Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakteristik Kimia dan Organoleptik Otak-Otak Ikan Ekor Kuning (Caesio erythrogaster) dengan Penambahan Tepung Tapioka dan Tepung Sagu

View through CrossRef
Otak-otak ikan merupakan produk gel dari daging ikan yang dicampur dengan tapioka dan bumbu-bumbu seperti garam, gula, santan kental, bawang putih, bawang merah, dan lada. Ikan ekor kuning digolongkan sebagai ikan laut yang mengandung protein tinggi dan asam lemak omega 3 dan 6. Ikan ekor kuning cocok dibuat otak-otak karena mempunyai daging yang lembut, berwarna putih, dan berdaging tebal. Penelitian ini bertujuan untuk diversifikasi produk otak-otak berbahan baku ikan ekor kuning dengan perlakuan variasi penambahan tepung sagu dan tepung tapioka. Karakteristik kimia yang diamati meliputi uji kadar air, protein, lemak, dan kadar abu. Tingkat kesukaan konsumen pada produk otak-otak diuji secara organoleptik terhadap warna, aroma, citarasa, serta tekstur.Otak-otak yang terbuat dari ikan ekor kuning dengan perlakuan A1 (75 persen tepung tapioka dan 25 persen tepung sagu), A2 (50 persen tepung tapioka dan 50 persen tepung sagu), dan A3 (25 persen tepung tapioka dan 75 persen tepung sagu), masing-masing mempunyai kadar air: 58,97, 58,12, 59,34 persen. Protein: 6,10, 5,42, 4,49. Lemak: 0,52, 0,75, 059 persen. Abu: 1,68, 1,72, 1,63 persen. Uji organoleptik pada otak-otak ikan yang dibuat dari ikan ekor kuning memiliki rentang nilai 3 sampai 5 (aga k suka sampai sangat suka). Perlakuan A1 (25 persen tepung tapioka dan 75 persen tepung sagu) paling disukai oleh panelis dari segi warna, citarasa, dan tekstur.
Title: Karakteristik Kimia dan Organoleptik Otak-Otak Ikan Ekor Kuning (Caesio erythrogaster) dengan Penambahan Tepung Tapioka dan Tepung Sagu
Description:
Otak-otak ikan merupakan produk gel dari daging ikan yang dicampur dengan tapioka dan bumbu-bumbu seperti garam, gula, santan kental, bawang putih, bawang merah, dan lada.
Ikan ekor kuning digolongkan sebagai ikan laut yang mengandung protein tinggi dan asam lemak omega 3 dan 6.
Ikan ekor kuning cocok dibuat otak-otak karena mempunyai daging yang lembut, berwarna putih, dan berdaging tebal.
Penelitian ini bertujuan untuk diversifikasi produk otak-otak berbahan baku ikan ekor kuning dengan perlakuan variasi penambahan tepung sagu dan tepung tapioka.
Karakteristik kimia yang diamati meliputi uji kadar air, protein, lemak, dan kadar abu.
Tingkat kesukaan konsumen pada produk otak-otak diuji secara organoleptik terhadap warna, aroma, citarasa, serta tekstur.
Otak-otak yang terbuat dari ikan ekor kuning dengan perlakuan A1 (75 persen tepung tapioka dan 25 persen tepung sagu), A2 (50 persen tepung tapioka dan 50 persen tepung sagu), dan A3 (25 persen tepung tapioka dan 75 persen tepung sagu), masing-masing mempunyai kadar air: 58,97, 58,12, 59,34 persen.
Protein: 6,10, 5,42, 4,49.
Lemak: 0,52, 0,75, 059 persen.
Abu: 1,68, 1,72, 1,63 persen.
Uji organoleptik pada otak-otak ikan yang dibuat dari ikan ekor kuning memiliki rentang nilai 3 sampai 5 (aga k suka sampai sangat suka).
Perlakuan A1 (25 persen tepung tapioka dan 75 persen tepung sagu) paling disukai oleh panelis dari segi warna, citarasa, dan tekstur.

Related Results

Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
<p><strong><em>Feasibility and Perspective Analysis of Sagu Processing Development in South Sulawesi</em></strong><em>.</em><em> <...
FORMULASI KERUPUK SAGU DENGAN PENAMBAHAN TAPIOKA DAN TERIGU
FORMULASI KERUPUK SAGU DENGAN PENAMBAHAN TAPIOKA DAN TERIGU
Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari bahan berpati, bersifat kering dan renyah. Kerupuk yang berbahan dasar sagu pada umumnya dikenal dengan nama kerupuk sagu. Kerupuk sa...
SISTEM PENENTUAN WAKTU SIMPAN TEPUNG SAGU DI KABUPATEN MERAUKE DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
SISTEM PENENTUAN WAKTU SIMPAN TEPUNG SAGU DI KABUPATEN MERAUKE DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
Sagu di kabupatem Merauke sebagai salah satu sumbermakanan pokok dan sekaligus tanaman endemik yang sangat berpotensi sebagai salah satu komoditi pangan domestik amaupun export. Na...
Substitusi Tepung Terigu Dengan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) Dalam Pembuatan Choux Pastry
Substitusi Tepung Terigu Dengan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) Dalam Pembuatan Choux Pastry
Labu kuning segar memiliki daya simpan relatif pendek sehingga perlu dilakukan pengolahan agar lebih tahan lama. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh substitusi tepun...
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
JEJAK BUDAYA SAGU DAN TRADISI PENGELOLAAN HUTAN SAGU DI KAWASAN DANAU SENTANI, PAPUA
Hutan sagu dijumpai di kawasan Danau Sentani, di Papua. Tanaman sagu ini sudah ada sejak nenek moyang etnis Sentani tiba pertama kali di kawasan danau ini, dan pengelolaan hutan sa...

Back to Top