Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Inovasi Penggunaan Kapur sebagai Pengganti Bahan Pengisi pada AC-WC

View through CrossRef
Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kapur sebagai bahan pengisi (filler) alternatif dalam campuran aspal tipe Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan mempertimbangkan performa mekanis dan daya tahan campuran. Penelitian dilakukan dengan variasi kadar kapur sebesar 0%, 25%, 50%, dan 75% sebagai pengganti sebagian filler konvensional. Metode pengujian meliputi analisis sifat fisik agregat dan kapur, uji Marshall untuk menentukan parameter stabilitas, kelelehan, flow, void in mix (VIM), serta uji stabilitas sisa untuk mengevaluasi ketahanan campuran terhadap pengaruh beban berulang dan kelembapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kapur mampu meningkatkan stabilitas campuran, dengan performa terbaik pada kadar 50%, yang mencatat nilai stabilitas sisa sebesar 94,5%, melebihi campuran tanpa kapur. Selain itu, kadar aspal optimum (optimum asphalt content) cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya proporsi kapur, menunjukkan bahwa kapur dapat meningkatkan ikatan antara aspal dan agregat. Namun, pada kadar 75%, terjadi penurunan pada beberapa parameter teknis seperti kelelehan dan VIM, sehingga tidak direkomendasikan untuk penggunaan maksimal. Berdasarkan hasil ini, penggunaan kapur sebesar 50% dianggap paling optimal untuk meningkatkan mutu, efisiensi, serta kinerja lapisan permukaan jalan AC-WC.
Title: Inovasi Penggunaan Kapur sebagai Pengganti Bahan Pengisi pada AC-WC
Description:
Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kapur sebagai bahan pengisi (filler) alternatif dalam campuran aspal tipe Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan mempertimbangkan performa mekanis dan daya tahan campuran.
Penelitian dilakukan dengan variasi kadar kapur sebesar 0%, 25%, 50%, dan 75% sebagai pengganti sebagian filler konvensional.
Metode pengujian meliputi analisis sifat fisik agregat dan kapur, uji Marshall untuk menentukan parameter stabilitas, kelelehan, flow, void in mix (VIM), serta uji stabilitas sisa untuk mengevaluasi ketahanan campuran terhadap pengaruh beban berulang dan kelembapan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kapur mampu meningkatkan stabilitas campuran, dengan performa terbaik pada kadar 50%, yang mencatat nilai stabilitas sisa sebesar 94,5%, melebihi campuran tanpa kapur.
Selain itu, kadar aspal optimum (optimum asphalt content) cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya proporsi kapur, menunjukkan bahwa kapur dapat meningkatkan ikatan antara aspal dan agregat.
Namun, pada kadar 75%, terjadi penurunan pada beberapa parameter teknis seperti kelelehan dan VIM, sehingga tidak direkomendasikan untuk penggunaan maksimal.
Berdasarkan hasil ini, penggunaan kapur sebesar 50% dianggap paling optimal untuk meningkatkan mutu, efisiensi, serta kinerja lapisan permukaan jalan AC-WC.

Related Results

PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
Abstract   Mountain coral found in Taeno Village, Ambon, is available in abundance and has the potential to be used as a filler for asphalt concrete mixtures. This research aims ...
Perbandingan Beberapa Bahan Pengisi pada Formulasi Tablet Hisap
Perbandingan Beberapa Bahan Pengisi pada Formulasi Tablet Hisap
Abstrak. Tablet hisap adalah tablet padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat. Biasanya tablet hisap ini memiliki rasa dan aroma yang manis sehingga dapat larut perlahan dal...
PERBANDINGAN KINERJA SISTEM RANGKA BETON BERTULANG DENGAN DINDING DAN TANPA DINDING PENGISI BERDASARKAN ASCE 41-17
PERBANDINGAN KINERJA SISTEM RANGKA BETON BERTULANG DENGAN DINDING DAN TANPA DINDING PENGISI BERDASARKAN ASCE 41-17
Dinding pengisi pada struktur rangka beton bertulang umumnya dianggap sebagai elemen non-struktural, sehingga sering diabaikan dalam perencanaan. Namun, keberadaannya memberikan ko...
Studi Pembuatan Cat Tembok Emulsi dengan Menggunakan Kapur sebagai Bahan Pengisi
Studi Pembuatan Cat Tembok Emulsi dengan Menggunakan Kapur sebagai Bahan Pengisi
Studi pembuatan cat tembok emulsi menggunakan bahan pengisi kapur sangat potensial untuk dikembangkan karena ketersediaan kapur yang banyak di alam. Cat tembok emulsi telah dibuat ...
ANALISISA CAMPURAN GREEN MATERIAL SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN BATA RINGAN UNTUK PEKERJAAN DINDING
ANALISISA CAMPURAN GREEN MATERIAL SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN BATA RINGAN UNTUK PEKERJAAN DINDING
Didalam dunia konstruksi, dinding merupakan elemen penting. Selain sebagai pembentuk utama suatu bangunan, fungsi lain dari dinding sebagai pemberi penampilan artistik dari banguna...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
STUDI KELAYAKAN PENGGUNAAN BATU KAPUR (GAMPING) SEBAGAI CAMPURAN BETON
STUDI KELAYAKAN PENGGUNAAN BATU KAPUR (GAMPING) SEBAGAI CAMPURAN BETON
Secara geografis desa Pipilogot Paipaisu berada di pegunungan. Penggunaan batu kapur ini dikarenakan jauhnya jangkauan dari pegunungan ke dataran rendah (Pantai). Di sisi lain juga...
Analisis Pengaruh Penggunaan Abu Batu Apung Sebagai Pengganti Filler Pada Campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC)
Analisis Pengaruh Penggunaan Abu Batu Apung Sebagai Pengganti Filler Pada Campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC)
Aspal merupakan bahan utama dalam konstruksi jalan raya yang sangat menentukan kualitas, kekuatan, dan daya tahan infrastruktur jalan. Peningkatan pembangunan jalan menyebabkan keb...

Back to Top