Javascript must be enabled to continue!
POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
View through CrossRef
<p><a name="_Hlk39758655"></a><span>Imam al-Ghazali sebagai pengarang kitab <em>Ihya’ ‘Ulumuddin </em>memiliki latar belakang hidup yang beragam. Ia pernah menjadi filsuf (<em>ahlu al-ra’yi</em>) yang kemudian beralih menjadi seorang sufi pada masa tuanya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan karangan beliau yang menjadi <em>masterpiece</em>, yaitu kitab <em>Ihya’ ‘Ulumuddin</em>. Kitab ini menjadi populer di Nusantara dan dijadikan sebagai rujukan utama panduan hidup seorang muslim. Namun, dibalik kepopuleran kitab ini, banyak ulama hadis yang memberikan komentar yang kontroversial terhadap hadis yang dimuat dalam kitab ini. Walaupun komentar tersebut banyak berdatangan ke kitab ini, Kepopuleran kitab <em>Ihya’ ‘Ulumuddin</em> tidak lusuh di Nusantara, bahkan bisa bertahan hingga saat ini. Hal itu dapat terlihat pada saat Musabaqah Qira‘ah al-Kutub (MQK), kitab ini dijadikan kitab yang diperlombakan pada cabang akhlak tingkat ulya. Adapun tulisan ini membahas seluk-beluk serta alasan kitab ini tetap eksis dan dapat dipertahankan, terutama di Nusantara. Dengan pendekatan historis, atau lebih spesifiknya tentang sejarah masuknya Islam ke Nusantara yang diiringi dengan interpretasi sufi dan <em>muhaddisin</em> terhadap hadis-hadis yang ada dalam kitab ini, tulisan ini mengarah kepada sebab kepopuleran kitab ini di Nusantara. Di antara hasil penelitian ini adalah: (1) Masuknya Islam ke Nusantara dipelopori oleh ulama-ulama tasawuf, bukan ulama hadis, (2) kitab <em>Ihya’ ‘Ulumuddin </em>dipopulerkan oleh ulama-ulama taswauf yang berorientasi kepada syari’at (<em>neo-sufisme</em>), (3) komentar-komentar kontroversial yang berdatangan kepada kitab ini karena interpretasi ahli hadis (<em>muhaddisin</em>) yang terlalu ketat, serta (4) perbedaan interpretasi antara <em>muhaddisin </em>dan kaum sufi terhadap otentisitas hadis.</span></p>
Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
Title: POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
Description:
<p><a name="_Hlk39758655"></a><span>Imam al-Ghazali sebagai pengarang kitab <em>Ihya’ ‘Ulumuddin </em>memiliki latar belakang hidup yang beragam.
Ia pernah menjadi filsuf (<em>ahlu al-ra’yi</em>) yang kemudian beralih menjadi seorang sufi pada masa tuanya.
Hal tersebut dapat dibuktikan dengan karangan beliau yang menjadi <em>masterpiece</em>, yaitu kitab <em>Ihya’ ‘Ulumuddin</em>.
Kitab ini menjadi populer di Nusantara dan dijadikan sebagai rujukan utama panduan hidup seorang muslim.
Namun, dibalik kepopuleran kitab ini, banyak ulama hadis yang memberikan komentar yang kontroversial terhadap hadis yang dimuat dalam kitab ini.
Walaupun komentar tersebut banyak berdatangan ke kitab ini, Kepopuleran kitab <em>Ihya’ ‘Ulumuddin</em> tidak lusuh di Nusantara, bahkan bisa bertahan hingga saat ini.
Hal itu dapat terlihat pada saat Musabaqah Qira‘ah al-Kutub (MQK), kitab ini dijadikan kitab yang diperlombakan pada cabang akhlak tingkat ulya.
Adapun tulisan ini membahas seluk-beluk serta alasan kitab ini tetap eksis dan dapat dipertahankan, terutama di Nusantara.
Dengan pendekatan historis, atau lebih spesifiknya tentang sejarah masuknya Islam ke Nusantara yang diiringi dengan interpretasi sufi dan <em>muhaddisin</em> terhadap hadis-hadis yang ada dalam kitab ini, tulisan ini mengarah kepada sebab kepopuleran kitab ini di Nusantara.
Di antara hasil penelitian ini adalah: (1) Masuknya Islam ke Nusantara dipelopori oleh ulama-ulama tasawuf, bukan ulama hadis, (2) kitab <em>Ihya’ ‘Ulumuddin </em>dipopulerkan oleh ulama-ulama taswauf yang berorientasi kepada syari’at (<em>neo-sufisme</em>), (3) komentar-komentar kontroversial yang berdatangan kepada kitab ini karena interpretasi ahli hadis (<em>muhaddisin</em>) yang terlalu ketat, serta (4) perbedaan interpretasi antara <em>muhaddisin </em>dan kaum sufi terhadap otentisitas hadis.
</span></p>.
Related Results
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Revitalisasi Nilai Pendidikan Islam Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin
Revitalisasi Nilai Pendidikan Islam Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin
The revitalization of Islamic education values has become essential in addressing the moral and spiritual challenges of modern society. Ihya’ Ulumuddin by Imam Al-Ghazali strengthe...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
Studi Deskriptif Peningkatan Kompetensi Pedagogik Dan Sosial Guru Dalam Proses Belajar Mengajar Di Madrasah Diniyah Ihya Ulumuddin
Studi Deskriptif Peningkatan Kompetensi Pedagogik Dan Sosial Guru Dalam Proses Belajar Mengajar Di Madrasah Diniyah Ihya Ulumuddin
Teacher skills are essential in the learning process to prevent student boredom. To create effective and enjoyable high-quality learning, it is necessary to apply basic teaching sk...

