Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Onomatope dalam Istilah-istilah Gamelan Jawa

View through CrossRef
Onomatopoeia in Javanese is attached to the Javanese musical art activity called gamelan or Karawitan. Just as music is related to sounds, there are various gamelan terms which are onomatopoeia. The lack of research on the onomatopoeia of these terms motivated a preliminary study of how onomatopoeia is formed in Javanese gamelan terms and its use in both verbal and written. Data was taken from literature studies and independent reflection based on the author's observation experiences. Next, the data is classified based on word form and the use of terms in gamelan practice. This research found onomatopoeia in Javanese gamelan terms which are dominated by secondary forms of onomatopoeia, namely imitations of sounds from the gamelan instruments being played. Meanwhile, based on word formation, onomatopoeia of gamelan terms consists of (1) root words as basic words, (2) root words plus formative, (3) root words doubled, (4) two or more root words, and (5) compound words. Based on their use, these terms are divided into four functions, namely as a basis for naming gamelan instruments, naming gamelan percussion techniques, and to describe gamelan sounds. The use of these terms can also be seen verbally and written. === Onomatope dalam bahasa Jawa melekat pada aktivitas seni musik Jawa yang disebut dengan gamelan atau seni karawitan. Sebagaimana musik berhubungan dengan suara dan bunyi-bunyian, ada berbagai istilah gamelan yang merupakan bentuk onomatope. Minimnya penelitian tentang onomatope istilah-istilah tersebut memotivasi kajian awal terhadap pembentukan onomatope dalam istilah gamelan Jawa dan fungsi atau penggunaannya baik secara tertulis maupun secara verbal. Data diambil dari studi literatur dan refleksi mandiri berdasarkan pengalaman observasi penulis. Berikutnya, data diklasifikasikan berdasarkan pembentukan kata dan penggunaan istilah-istilah dalam praktik gamelan. Penelitian ini menemukan jenis onomatope dalam istilah-istilah gamelan Jawa yang didominasi bentuk onomatope sekunder, yaitu tiruan-tiruan bunyi dari instrumen gamelan yang dimainkan. Sementara itu, berdasarkan pembentukan katanya, onomatope istilah-istilah gamelan terdiri dari (1) akar kata sebagai kata dasar, (2) akar kata ditambah formatif, (3) akar kata diduakalikan, (4) dua akar kata atau lebih, dan (5) kata majemuk. Berdasarkan penggunaannya, istilah-istilah ini terbagi dalam empat fungsi yaitu sebagai dasar penamaan instrumen gamelan, penamaan teknik tabuh gamelan, dan untuk mendeskripsikan bunyi gamelan. Penggunaan istilah-istilah ini juga dapat dilihat secara lisan dan tertulis.
Title: Onomatope dalam Istilah-istilah Gamelan Jawa
Description:
Onomatopoeia in Javanese is attached to the Javanese musical art activity called gamelan or Karawitan.
Just as music is related to sounds, there are various gamelan terms which are onomatopoeia.
The lack of research on the onomatopoeia of these terms motivated a preliminary study of how onomatopoeia is formed in Javanese gamelan terms and its use in both verbal and written.
Data was taken from literature studies and independent reflection based on the author's observation experiences.
Next, the data is classified based on word form and the use of terms in gamelan practice.
This research found onomatopoeia in Javanese gamelan terms which are dominated by secondary forms of onomatopoeia, namely imitations of sounds from the gamelan instruments being played.
Meanwhile, based on word formation, onomatopoeia of gamelan terms consists of (1) root words as basic words, (2) root words plus formative, (3) root words doubled, (4) two or more root words, and (5) compound words.
Based on their use, these terms are divided into four functions, namely as a basis for naming gamelan instruments, naming gamelan percussion techniques, and to describe gamelan sounds.
The use of these terms can also be seen verbally and written.
=== Onomatope dalam bahasa Jawa melekat pada aktivitas seni musik Jawa yang disebut dengan gamelan atau seni karawitan.
Sebagaimana musik berhubungan dengan suara dan bunyi-bunyian, ada berbagai istilah gamelan yang merupakan bentuk onomatope.
Minimnya penelitian tentang onomatope istilah-istilah tersebut memotivasi kajian awal terhadap pembentukan onomatope dalam istilah gamelan Jawa dan fungsi atau penggunaannya baik secara tertulis maupun secara verbal.
Data diambil dari studi literatur dan refleksi mandiri berdasarkan pengalaman observasi penulis.
Berikutnya, data diklasifikasikan berdasarkan pembentukan kata dan penggunaan istilah-istilah dalam praktik gamelan.
Penelitian ini menemukan jenis onomatope dalam istilah-istilah gamelan Jawa yang didominasi bentuk onomatope sekunder, yaitu tiruan-tiruan bunyi dari instrumen gamelan yang dimainkan.
Sementara itu, berdasarkan pembentukan katanya, onomatope istilah-istilah gamelan terdiri dari (1) akar kata sebagai kata dasar, (2) akar kata ditambah formatif, (3) akar kata diduakalikan, (4) dua akar kata atau lebih, dan (5) kata majemuk.
Berdasarkan penggunaannya, istilah-istilah ini terbagi dalam empat fungsi yaitu sebagai dasar penamaan instrumen gamelan, penamaan teknik tabuh gamelan, dan untuk mendeskripsikan bunyi gamelan.
Penggunaan istilah-istilah ini juga dapat dilihat secara lisan dan tertulis.

Related Results

ONOMATOPE MANUSIA DALAM WEBTOON LOKAL PASUTRI GAJE SEASON 1 KARYA ANNISA NISFIHANI
ONOMATOPE MANUSIA DALAM WEBTOON LOKAL PASUTRI GAJE SEASON 1 KARYA ANNISA NISFIHANI
 Humans as living beings are very productive in creating imitations of sounds from activities, feelings, and circumstances they experience. This study aims to describe the form, me...
DIFUSI INOVASI GAMELAN VIRTUAL UNTUK PEMBELAJARAN
DIFUSI INOVASI GAMELAN VIRTUAL UNTUK PEMBELAJARAN
LLearning gamelan is starting to gain a lot of interest. It can be seen from the increasing demandfor learning gamelan in primary and secondary as well as vocational schools in the...
GAMELAN GONG KEBYAR SEMBILAN BILAH DI DESA KELECUNG
GAMELAN GONG KEBYAR SEMBILAN BILAH DI DESA KELECUNG
Gamelan merupakan salah satu kebudayaan asli Indonesia yang telah berkembang sebagai musik sejak jaman prasejarah hingga saat ini. Perkembangan gamelan di Bali...
Eksistensi Gamelan Gong Gede Saih Pitu Dalam Ritual Agama Hindu Di Banjar Kebon Singapadu ( Perspektif Teologi Hindu )
Eksistensi Gamelan Gong Gede Saih Pitu Dalam Ritual Agama Hindu Di Banjar Kebon Singapadu ( Perspektif Teologi Hindu )
<p><em>Types of gamelan that exist in the earth comes from the voice of Genta Pinara Pitu which became the inspiration of the birth gamelan in the realms of the Gods, R...
Deskripsi Semantik: Analisis Kontrastif Onomatope Gijougo Bahasa Jepang dan Bahasa Jawa
Deskripsi Semantik: Analisis Kontrastif Onomatope Gijougo Bahasa Jepang dan Bahasa Jawa
Dapat dikatakan bahwa bahasa adalah sistem tanda bunyi, dan sistem bahasa berfungsi sebagai lambang yang berwujud bunyi. Suatu bahasa memiliki kata-kata yang dilambangkan dengan bu...
Pembelajaran gamelan gender wayang pada generasi z di sanggar swasti swara denpasar (persektif pendidikan agama hindu)
Pembelajaran gamelan gender wayang pada generasi z di sanggar swasti swara denpasar (persektif pendidikan agama hindu)
Generasi muda saat ini mengalami krisis karakter yang ditandai dengan ketidakpedulian terhadap budaya sejak adanya perkembangan teknologi yang telah memasuki perkembangan era 4.0. ...
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK GAMELAN JAWA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN LANSIA
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK GAMELAN JAWA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN LANSIA
Kecemasan lansia di panti wreda cenderung meningkat setiap hari.Kondisi ini dapat mengakibatkan ketidakmampuan berlebihan dan gangguan pada kualitas kehidupan lebih lanjut pada lan...
Pemberdayaan Industri Gamelan di Desa Wirun Melalui Optimalisasi Pemasaran Berbasis Website
Pemberdayaan Industri Gamelan di Desa Wirun Melalui Optimalisasi Pemasaran Berbasis Website
Gamelan sebagai alat musik tradisional khas Indonesia menjadi warisan budaya yang harus dilestarikan. Selain menjadi alat musik yang khas, gamelan sudah menjadi maskot untuk Desa W...

Back to Top