Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ONOMATOPE BAHASA DEVAYAN

View through CrossRef
Onomatopoeia is the naming of objects or deeds by sound imitation. Imitation of sound does not only include animal, human, natural, or audible sounds, but also sounds that describe moving objects, collisions, or human feelings or emotions. In this study, onomatopoeia is the result of an imitation of sound (which is more or less the same as the original sound) and is arbitrary. This study aims to describe the Devayan language onomatopoeia of natural sounds, animal sounds and human voices. This type of research uses a qualitative descriptive approach. The data source of this research is 7 community leaders of Simeulue, namely native speakers of the Devayan language in Simeulue Cut, data obtained from sounds imitated by the community. Data collection techniques used in this study were interview, record, see and note technique. The results showed that imitations of sounds originating from natural sounds were found to be around 26 imitations of sounds, including imitations of the sound "Falls" Druuhhmm! and the sound of "Thunder" geudamdum !. Furthermore, the sound of animals found about 25 sounds, such as imitation of the sound of "Buffalo" ongng ... a ... k !, the sound of "Rooster at dawn" my.ku..ut ...! and the sound of "Cats" meauu !. Finally, imitations of sounds originating from human voices found about 19 sounds, including imitation of human voice "sneeze" hacyhihh! The form of words contained in the mock sound data is a form of compounding morpheme to indicate a repetitive, prolongation of the voice that indicates activities and conditions that last long, and condensation of sounds that are marked with small letters that indicate something fast. They use these imitations in various conditions. Abstrak Onomatope adalah penamaan benda atau perbuatan dengan peniruan bunyi. Peniruan bunyi tersebut tidak hanya mencakup suara hewan, manusia, alam, atau suara yang dapat didengar saja, namun juga suara yang menggambarkan benda bergerak, benturan, maupun perasaan atau emosi manusia. Dalam penelitian ini, onomatope merupakan hasil tiruan bunyi (yang kurang lebih sama dengan suara aslinya) dan bersifat arbitrer. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan onomatope bahasa Devayan suara alam, suara hewan dan suara manusia. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah 7 tokoh masyarakat Simeulue, yaitu penutur asli bahasa Devayan yang ada di Simeulue Cut, data diperoleh dari bunyi-bunyi yang ditirukan oleh masyarakat tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik wawancara, rekam, simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiruan bunyi yang berasal dari suara alam ditemukan sekitar 26 tiruan bunyi, diantaranya seperti tiruan suara “Terjun” Druuhhmm!, suara “Angin berhembus kencang” Ffeooff! dan suara “Guntur” geudamdum!. Selanjutnya, suara hewan ditemukan sekitar 25 tiruan bunyi, diantaranya seperti Tiruan suara “Kerbau” ongng…a..k!, suara “Ayam jantan waktu subuh” ku.ku..ut…! dan suara “Kucing” meauu!. Terakhir, tiruan bunyi yang berasal dari suara manusia ditemukan sekitar 19 tiruan bunyi, diantaranya seperti Tiruan suara manusia “Bersin” hacyhihh!, suara “Batuk” huk..uhuk!, dan suara “Waktu teriris pisau pada bagian jari tangan” auch!. Bentuk kata yang terdapat pada data tiruan bunyi adalah bentuk pemajemukan morfem untuk menunjukkan suatu yang berulang-ulang, pemanjangan suara yang menunjukkan aktivitas dan keadaan yang berlangsung lama, dan pemadatan suara yang ditandai dengan huruf kecil yang menunjukkan sesuatu yang cepat. Mereka menggunakan tiruan tersebut dalam berbagai kondidsi yang ada. Kata Kunci: Onomatope, Bahasa, Devayan
STKIP Bina Bangsa Getsempena
Title: ONOMATOPE BAHASA DEVAYAN
Description:
Onomatopoeia is the naming of objects or deeds by sound imitation.
Imitation of sound does not only include animal, human, natural, or audible sounds, but also sounds that describe moving objects, collisions, or human feelings or emotions.
In this study, onomatopoeia is the result of an imitation of sound (which is more or less the same as the original sound) and is arbitrary.
This study aims to describe the Devayan language onomatopoeia of natural sounds, animal sounds and human voices.
This type of research uses a qualitative descriptive approach.
The data source of this research is 7 community leaders of Simeulue, namely native speakers of the Devayan language in Simeulue Cut, data obtained from sounds imitated by the community.
Data collection techniques used in this study were interview, record, see and note technique.
The results showed that imitations of sounds originating from natural sounds were found to be around 26 imitations of sounds, including imitations of the sound "Falls" Druuhhmm! and the sound of "Thunder" geudamdum !.
Furthermore, the sound of animals found about 25 sounds, such as imitation of the sound of "Buffalo" ongng .
a .
k !, the sound of "Rooster at dawn" my.
ku.
ut .
! and the sound of "Cats" meauu !.
Finally, imitations of sounds originating from human voices found about 19 sounds, including imitation of human voice "sneeze" hacyhihh! The form of words contained in the mock sound data is a form of compounding morpheme to indicate a repetitive, prolongation of the voice that indicates activities and conditions that last long, and condensation of sounds that are marked with small letters that indicate something fast.
They use these imitations in various conditions.
Abstrak Onomatope adalah penamaan benda atau perbuatan dengan peniruan bunyi.
Peniruan bunyi tersebut tidak hanya mencakup suara hewan, manusia, alam, atau suara yang dapat didengar saja, namun juga suara yang menggambarkan benda bergerak, benturan, maupun perasaan atau emosi manusia.
Dalam penelitian ini, onomatope merupakan hasil tiruan bunyi (yang kurang lebih sama dengan suara aslinya) dan bersifat arbitrer.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan onomatope bahasa Devayan suara alam, suara hewan dan suara manusia.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
Sumber data penelitian ini adalah 7 tokoh masyarakat Simeulue, yaitu penutur asli bahasa Devayan yang ada di Simeulue Cut, data diperoleh dari bunyi-bunyi yang ditirukan oleh masyarakat tersebut.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik wawancara, rekam, simak dan catat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiruan bunyi yang berasal dari suara alam ditemukan sekitar 26 tiruan bunyi, diantaranya seperti tiruan suara “Terjun” Druuhhmm!, suara “Angin berhembus kencang” Ffeooff! dan suara “Guntur” geudamdum!.
Selanjutnya, suara hewan ditemukan sekitar 25 tiruan bunyi, diantaranya seperti Tiruan suara “Kerbau” ongng…a.
k!, suara “Ayam jantan waktu subuh” ku.
ku.
ut…! dan suara “Kucing” meauu!.
Terakhir, tiruan bunyi yang berasal dari suara manusia ditemukan sekitar 19 tiruan bunyi, diantaranya seperti Tiruan suara manusia “Bersin” hacyhihh!, suara “Batuk” huk.
uhuk!, dan suara “Waktu teriris pisau pada bagian jari tangan” auch!.
Bentuk kata yang terdapat pada data tiruan bunyi adalah bentuk pemajemukan morfem untuk menunjukkan suatu yang berulang-ulang, pemanjangan suara yang menunjukkan aktivitas dan keadaan yang berlangsung lama, dan pemadatan suara yang ditandai dengan huruf kecil yang menunjukkan sesuatu yang cepat.
Mereka menggunakan tiruan tersebut dalam berbagai kondidsi yang ada.
Kata Kunci: Onomatope, Bahasa, Devayan.

Related Results

ONOMATOPE MANUSIA DALAM WEBTOON LOKAL PASUTRI GAJE SEASON 1 KARYA ANNISA NISFIHANI
ONOMATOPE MANUSIA DALAM WEBTOON LOKAL PASUTRI GAJE SEASON 1 KARYA ANNISA NISFIHANI
 Humans as living beings are very productive in creating imitations of sounds from activities, feelings, and circumstances they experience. This study aims to describe the form, me...
Deskripsi Semantik: Analisis Kontrastif Onomatope Gijougo Bahasa Jepang dan Bahasa Jawa
Deskripsi Semantik: Analisis Kontrastif Onomatope Gijougo Bahasa Jepang dan Bahasa Jawa
Dapat dikatakan bahwa bahasa adalah sistem tanda bunyi, dan sistem bahasa berfungsi sebagai lambang yang berwujud bunyi. Suatu bahasa memiliki kata-kata yang dilambangkan dengan bu...
Onomatope dalam Istilah-istilah Gamelan Jawa
Onomatope dalam Istilah-istilah Gamelan Jawa
Onomatopoeia in Javanese is attached to the Javanese musical art activity called gamelan or Karawitan. Just as music is related to sounds, there are various gamelan terms which are...
Pemaknaan Onomatope dalam Manga “Yotsubato” Chapter 3 Karya Kiyohiko Azuma
Pemaknaan Onomatope dalam Manga “Yotsubato” Chapter 3 Karya Kiyohiko Azuma
Penggunaan onomatope Bahasa Jepang pada suatu manga atau komik Jepang adalah hal yang wajar dan sering dijumpai. Dengan melakukan translasi makna dan padanannya dalam Bahasa Indone...
PERSPEKTIF AKULTURASI NILAI BILINGUALISME BAHASA DI SITUBONDO
PERSPEKTIF AKULTURASI NILAI BILINGUALISME BAHASA DI SITUBONDO
Abstrak, Indonesia sebagai sebuah bangsa memiliki keragaman budaya dan bahasa yang sangat tinggi. Tingkat kemajemukan yang sangat tinggi ini tercermin dalamjumlahbahasa daerah yang...
Onomatope Jajanan dari Tepung Tapioka (Aci) di Kabupaten Bandung (Kajian Fonestemik)
Onomatope Jajanan dari Tepung Tapioka (Aci) di Kabupaten Bandung (Kajian Fonestemik)
Penelitian ini mengkaji unsur onomatope dalam penamaan jajanan berbahan tepung tapioka di Bandung, seperti cimol, cireng, cipak, dan cipuk. Penelitian bertujuan menjelaskan bagaima...
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik seperti ...
MEMARTABATKAN BAHASA MELAYU MELALUI PENDIDIKAN DAN MENDEPANI CABARAN GLOBALISASI
MEMARTABATKAN BAHASA MELAYU MELALUI PENDIDIKAN DAN MENDEPANI CABARAN GLOBALISASI
ABSTRAK Makalah ini membincangkan usaha memartabatkan bahasa Melayu melalui pendidikan. Tujuan utama ke arah ini adalah kerana bahasa Melayu merupakan bahasa kebangsaan yang menja...

Back to Top