Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Suhu Dan Waktu Hidrolisis Biji Alpukat (Persea americana M.) Menggunakan Katalis Hcl Terhadap Produksi Bioetanol

View through CrossRef
Peningkatan populasi yang tinggi serta perkembangan industri mengakibatkan konsumsi energi yang semakin tinggi yang berdampak pada terjadinnya krisis energi. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dikembangkan energi terbarukan seperti bioetanol. Bioetanol dapat diproduksi dari bahan baku yang mengandung karbodidrat seperti biji alpukat. Biji alpukat memiliki kandungan karbohidrat sebesar 29,6%. Kebaruan dari penelitian ini yaitu menggunakan biji alpukat yang dikonversi menjadi bioetanol dengan bantuan katalis asam klorida (HCl). Pada proses hidrolisis dilakukan optimasi pada variasi waktu dan suhu pemanasan. Hidrolisat yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis gula pereduksi menggunakan metode DNS pada instrumen UV-Vis. Waktu dan suhu pemanas yang menghasilkan kadar gula tertinggi digunakan untuk proses fermentasi. Bioetanol yang dihasilkan dari proses fermentasi dimurnikan menggunakan alat distilasi bertingkat. Kadar gula pereduksi yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 83,32 g/L pada waktu pemanasan 60 menit dan suhu 2500C. hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kandungan bioetanol karena terjadi perubahan warna dari jingga menjadi biru pada hasil analisis kualitatif bioetanol. Konsentrasi bioetanol yang dianalisis menggunakan hand refractometer sebesar 70% dan 42,92% yang dianalisis menggunakan GC-FID.
Title: Pengaruh Suhu Dan Waktu Hidrolisis Biji Alpukat (Persea americana M.) Menggunakan Katalis Hcl Terhadap Produksi Bioetanol
Description:
Peningkatan populasi yang tinggi serta perkembangan industri mengakibatkan konsumsi energi yang semakin tinggi yang berdampak pada terjadinnya krisis energi.
Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dikembangkan energi terbarukan seperti bioetanol.
Bioetanol dapat diproduksi dari bahan baku yang mengandung karbodidrat seperti biji alpukat.
Biji alpukat memiliki kandungan karbohidrat sebesar 29,6%.
Kebaruan dari penelitian ini yaitu menggunakan biji alpukat yang dikonversi menjadi bioetanol dengan bantuan katalis asam klorida (HCl).
Pada proses hidrolisis dilakukan optimasi pada variasi waktu dan suhu pemanasan.
Hidrolisat yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis gula pereduksi menggunakan metode DNS pada instrumen UV-Vis.
Waktu dan suhu pemanas yang menghasilkan kadar gula tertinggi digunakan untuk proses fermentasi.
Bioetanol yang dihasilkan dari proses fermentasi dimurnikan menggunakan alat distilasi bertingkat.
Kadar gula pereduksi yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 83,32 g/L pada waktu pemanasan 60 menit dan suhu 2500C.
hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kandungan bioetanol karena terjadi perubahan warna dari jingga menjadi biru pada hasil analisis kualitatif bioetanol.
Konsentrasi bioetanol yang dianalisis menggunakan hand refractometer sebesar 70% dan 42,92% yang dianalisis menggunakan GC-FID.

Related Results

MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
PEMANFAATAN BERAS MERAH DAN ALPUKAT SEBAGAI LULUR UNTUK MELEMBABKAN KULIT BADAN
PEMANFAATAN BERAS MERAH DAN ALPUKAT SEBAGAI LULUR UNTUK MELEMBABKAN KULIT BADAN
ABSTRAK - Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengetahui (1) Proses pembuatan beras merah dan alpukat, (2) Teknik penggunaan lulur beras merah dan alpukat pada kulit ...
Evaluating the Acetylcholinesterase Inhibitory and Antioxidant Activities of Persea Americana Extracts
Evaluating the Acetylcholinesterase Inhibitory and Antioxidant Activities of Persea Americana Extracts
Medicinal plants are a potential source of enzyme acetylcholinesrerase (AChE) inhibitors, a key target in the treatment of Alzheimer’s disease. This paper studies the AChE inhibito...
POTENSI EKSTRAK BIJI ALPUKAT SEBAGAI KOMPONEN AKTIF PENGAWET DALAM EDIBLE FILM BERBASIS PATI UBI KAYU
POTENSI EKSTRAK BIJI ALPUKAT SEBAGAI KOMPONEN AKTIF PENGAWET DALAM EDIBLE FILM BERBASIS PATI UBI KAYU
Edible film yang berasal dari bahan alami menjadi alternatif kemasan pangan yang berkelanjutan. Namun sifat fungsionalnya yang terbatas memerlukan penambahan senyawa bioaktif. Ekst...
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI BERBAGAI BAGIAN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL)
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI BERBAGAI BAGIAN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL)
Alpukat (Persea americana Mill)  merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat pada berbagai bagian, seperti pada bagian daging buah, kulit, biji, serta daun. Menurut beberapa pen...
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Alpukat (Persea americana Mill)
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Alpukat (Persea americana Mill)
Alpukat dengan nama spesies Persea americana Mill termasuk ke dalam family Lauraceae. Alpukat diketahui mampu berperan aktif sebagai agen antimikroba. Narrative review ini merupaka...
Potensi Daun Alpukat Sebagai Antibakteri
Potensi Daun Alpukat Sebagai Antibakteri
Latar Belakang : Mikroorganisme yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan tubuh dan menyebabkan infeksi. Penyakit infeksi merupakan masalah kesehatan utama yang terjadi di bebe...

Back to Top