Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia

View through CrossRef
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang dibahas adalah hadis-hadis yang populer dan yang dipolemikkan yang muncul di kalangan masyarakat Indonesia. Hasil penelitiannyabanyak mengejutkan banyak pihak. Dalam penelitian selama 9 tahunnya, hadis-hadis yang diyakini masyarakat sebagai hadis-hadis s}ahi&gt;h selama ini, ternyata hadis-hadis tersebut bukanlah hadis s}ahi&gt;h, bahkan ada di antaranya yang diketahui bukan sebagai hadis, melainkan hanya kata-kata mutiara maupun kata-kata hikmah yang diucapkan oleh seorang tokoh ataupun ulama. Kalau itu bukan hadis, dan kemudian itu dikatakan sebagai hadis yang disandarkan kepada Nabi, berarti itu telah mendustakan hadis atas nama Nabi dan itu akan berdampak serius. Metode yang dipakai dalam memahami hadis berasal dari penelitian sanad dan matan hadis. Dalam meneliti sanad hadis, ia merujuk pada pendapat ulama-ulama terdahulu. Untuk memperolehi kesimpulan apakah hadis itu s}ahi&gt;h, hasan atau d}a‘i&gt;f, maka sanadnya harus bersambung, perawinya harus tsiqah (‘a&gt;dil dan d}a&gt;bit}). Ali Mustafa Yaqub tidak menyimpulkannya sendiri, tetapi berdasarkan pendapat para pakar di bidang hadis dengan membuka dan menelusuri kitab-kitab yang mu’tabar. Dalam menjelaskan kualitas matan hadis, Ali Mustafa Yaqub tidak hanya didasarkan pada persoalan apakah hadis itu mengandung ‘illah atau tidak, atau pun mengandung sya&gt;z\\\ atau tidak.Dengan demikian, memahami hadis akan lebih mudah agar menemukan pemahaman yang relatif lebih tepat, dinamis, akomodatif, apresiasif, komprehensip dan mudah dipahami oleh semua golongan terhadap perubahan serta perkembangan zaman.</p><p>This article will discuss about Ali Mustafa Yaqub’s contribution in the dynamics of the study of hadith in Indonesia. He is one of the experts in the field of hadith. The hadisstudied are popular and debatable hadith that have emerged among Indonesian society. The results of his research surprised many people. In his 9-year doing research, he found that the hadith that the people have believed as the best hadith are not the s}ah}e&gt;h} hadith, some of which are known not as hadith, but only the quotations and the wisdom words spoken by pious people. If that is not a hadith, and then it is claimedas hadith from the Prophet, it will have a serious impact. The method used in understanding the hadith comes from the study of sanad and matan hadith. In researching the sanad of the hadith, he referred to the opinions of the earlier scholars. To estimate the conclusion whether the hadis is s}ahi&gt;h, hasan or d}a‘i&gt;f, then its sanad must be in continuity, its transmitter must be tsiqah (fair and d}a&gt;bit}). Ali Mustafa Yaqub did not give the conclusion according to himself, but alsobased on the opinion of the scholars in the field of hadith by opening and searching the books that are mu’tabar. However, in addition to criticizing editorial, Ali Mustafa seeks to contextualize the editorial matan hadith with the present condition with a lot of explaining the hadith about the problems polemicized by society. As for the approach used in understanding the matan of hadith, he uses the approach of language, ratios and in other hadith, he used historical approach. Thus, the effort to understand the hadith will be easier in order to find a relatively more precise, dynamic, accommodative, apresiasif, comprehensively and easily results understood by all classes in this changing and developing times.</p>
Universitas Islam Negeri Sunan Kudus
Title: Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Description:
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia.
Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis.
Hadis-hadis yang dibahas adalah hadis-hadis yang populer dan yang dipolemikkan yang muncul di kalangan masyarakat Indonesia.
Hasil penelitiannyabanyak mengejutkan banyak pihak.
Dalam penelitian selama 9 tahunnya, hadis-hadis yang diyakini masyarakat sebagai hadis-hadis s}ahi&gt;h selama ini, ternyata hadis-hadis tersebut bukanlah hadis s}ahi&gt;h, bahkan ada di antaranya yang diketahui bukan sebagai hadis, melainkan hanya kata-kata mutiara maupun kata-kata hikmah yang diucapkan oleh seorang tokoh ataupun ulama.
Kalau itu bukan hadis, dan kemudian itu dikatakan sebagai hadis yang disandarkan kepada Nabi, berarti itu telah mendustakan hadis atas nama Nabi dan itu akan berdampak serius.
Metode yang dipakai dalam memahami hadis berasal dari penelitian sanad dan matan hadis.
Dalam meneliti sanad hadis, ia merujuk pada pendapat ulama-ulama terdahulu.
Untuk memperolehi kesimpulan apakah hadis itu s}ahi&gt;h, hasan atau d}a‘i&gt;f, maka sanadnya harus bersambung, perawinya harus tsiqah (‘a&gt;dil dan d}a&gt;bit}).
Ali Mustafa Yaqub tidak menyimpulkannya sendiri, tetapi berdasarkan pendapat para pakar di bidang hadis dengan membuka dan menelusuri kitab-kitab yang mu’tabar.
Dalam menjelaskan kualitas matan hadis, Ali Mustafa Yaqub tidak hanya didasarkan pada persoalan apakah hadis itu mengandung ‘illah atau tidak, atau pun mengandung sya&gt;z\\\ atau tidak.
Dengan demikian, memahami hadis akan lebih mudah agar menemukan pemahaman yang relatif lebih tepat, dinamis, akomodatif, apresiasif, komprehensip dan mudah dipahami oleh semua golongan terhadap perubahan serta perkembangan zaman.
</p><p>This article will discuss about Ali Mustafa Yaqub’s contribution in the dynamics of the study of hadith in Indonesia.
He is one of the experts in the field of hadith.
The hadisstudied are popular and debatable hadith that have emerged among Indonesian society.
The results of his research surprised many people.
In his 9-year doing research, he found that the hadith that the people have believed as the best hadith are not the s}ah}e&gt;h} hadith, some of which are known not as hadith, but only the quotations and the wisdom words spoken by pious people.
If that is not a hadith, and then it is claimedas hadith from the Prophet, it will have a serious impact.
The method used in understanding the hadith comes from the study of sanad and matan hadith.
In researching the sanad of the hadith, he referred to the opinions of the earlier scholars.
To estimate the conclusion whether the hadis is s}ahi&gt;h, hasan or d}a‘i&gt;f, then its sanad must be in continuity, its transmitter must be tsiqah (fair and d}a&gt;bit}).
Ali Mustafa Yaqub did not give the conclusion according to himself, but alsobased on the opinion of the scholars in the field of hadith by opening and searching the books that are mu’tabar.
However, in addition to criticizing editorial, Ali Mustafa seeks to contextualize the editorial matan hadith with the present condition with a lot of explaining the hadith about the problems polemicized by society.
As for the approach used in understanding the matan of hadith, he uses the approach of language, ratios and in other hadith, he used historical approach.
Thus, the effort to understand the hadith will be easier in order to find a relatively more precise, dynamic, accommodative, apresiasif, comprehensively and easily results understood by all classes in this changing and developing times.
</p>.

Related Results

PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Metode Penelitian Fiqh al-Hadis
Hadis Nabi dalam hierarki sumber hukum Islam berada pada kedudukan kedua selepas al-Quran. Hadis berfungsi untuk menjelaskan, menafsirkan apa yang terkandung dalam al-Qur...
Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA. : Muhaddis Nusantara Bertaraf Internasional
Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA. : Muhaddis Nusantara Bertaraf Internasional
In Indonesia, Hadith studies are a rare discipline, if not a very rare one. This raises a lot of concerns within the Muslim community about the frequent use of false (maudhû '), se...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
PANDANGAN ALI MUSTAFA YAQUB TENTANG KRITIK ORIENTALIS TERHADAP HADIS
PANDANGAN ALI MUSTAFA YAQUB TENTANG KRITIK ORIENTALIS TERHADAP HADIS
<span>Salah satu kontroversi dari studi orientalis pada hadis adalah bahwa otentitas hadis sebenarnya tidak diyakini oleh mereka, karena tidak ada tradisi dari Nabi yang bena...
Kajian Otentisitas Hadis Dalam Pandangan Mustafa Ali Yaqub
Kajian Otentisitas Hadis Dalam Pandangan Mustafa Ali Yaqub
Artikel ini membahas tentang cara membuktikan keotentikan hadis yang berasal dari nabi muhammad saw. Dalam tulisan ini ada lima hal yang menjadi pembahasan inti yaitu pertama tenta...

Back to Top