Javascript must be enabled to continue!
Perawi Utama Syiah yang Digelar Pendusta: Tinjauan Riwayat Zurārah Bin A’yan dalam Kitab Al-Kāfī
View through CrossRef
Perawi adalah individu berperanan dalam meriwayatkan hadis atau cerita. Karakter dan kriteria perawi memberi impak yang signifikan terhadap kandungan riwayatnya. Ilmu al-Jarḥ wa al-Ta’dīl telah menggariskan bahawa krisis integriti paling serius adalah perawi itu digelar sebagai pendusta. Hal ini telah berlaku kepada sejumlah perawi utama bagi riwayat dalam kitab-kitab aliran Syiah. Justeru, makalah ini bertujuan untuk membincangkan tentang status perawi-perawi utama bagi aliran Syiah, yang dituduh sebagai pendusta oleh imam dan ulama al-Jarḥ wa al-Ta’dīl mereka sendiri. Makalah ini juga memilih Zurārah bin A’yan yang dianggap perawi paling utama dan menganalisis riwayatnya dalam kitab al-Kāfī sebagai suatu pensampelan. Metode yang diaplikasikan dalam kajian ini adalah kualitatif berasaskan metode analisis kandungan. Data yang diperoleh akan dianalisis secara konseptual dan relational. Kajian mendapati bahawa para perawi utama bagi riwayat aliran Syiah telah digelar sebagai pendusta oleh ulama sealiran mereka, termasuklah Zurārah bin A’yan. Kesimpulannya, kuantiti riwayat perawi seperti mereka yang banyak dalam kitab-kitab utama Syiah, seperti al-Kāfī, telah menghilangkan nilai autentiknya, seterusnya melenyapkan kebolehpercayaan terhadap Syiah.
ABSTRACT
A narrator is a person who plays a role in narrating a hadith, which is also known as a tradition, or story. The character and criteria of a narrator of hadith have a significant impact on the content of their tradition. Al-Jarḥ wa al-Ta'dīl's pointed out that the most serious integrity crisis concerning Shia narrators is that they are branded as liars, which has happened to several main narrators of the Shia books. This paper aims to discuss the status of the main Shia narrators who have been accused of lying by their own al-Jarḥ wa al-Ta’dīl priests and scholars. This paper selected Zurārah bin A’yan as the primary narrator for study, and analyses his narrations in the book of al-Kāfī as the sample. The method applied in this study is qualitative, based on the content analysis method. The obtained data obtained was then conceptually and relationally analysed. It was found that secular scholars have called the major narrators of Shia throughout the flow of history liars, including Zurārah bin A’yan. In conclusion, many historical narratives such as those found in the majority of Shiite scriptures, such as al-Kāfī, have had their authenticity questioned and doubted, thus eroding the credibility of the Shia.
Penerbit Kolej Universiti Islam Antarabangsa Selangor
Title: Perawi Utama Syiah yang Digelar Pendusta: Tinjauan Riwayat Zurārah Bin A’yan dalam Kitab Al-Kāfī
Description:
Perawi adalah individu berperanan dalam meriwayatkan hadis atau cerita.
Karakter dan kriteria perawi memberi impak yang signifikan terhadap kandungan riwayatnya.
Ilmu al-Jarḥ wa al-Ta’dīl telah menggariskan bahawa krisis integriti paling serius adalah perawi itu digelar sebagai pendusta.
Hal ini telah berlaku kepada sejumlah perawi utama bagi riwayat dalam kitab-kitab aliran Syiah.
Justeru, makalah ini bertujuan untuk membincangkan tentang status perawi-perawi utama bagi aliran Syiah, yang dituduh sebagai pendusta oleh imam dan ulama al-Jarḥ wa al-Ta’dīl mereka sendiri.
Makalah ini juga memilih Zurārah bin A’yan yang dianggap perawi paling utama dan menganalisis riwayatnya dalam kitab al-Kāfī sebagai suatu pensampelan.
Metode yang diaplikasikan dalam kajian ini adalah kualitatif berasaskan metode analisis kandungan.
Data yang diperoleh akan dianalisis secara konseptual dan relational.
Kajian mendapati bahawa para perawi utama bagi riwayat aliran Syiah telah digelar sebagai pendusta oleh ulama sealiran mereka, termasuklah Zurārah bin A’yan.
Kesimpulannya, kuantiti riwayat perawi seperti mereka yang banyak dalam kitab-kitab utama Syiah, seperti al-Kāfī, telah menghilangkan nilai autentiknya, seterusnya melenyapkan kebolehpercayaan terhadap Syiah.
ABSTRACT
A narrator is a person who plays a role in narrating a hadith, which is also known as a tradition, or story.
The character and criteria of a narrator of hadith have a significant impact on the content of their tradition.
Al-Jarḥ wa al-Ta'dīl's pointed out that the most serious integrity crisis concerning Shia narrators is that they are branded as liars, which has happened to several main narrators of the Shia books.
This paper aims to discuss the status of the main Shia narrators who have been accused of lying by their own al-Jarḥ wa al-Ta’dīl priests and scholars.
This paper selected Zurārah bin A’yan as the primary narrator for study, and analyses his narrations in the book of al-Kāfī as the sample.
The method applied in this study is qualitative, based on the content analysis method.
The obtained data obtained was then conceptually and relationally analysed.
It was found that secular scholars have called the major narrators of Shia throughout the flow of history liars, including Zurārah bin A’yan.
In conclusion, many historical narratives such as those found in the majority of Shiite scriptures, such as al-Kāfī, have had their authenticity questioned and doubted, thus eroding the credibility of the Shia.
Related Results
ALIRAN PEMIKIRAN KEISLAMAN SYI’AH
ALIRAN PEMIKIRAN KEISLAMAN SYI’AH
Secara etimologi Syiah berasal dari bahasa Arab yaitu Syia’ah yang berarti pengikut, Syiah dapat juga beratri pengikut, pendukung, pencinta, atau dapat juga berati kelompok. Dengan...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak mem...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
Penetapan Kanon Kitab Suci Perjanjian Lama dalam Gereja Katolik merupakan sebuah proses panjang dan kompleks yang bertujuan untuk menentukan kitab-kitab mana yang secara sah diakui...
ANALISIS KITAB RUJUKAN HADIS YANG DIGUNAKAN DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI
ANALISIS KITAB RUJUKAN HADIS YANG DIGUNAKAN DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI
<p class="06IsiAbstrak">Kitab <em>Ta’lim al-Muta’alim</em> yang dikarang oleh shaykh al-Zarnuji merupakan kitab klasik yang berisikan adab atau etika belajar dan ...
KRITIK TERHADAP KITAB SHAHIH AL-BUKHARI DAN SHAHIH MUSLIM
KRITIK TERHADAP KITAB SHAHIH AL-BUKHARI DAN SHAHIH MUSLIM
Para ulama telah sepakat tentang keautentikan hadis-hadis yang termuat dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Namun sekarang, sebagian ulama sudah mulai melakukan kritik ...

