Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Pengaruh Penggunaan Abu Batu Apung Sebagai Pengganti Filler Pada Campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC)

View through CrossRef
Aspal merupakan bahan utama dalam konstruksi jalan raya yang sangat menentukan kualitas, kekuatan, dan daya tahan infrastruktur jalan. Peningkatan pembangunan jalan menyebabkan kebutuhan aspal semakin tinggi, sehingga penggunaan filler konvensional seperti batu kapur dan semen juga meningkat. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan pengganti yang lebih berkelanjutan melalui pemanfaatan material lokal sebagai bahan modifikasi campuran aspal. Provinsi Bengkulu memiliki potensi sumber daya alam berupa batu apung, yaitu batuan vulkanik berpori yang memiliki kandungan silika (SiO₂) sebesar 70,21% dan alumina (Al₂O₃) sebesar 13,63%, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengganti sebagian filler pada campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu batu apung sebagai pengganti filler pada campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) terhadap karakteristik campuran aspal. Persentase penggantian filler yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1%, 1,25%, 1,5%, 1,75%, dan 2%. Metode yang digunakan adalah metode Marshall dengan tahapan pengujian meliputi pengujian berat jenis, gradasi agregat, komposisi agregat, berat jenis campuran maksimum, serta perhitungan parameter Marshall seperti stabilitas dan flow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai stabilitas meningkat seiring penambahan abu batu apung, dengan nilai stabilitas tertinggi pada persentase 2% dan terendah pada 1%. Sementara itu, nilai flow tertinggi diperoleh pada persentase 1% dan terendah pada 2%. Berdasarkan hasil analisis, persentase penggantian filler optimum diperoleh pada kadar 1,75%. Hasil ini menunjukkan bahwa batu apung lokal berpotensi dimanfaatkan sebagai filler alternatif pada campuran AC-WC, meskipun karakteristik batu apung dapat berbeda pada setiap daerah tergantung asal vulkaniknya.
Title: Analisis Pengaruh Penggunaan Abu Batu Apung Sebagai Pengganti Filler Pada Campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC)
Description:
Aspal merupakan bahan utama dalam konstruksi jalan raya yang sangat menentukan kualitas, kekuatan, dan daya tahan infrastruktur jalan.
Peningkatan pembangunan jalan menyebabkan kebutuhan aspal semakin tinggi, sehingga penggunaan filler konvensional seperti batu kapur dan semen juga meningkat.
Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan pengganti yang lebih berkelanjutan melalui pemanfaatan material lokal sebagai bahan modifikasi campuran aspal.
Provinsi Bengkulu memiliki potensi sumber daya alam berupa batu apung, yaitu batuan vulkanik berpori yang memiliki kandungan silika (SiO₂) sebesar 70,21% dan alumina (Al₂O₃) sebesar 13,63%, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengganti sebagian filler pada campuran aspal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu batu apung sebagai pengganti filler pada campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) terhadap karakteristik campuran aspal.
Persentase penggantian filler yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1%, 1,25%, 1,5%, 1,75%, dan 2%.
Metode yang digunakan adalah metode Marshall dengan tahapan pengujian meliputi pengujian berat jenis, gradasi agregat, komposisi agregat, berat jenis campuran maksimum, serta perhitungan parameter Marshall seperti stabilitas dan flow.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai stabilitas meningkat seiring penambahan abu batu apung, dengan nilai stabilitas tertinggi pada persentase 2% dan terendah pada 1%.
Sementara itu, nilai flow tertinggi diperoleh pada persentase 1% dan terendah pada 2%.
Berdasarkan hasil analisis, persentase penggantian filler optimum diperoleh pada kadar 1,75%.
Hasil ini menunjukkan bahwa batu apung lokal berpotensi dimanfaatkan sebagai filler alternatif pada campuran AC-WC, meskipun karakteristik batu apung dapat berbeda pada setiap daerah tergantung asal vulkaniknya.

Related Results

PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
Abstract   Mountain coral found in Taeno Village, Ambon, is available in abundance and has the potential to be used as a filler for asphalt concrete mixtures. This research aims ...
ANALISIS KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN FILLER ABU BATU ZEOLIT
ANALISIS KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN FILLER ABU BATU ZEOLIT
Materials that are often used as fillers in the AC-WC asphalt mixture are cement and stone ash, because these materials are often used so that supplies are increasingly expensive. ...
ANALISIS SUBSTANSI PIDANA UANG PENGGANTI DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI
ANALISIS SUBSTANSI PIDANA UANG PENGGANTI DALAM KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI
Pasal 18  Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 menyebut...
Asphalt
Asphalt
Abstract Asphalt is defined as a dark brown to black cementitious material in which the predominating constituents are bitumens that occur in nature or are obtained in pe...
Exploring the Utilization of PHC Pile Waste Concrete as Filler in Asphalt Mastics
Exploring the Utilization of PHC Pile Waste Concrete as Filler in Asphalt Mastics
Using solid waste to replace limestone filler in asphalt concrete can not only reduce the cost of road construction, but also improve the utilization rate of solid waste. In this s...
Modification Mechanism and Performance of Qingchuan Rock Asphalt–Modified Asphalt
Modification Mechanism and Performance of Qingchuan Rock Asphalt–Modified Asphalt
Abstract Using Esso AH-70 asphalt as the base asphalt, the modification mechanism for Qingchuan rock asphalt–modified asphalt was studied using asphalt component tes...
ANALISIS PENGGUNAAN ABU TANDAN KELAPA SAWIT SEBAGAI FILLER DITINJAU DARI NILAI KEAUSAN PERKERASAN (CANTABRO TEST)
ANALISIS PENGGUNAAN ABU TANDAN KELAPA SAWIT SEBAGAI FILLER DITINJAU DARI NILAI KEAUSAN PERKERASAN (CANTABRO TEST)
Published Material yang umum digunakan sebagai filler campuran perkerasan lentur adalah semen, dan abu batu, yang persediaannya terbatas dan harganya relatif mahal, bila dilihat da...
PEMANFAATAN LIMBAH BATU MARMER SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN ASPAL BETON TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
PEMANFAATAN LIMBAH BATU MARMER SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN ASPAL BETON TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
PEMANFAATAN LIMBAH BATU MARMER SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN ASPAL BETON TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALLThe Implementation Of Stone Marble Waste For Changer The Agg...

Back to Top