Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Onomatope Jajanan dari Tepung Tapioka (Aci) di Kabupaten Bandung (Kajian Fonestemik)

View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji unsur onomatope dalam penamaan jajanan berbahan tepung tapioka di Bandung, seperti cimol, cireng, cipak, dan cipuk. Penelitian bertujuan menjelaskan bagaimana bunyi yang muncul dalam proses pembuatan maupun saat mengonsumsi jajanan tersebut menjadi dasar pembentukan nama, serta menelaah keterkaitannya dengan kajian fonestemik dalam bahasa Sunda yang memandang adanya hubungan antara bunyi dan makna. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara untuk menggali persepsi dan pengalaman penutur terkait penamaan makanan yang bersumber dari bunyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dua puluh nama jajanan dari tepung tapioka yang dianalisis, terdapat lima nama yang secara jelas mengandung unsur onomatope, seperti /-reng/, /-mol/, /-pak/, /kriuk/, dan /-lok/, yang menirukan bunyi alami saat memasak atau dimakan. Unsur bunyi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tiruan suara, tetapi juga membentuk identitas linguistik, menggambarkan tekstur dan rasa, serta mencerminkan cara masyarakat Sunda merepresentasikan budaya melalui kuliner. Dalam perkembangan budaya masa kini, penggunaan onomatope dalam penamaan jajanan terus berkembang seiring kreativitas pedagang dan pengaruh media sosial. Dengan demikian, onomatope memiliki peran penting dalam tradisi penamaan jajanan yang terbuat dari tepung tapioka sebagai wujud keterkaitan antara bahasa, budaya, dan pengalaman indrawi masyarakat Sunda.
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Ponorogo
Title: Onomatope Jajanan dari Tepung Tapioka (Aci) di Kabupaten Bandung (Kajian Fonestemik)
Description:
Penelitian ini mengkaji unsur onomatope dalam penamaan jajanan berbahan tepung tapioka di Bandung, seperti cimol, cireng, cipak, dan cipuk.
Penelitian bertujuan menjelaskan bagaimana bunyi yang muncul dalam proses pembuatan maupun saat mengonsumsi jajanan tersebut menjadi dasar pembentukan nama, serta menelaah keterkaitannya dengan kajian fonestemik dalam bahasa Sunda yang memandang adanya hubungan antara bunyi dan makna.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara untuk menggali persepsi dan pengalaman penutur terkait penamaan makanan yang bersumber dari bunyi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dua puluh nama jajanan dari tepung tapioka yang dianalisis, terdapat lima nama yang secara jelas mengandung unsur onomatope, seperti /-reng/, /-mol/, /-pak/, /kriuk/, dan /-lok/, yang menirukan bunyi alami saat memasak atau dimakan.
Unsur bunyi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tiruan suara, tetapi juga membentuk identitas linguistik, menggambarkan tekstur dan rasa, serta mencerminkan cara masyarakat Sunda merepresentasikan budaya melalui kuliner.
Dalam perkembangan budaya masa kini, penggunaan onomatope dalam penamaan jajanan terus berkembang seiring kreativitas pedagang dan pengaruh media sosial.
Dengan demikian, onomatope memiliki peran penting dalam tradisi penamaan jajanan yang terbuat dari tepung tapioka sebagai wujud keterkaitan antara bahasa, budaya, dan pengalaman indrawi masyarakat Sunda.

Related Results

Kerentanan Jenis Tepung terhadap Infestasi Kumbang Tepung Merah (Tribolium castaneum Herbst) (Coleoptera: Tenebrionidae)
Kerentanan Jenis Tepung terhadap Infestasi Kumbang Tepung Merah (Tribolium castaneum Herbst) (Coleoptera: Tenebrionidae)
ABSTRACT Susceptibility of various flour types to the investation of red flour beetle ( Tribolium castaneum Herbst) (Coleoptera: Tenebrionidae) The research on the level of flour...
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI JAJANAN DENGAN PRESTASI BELAJAR REMAJA DI SMP PL DOMENICO SAVIO SEMARANG
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI JAJANAN DENGAN PRESTASI BELAJAR REMAJA DI SMP PL DOMENICO SAVIO SEMARANG
Latar belakang: Masa remaja merupakan masa transisi dari anak menuju dewasa. Remaja mengalami perkembangan secara fisik dan psikologi. Perlu asupan energi yang optimal untuk menunj...
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
FORMULASI TEPUNG PISANG DAN TEPUNG MOCAF TERHADAP MUTU CAKE
Pengembangan produk cake yang memanfaatkan tepung mocaf dan tepung pisang untuk menggantikan sebagian dan keseluruhan terigu ditujukan untuk memanfaatkan bahan pangan lokal, memper...
Karakteristik Kimia dan Organoleptik Otak-Otak Ikan Ekor Kuning (Caesio erythrogaster) dengan Penambahan Tepung Tapioka dan Tepung Sagu
Karakteristik Kimia dan Organoleptik Otak-Otak Ikan Ekor Kuning (Caesio erythrogaster) dengan Penambahan Tepung Tapioka dan Tepung Sagu
Otak-otak ikan merupakan produk gel dari daging ikan yang dicampur dengan tapioka dan bumbu-bumbu seperti garam, gula, santan kental, bawang putih, bawang merah, dan lada. Ikan eko...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Pengaruh Penambahan Berbagai Jenis Tepung terhadap Tekstur Bakso
Pengaruh Penambahan Berbagai Jenis Tepung terhadap Tekstur Bakso
Tekstur merupakan salah satu parameter utama dalam penentuan mutu bakso karena berkaitan dengan daya terima konsumen. Salah satu faktor yang memengaruhi tekstur bakso adalah jenis ...

Back to Top