Javascript must be enabled to continue!
POTENSI EKSTRAK BIJI ALPUKAT SEBAGAI KOMPONEN AKTIF PENGAWET DALAM EDIBLE FILM BERBASIS PATI UBI KAYU
View through CrossRef
Edible film yang berasal dari bahan alami menjadi alternatif kemasan pangan yang berkelanjutan. Namun sifat fungsionalnya yang terbatas memerlukan penambahan senyawa bioaktif. Ekstrak biji alpukat merupakan sumber potensial senyawa antibakteri alami, tetapi penerapannya dalam film edible masih jarang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan edible film berbasis pati singkong yang diperkaya dengan ekstrak biji alpukat serta mengevaluasi sifat fisikokimia dan antibakterinya. Ekstrak etanol biji alpukat dikarakterisasi menggunakan GC–MS, dianalisis total polifenolnya dan diuji aktivitas antibakterinya. Edible film dibuat dari pati singkong dan gliserol dan ekstrak biji alpukat dengan variasi konsentrasi (0–10% b/b). Edible film diuji kadar air, laju transmisi uap air, kelarutan, daya serap air, profil tekstur, dan aktivitas antibakterinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat mengandung empat senyawa dominan yaitu, asam n-heksadekanoat, 2-(2-hidroksisiklooktil)-furan, 5,10-pentadekadien-1-ol (Z, Z), dan 1H-1,2,3-triazol-4-karboksaldehida dengan total polifenol sebesar 29,82%. Pada konsentrasi ekstrak biji alpukat 10%, zona hambat terhadap E. coli sebesar 15,44 mm. Penambahan ekstrak ke dalam edible film berpengaruh signifikan terhadap kadar air, kelarutan, daya serap air, dan aktivitas antibakteri, namun tidak terhadap transmisi uap air. Penambahan ekstrak biji alpukat 5% menunjukkan hasil yang terbaik pada kekuatan mekanik, sifat penghalang, dan efektivitas antibakteri. Penambahan ekstrak biji alpukat berpotensi digunakan sebagai bahan kemasan aktif alami untuk meningkatkan keamanan dan umur simpan pangan.
Universitas Pasundan
Title: POTENSI EKSTRAK BIJI ALPUKAT SEBAGAI KOMPONEN AKTIF PENGAWET DALAM EDIBLE FILM BERBASIS PATI UBI KAYU
Description:
Edible film yang berasal dari bahan alami menjadi alternatif kemasan pangan yang berkelanjutan.
Namun sifat fungsionalnya yang terbatas memerlukan penambahan senyawa bioaktif.
Ekstrak biji alpukat merupakan sumber potensial senyawa antibakteri alami, tetapi penerapannya dalam film edible masih jarang dieksplorasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan edible film berbasis pati singkong yang diperkaya dengan ekstrak biji alpukat serta mengevaluasi sifat fisikokimia dan antibakterinya.
Ekstrak etanol biji alpukat dikarakterisasi menggunakan GC–MS, dianalisis total polifenolnya dan diuji aktivitas antibakterinya.
Edible film dibuat dari pati singkong dan gliserol dan ekstrak biji alpukat dengan variasi konsentrasi (0–10% b/b).
Edible film diuji kadar air, laju transmisi uap air, kelarutan, daya serap air, profil tekstur, dan aktivitas antibakterinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat mengandung empat senyawa dominan yaitu, asam n-heksadekanoat, 2-(2-hidroksisiklooktil)-furan, 5,10-pentadekadien-1-ol (Z, Z), dan 1H-1,2,3-triazol-4-karboksaldehida dengan total polifenol sebesar 29,82%.
Pada konsentrasi ekstrak biji alpukat 10%, zona hambat terhadap E.
coli sebesar 15,44 mm.
Penambahan ekstrak ke dalam edible film berpengaruh signifikan terhadap kadar air, kelarutan, daya serap air, dan aktivitas antibakteri, namun tidak terhadap transmisi uap air.
Penambahan ekstrak biji alpukat 5% menunjukkan hasil yang terbaik pada kekuatan mekanik, sifat penghalang, dan efektivitas antibakteri.
Penambahan ekstrak biji alpukat berpotensi digunakan sebagai bahan kemasan aktif alami untuk meningkatkan keamanan dan umur simpan pangan.
Related Results
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Ubi Kayu Di Kabupaten Wonogiri
Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Ubi Kayu Di Kabupaten Wonogiri
Ubi kayu merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki banyak kegunaan baik dalam pemenuhan konsumsi serta produksi bagi industri berbahan baku ubi kayu. Kabupaten Wonogir...
PEMANFAATAN BERAS MERAH DAN ALPUKAT SEBAGAI LULUR UNTUK MELEMBABKAN KULIT BADAN
PEMANFAATAN BERAS MERAH DAN ALPUKAT SEBAGAI LULUR UNTUK MELEMBABKAN KULIT BADAN
ABSTRAK - Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengetahui (1) Proses pembuatan beras merah dan alpukat, (2) Teknik penggunaan lulur beras merah dan alpukat pada kulit ...
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
ANALISIS EKONOMI PEMANFAATAN KULIT UBI KAYU FERMENTASI TAKAKURA PADA TERNAK KELINCI NEW ZEALAND WHITE JANTAN
ANALISIS EKONOMI PEMANFAATAN KULIT UBI KAYU FERMENTASI TAKAKURA PADA TERNAK KELINCI NEW ZEALAND WHITE JANTAN
Kulit ubi kayu sangat berpotensi dimanfaatkan menjadi pakan dalam rangka pengembangan ternak potensialterutama kelinci. Setiap kilogram ubi kayu dapat menghasilkan 15–20 % kulit um...
Analisis Potensi Ekspor Hasil Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Pati
Analisis Potensi Ekspor Hasil Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Pati
Kabupaten Pati merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki potensi besar dalam bidang pertanian. Slogan Pati Bumi Mina Tani sangat tepat diberikan untuk daerah ini men...
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Alpukat (Persea americana Mill)
Review: Studi Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Alpukat (Persea americana Mill)
Alpukat dengan nama spesies Persea americana Mill termasuk ke dalam family Lauraceae. Alpukat diketahui mampu berperan aktif sebagai agen antimikroba. Narrative review ini merupaka...
Analisis Nilai Tambah Ubi Kayu sebagai Bahan Baku Keripik di UD. Sinar Gemilang Desa Bobol Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro
Analisis Nilai Tambah Ubi Kayu sebagai Bahan Baku Keripik di UD. Sinar Gemilang Desa Bobol Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro
Ubi kayu merupakan salah satu produk pertanian yang berpotensi cukup besar untuk dikembangkan. Ubi kayu mempunyai manfaat yang bermacam-macam dan secara ekonomi mampu mengentas kem...
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
Kopi merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat umumnya. Kopi merupakan tanaman yang memiliki kandungan kafein dengan salah satu manfaatnya untuk mening...

