalah berpunca daripada sebahagian ahli al-Quran dan al-Qiraat sendiri yang tidak arif tentang perkara tersebut. Kajian juga akan mengemukakan jawapan kepada perselisihan terbabit seterusnya memberi penjelasan yang tuntas bagi permasalahan ini. Kajian ini adalah merupakan kajian kualitatif. Dapatan kajian adalah bersumberkan dokumentasi dan persejarahan yang dianalisis menggunakan metode analisis teks dan kandungan. Hasil kajian mendapati asal usul nama Imam al-Shatibi ini berkait rapat dengan faktor keturunan, bahasa dan perkahwinan. Perselisihan tentang gelaran beliau pula didapati berpunca daripada beberapa faktor antaranya dalam bidang penulisan. Perselisihan berkenaan kecacatan penglihatan adalah melibatkan tempoh umur, manakala faktor penghijrahan beliau ke Mesir bukan semata-mata kerana ingin menunaikan haji.
Kata kunci: Imam al-Shatibi, Ilmu Qiraat, Biografi Qurra, Imam Qiraat
Universiti Sultan Zainal Abidin
Title: [Disagreement of Scholars' Views on The Biography of Imam Al-Shatibi] Perselisihan Pandangan Ulama Tentang Biografi Imam Al-Shatibi
Description:
This article aims to discuss about the differences between scholar's views on Imam al-Shatibi.
These differences are divided into four parts: the origin of names, titles, sight defects, and migration to Egypt.
These differences have led to misunderstanding among people about the real facts on Imam al-Shatibi.
One of the factors that lead to this misunderstanding is attributed to some of the members of the al - Qur'an and al - Qiraat who are ignorant of this matter.
This study will also present the answers to the differences so as to provide a complete explanation for this problem.
This study is a qualitative study.
Therefore, the findings are based on the documentation and investigation that has been analyzed using the text and content analysis methods.
The findings suggest that the origin of the name of Imam al-Shatibi is closely related to heredity, language and marriage factors.
The differences over his title were derived from several factors in the field of writing.
The dispute over sight defects involves a period of time, while his migration factor to Egypt is not merely due to the pilgrimage.
Keywords: Imam al-Shatibi, Qiraat Science, Qurra Biography, Imam Qiraat
Artikel ini bertujuan membincangkan tentang perselisihan pandangan ulama tentang Imam al-Shatibi.
Perselisihan tersebut dibahagikan kepada empat bahagian, iaitu asal usul nama, gelaran, kecacatan penglihatan, dan penghijrahan ke Mesir.
Perselisihan ini telah menimbulkan salah faham dalam kalangan masyarakat tentang perkara sebenar berkenaan Imam al-Shatibi.
Antara faktor berlaku salah faham adalah berpunca daripada sebahagian ahli al-Quran dan al-Qiraat sendiri yang tidak arif tentang perkara tersebut.
Kajian juga akan mengemukakan jawapan kepada perselisihan terbabit seterusnya memberi penjelasan yang tuntas bagi permasalahan ini.
Kajian ini adalah merupakan kajian kualitatif.
Dapatan kajian adalah bersumberkan dokumentasi dan persejarahan yang dianalisis menggunakan metode analisis teks dan kandungan.
Hasil kajian mendapati asal usul nama Imam al-Shatibi ini berkait rapat dengan faktor keturunan, bahasa dan perkahwinan.
Perselisihan tentang gelaran beliau pula didapati berpunca daripada beberapa faktor antaranya dalam bidang penulisan.
Perselisihan berkenaan kecacatan penglihatan adalah melibatkan tempoh umur, manakala faktor penghijrahan beliau ke Mesir bukan semata-mata kerana ingin menunaikan haji.
Kata kunci: Imam al-Shatibi, Ilmu Qiraat, Biografi Qurra, Imam Qiraat
.
Related Results
PERLUNYA LEMBAGA SITA EKSEKUSI PADA PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI INDONESIA
PERLUNYA LEMBAGA SITA EKSEKUSI PADA PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI INDONESIA
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial mengatur mengenai penyelesaian sengketa di dalam hubungan kerja antara pekerja dengan pengusa...
İmam Hatip Lisesi Öğrencilerinin İmam Hatip Lisesi, Meslek Dersi Öğretmeni ve İdarecilerine İlişkin Metaforik Algıları
İmam Hatip Lisesi Öğrencilerinin İmam Hatip Lisesi, Meslek Dersi Öğretmeni ve İdarecilerine İlişkin Metaforik Algıları
Bu çalışmanın amacı, İmam Hatip Lisesi öğrencilerinin İmam Hatip
Lisesi, İmam Hatip Lisesi meslek dersi öğretmeni ve İmam Hatip
Lisesi idaresine ilişkin algılarını metaforlar yoluy...
Analisis Keteladanan Tokoh pada Buku Biografi Pramoedya Ananta Toer dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Tek Biografi di SMA Kelas X
Analisis Keteladanan Tokoh pada Buku Biografi Pramoedya Ananta Toer dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Tek Biografi di SMA Kelas X
Penelitian ini dilatarbelakangi bahan ajar yang tidak sesuai kompetensi dan materi teks biografi yang tidak menampilkan sastrawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis k...
Perlindungan Hukum Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Industrial di Sektor Swasta
Perlindungan Hukum Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Industrial di Sektor Swasta
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Hubungan Industrial,membagai perselisihan industrial menjadi empat macam, yaitu perselisihan hak, pers...
Peran Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat
Peran Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat
AbstrakMUI Sumatra Barat masa kepemimpinan Buya Gusrizal Gazahar memahami pergolakan dan perubahan sosial seperti perubahan. Masa kepemimpinnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sum...
Metatheories of disagreement: Introduction
Metatheories of disagreement: Introduction
AbstractThis article introducesMetaphilosophy'sspecial issue on metatheories of disagreement, with the aim of promoting discussion on the nature of disagreement on a metatheoretica...
Studi Komparatif Kedudukan Wali Dalam Pernikahan Menurut Imam Syafi-i dan Imam Hanafi
Studi Komparatif Kedudukan Wali Dalam Pernikahan Menurut Imam Syafi-i dan Imam Hanafi
Abstrack: The marriage guardian is a person who acts on behalf of bride while the marriage contract, imam syafi’i and imam hanafi have differences and similarities of opinion, the...
Istidlal Batalnya Wudlu (Perspektif Imam Hanafi dan Imam Syafi’i)
Istidlal Batalnya Wudlu (Perspektif Imam Hanafi dan Imam Syafi’i)
<p><em>This study aims to determine 1) How is Istidlal (the process of searching for and using arguments) to invalidate ablution according to Imam Hanafi and Imam Syafi...

