Javascript must be enabled to continue!
Peran Orang Tua dalam Membiasakan Kesantunan Berbahasa pada Anak di Kampung Parakan Panjang Bandung
View through CrossRef
Abstract. Language politeness is an important part in the formation of a child’s character which is greatly influenced by the role of the family, especially parents. This research is motivated by the continued discovery of impolite language behavior in children in everyday life, such as the use of harsh words, impolite intonation, and lack of respect for elders, which indicates that the role of parents in cultivating polite language in the family environment is not optimal. Parents have the responsibility to cultivate polite language through role models, guidance, education, supervision, and control of children’s language behavior. This study aims to describe the role of parents as role models, guides and educators, and supervisors in cultivating polite language in children aged 6-12 years in RW 02 Kampung Parakan Panjang Bandung. This study uses a qualitative approach with a case study method, with research subjects including parents, children, and community leaders of Koran Teacher. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation, while data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that some parents have attempted to set an example and guide their children in using polite language in everyday life, but there are still parents who are not consistent in maintaining their speech, especially when angry or emotional, and are less than optimal in supervising and controlling their children’s use of language in social interactions and on gadgets. Therefore, it can be concluded that the role of parents as role models, guides, educators, and supervisors is very influential in cultivating polite language habits in children and needs to be done consistenly and continuously.
Abstrak. Kesantunan berbahasan merupakan bagian penting dalam pembetukan karakter anak yang sangat di pengaruhi oleh peran keluarga, khususnya orang tua. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku berbahasa anak yang kurang santun dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan kata-kata kasar, intonasi yang tidak sopan, serta kurangnya penghormatan kepada orang yang lebih tua, yang menunjukkan belum optimalnya peran orang tua dalam membiasakan kesantunan berbahasa di lingkungan keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab alam membiasakan penggunaan bahasa yang santun melalui keteladanan, pembimbingan, pendidikan, pengawasan, dan pengontrolan terhadap perilaku berbahasa anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua sebagai teladan, pembimbing dan pendidik, serta pengawas dalam membiasakan kesantunan berbahasa pada anak usia 6-12 tahun di RW 02 Kampung Parakan Panjang Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan subjek penelitian meliputi orang tua, anak, dan tokoh masyarakat atau guru ngaji. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian orang tua telah berupaya memberikan teladan dan membimbing anak dalam menggunakan bahasa yang santun dalam kehidupan sehari-hari, namun masih ditemukan orang tua yang belum konsisten dalam menjaga tutur kata, terutama saat marah atau emosi, serta kurang optimal dalam melakukan pengawasan dan pengontrolan terhadap penggunaan bahasa anak dalam pergaulan dan penggunaan hp. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua sebagai teladan, pembimbing, pendidik, dan pengawas sangat berpengaruh dalam pembiasaan kesantunan berbahasa anak dan perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Peran Orang Tua dalam Membiasakan Kesantunan Berbahasa pada Anak di Kampung Parakan Panjang Bandung
Description:
Abstract.
Language politeness is an important part in the formation of a child’s character which is greatly influenced by the role of the family, especially parents.
This research is motivated by the continued discovery of impolite language behavior in children in everyday life, such as the use of harsh words, impolite intonation, and lack of respect for elders, which indicates that the role of parents in cultivating polite language in the family environment is not optimal.
Parents have the responsibility to cultivate polite language through role models, guidance, education, supervision, and control of children’s language behavior.
This study aims to describe the role of parents as role models, guides and educators, and supervisors in cultivating polite language in children aged 6-12 years in RW 02 Kampung Parakan Panjang Bandung.
This study uses a qualitative approach with a case study method, with research subjects including parents, children, and community leaders of Koran Teacher.
Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation, while data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions.
The results of the study indicate that some parents have attempted to set an example and guide their children in using polite language in everyday life, but there are still parents who are not consistent in maintaining their speech, especially when angry or emotional, and are less than optimal in supervising and controlling their children’s use of language in social interactions and on gadgets.
Therefore, it can be concluded that the role of parents as role models, guides, educators, and supervisors is very influential in cultivating polite language habits in children and needs to be done consistenly and continuously.
Abstrak.
Kesantunan berbahasan merupakan bagian penting dalam pembetukan karakter anak yang sangat di pengaruhi oleh peran keluarga, khususnya orang tua.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku berbahasa anak yang kurang santun dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan kata-kata kasar, intonasi yang tidak sopan, serta kurangnya penghormatan kepada orang yang lebih tua, yang menunjukkan belum optimalnya peran orang tua dalam membiasakan kesantunan berbahasa di lingkungan keluarga.
Orang tua memiliki tanggung jawab alam membiasakan penggunaan bahasa yang santun melalui keteladanan, pembimbingan, pendidikan, pengawasan, dan pengontrolan terhadap perilaku berbahasa anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua sebagai teladan, pembimbing dan pendidik, serta pengawas dalam membiasakan kesantunan berbahasa pada anak usia 6-12 tahun di RW 02 Kampung Parakan Panjang Bandung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan subjek penelitian meliputi orang tua, anak, dan tokoh masyarakat atau guru ngaji.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian orang tua telah berupaya memberikan teladan dan membimbing anak dalam menggunakan bahasa yang santun dalam kehidupan sehari-hari, namun masih ditemukan orang tua yang belum konsisten dalam menjaga tutur kata, terutama saat marah atau emosi, serta kurang optimal dalam melakukan pengawasan dan pengontrolan terhadap penggunaan bahasa anak dalam pergaulan dan penggunaan hp.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua sebagai teladan, pembimbing, pendidik, dan pengawas sangat berpengaruh dalam pembiasaan kesantunan berbahasa anak dan perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Related Results
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG
ABSTRAKPenelitian ini berjudul Kesantunan Berbahasa dalam Acara Dua Sisi Episode Cap Gubernur Pembohong. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah bahwa pada era mod...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
Peran Orang Tua dalam Membangun Kesiapan Sekolah Anak Usia Dini
Peran Orang Tua dalam Membangun Kesiapan Sekolah Anak Usia Dini
Kesiapan sekolah pada usia dini merupakan tahap kritis dalam perkembangan anak yang mempengaruhi kemampuan belajar dan adaptasi sosialnya di masa depan. Peran orang tua dalam memba...
Peran Orang Tua Dalam Perawatan Gigi Pada Anak Usia Sekolah di SD Praja Mukti Surabaya
Peran Orang Tua Dalam Perawatan Gigi Pada Anak Usia Sekolah di SD Praja Mukti Surabaya
Pendahuluan: Peran orang tua sangat diharapkan dalam membimbing, memberikan pengertian, meningkatkan dan membekali anak-anak agar anak-anak dapat menjaga kebersihan gigi dan mulut....
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM UPACARA PERKAWINAN MASYARAKAT BATAK TOBA
Upacara adat Batak Toba adalah upacara yang dihadiri oleh ketiga unsur Dalihan Na Tolu yaitu hula-hula (pihak perempuan), dongan sabutuha (kerabat semarga), dan boru (pihak laki-la...
KESANTUNAN DIREKTIF DAN EKSPRESIF DALAM WACANA FILM KARTUN ADIT SOPO JARWO (DIRECTIVE AND EXPRESSIVE POLITENESS IN THE DISCOURSE OF THE CARTOON FILM OF ADIT SOPO JARWO)
KESANTUNAN DIREKTIF DAN EKSPRESIF DALAM WACANA FILM KARTUN ADIT SOPO JARWO (DIRECTIVE AND EXPRESSIVE POLITENESS IN THE DISCOURSE OF THE CARTOON FILM OF ADIT SOPO JARWO)
Kesantunan Direktif dan Ekspressif dalam Film Kartun Adit Sopo Jarwo. Kesantunan pada zamansekarang semakin berkurang, hal ini dapat disebabkan zaman yang semakin modern, kesantuna...

