Javascript must be enabled to continue!
VARIASI PERSENTASE ABU BATU TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL DALAM CAMPURAN HRS BASE
View through CrossRef
Abu batu terdiri dari butiran-butiran halus dan gradasi yang memenuhi persyaratan gradasi untuk aggregat halus dan filler. fungsi filler adalah untuk mengisi rongga dalam campuran, dan meningkatkan stabilitas dari campuran aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penggunaan abu batu sebagai filler dalam campuran HRS-Base terhadap properties Marshall. Penelitian dilakukan dengan membuat Design mix formula (DMF) untuk mendapatkan Kasar Aspal Optimum (KOA). Menggunakan KOA yang telah didapat, kemudian persentase bahan filler abu batu divariasi sebanyak 1%, 1,5% dan 2%, 2,5% dan 3%. Penambahan filler abu batu dari 1% sampai 3 % meningkatkan nilai stabilitas, rongga terisi apal, dan Marshall Qoutient yaitu masing-masing dari 883,45 kg menjadi1121,66 kg, 69,66 % menjadi 72,68 %, dan 266,10 kg/mm menjadi 299,91 kg/mm dan nilai rongga dalam campuran dan nilai rongga dalam agregat (VMA) mengalami penurunan masing-masing yaitu dari 5,57 % menjadi 4,79 % dan dari 18,36 % menjadi 17,53%. Hasil penelitian menunjukan nilai stabilitas, nilai rongga terisi aspal dan nilai Marshall Qoutient meningkat bersamaan meningkatnya kandungan filler abu batu dalam campuran HRS – Base. Sedangkan nilai rongga dalam campuran dan rongga dalam agregat (VMA) menurun saat kandungan filler abu batu meningkat.
Title: VARIASI PERSENTASE ABU BATU TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL DALAM CAMPURAN HRS BASE
Description:
Abu batu terdiri dari butiran-butiran halus dan gradasi yang memenuhi persyaratan gradasi untuk aggregat halus dan filler.
fungsi filler adalah untuk mengisi rongga dalam campuran, dan meningkatkan stabilitas dari campuran aspal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penggunaan abu batu sebagai filler dalam campuran HRS-Base terhadap properties Marshall.
Penelitian dilakukan dengan membuat Design mix formula (DMF) untuk mendapatkan Kasar Aspal Optimum (KOA).
Menggunakan KOA yang telah didapat, kemudian persentase bahan filler abu batu divariasi sebanyak 1%, 1,5% dan 2%, 2,5% dan 3%.
Penambahan filler abu batu dari 1% sampai 3 % meningkatkan nilai stabilitas, rongga terisi apal, dan Marshall Qoutient yaitu masing-masing dari 883,45 kg menjadi1121,66 kg, 69,66 % menjadi 72,68 %, dan 266,10 kg/mm menjadi 299,91 kg/mm dan nilai rongga dalam campuran dan nilai rongga dalam agregat (VMA) mengalami penurunan masing-masing yaitu dari 5,57 % menjadi 4,79 % dan dari 18,36 % menjadi 17,53%.
Hasil penelitian menunjukan nilai stabilitas, nilai rongga terisi aspal dan nilai Marshall Qoutient meningkat bersamaan meningkatnya kandungan filler abu batu dalam campuran HRS – Base.
Sedangkan nilai rongga dalam campuran dan rongga dalam agregat (VMA) menurun saat kandungan filler abu batu meningkat.
Related Results
PEMANFAATAN LIMBAH BATU MARMER SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN ASPAL BETON TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
PEMANFAATAN LIMBAH BATU MARMER SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN ASPAL BETON TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
PEMANFAATAN LIMBAH BATU MARMER SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN ASPAL BETON TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALLThe Implementation Of Stone Marble Waste For Changer The Agg...
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Asbuton sebagai sumber kekayaan alam di Indonesia yang jumlahnya sangat besar,dengan deposit diperkirakan lebih dari 650 juta ton sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal...
PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK SEBAGAI BAHAN PENGISI (FILLER) CAMPURAN AC – WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK SEBAGAI BAHAN PENGISI (FILLER) CAMPURAN AC – WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
ABSTRAK Karakteristik abu vulkanik ini relatif berbeda dengan debu tanah kering yang biasa dijumpai pada musim kemarau. Abu vulkanik terbentuk dari pembekuan magma yang dierupsikan...
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Di Indonesia potensi tumbuhan sagu tumbuh di beberapa daerah seperti Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan R...
Analisis Pengaruh Penggunaan Abu Batu Apung Sebagai Pengganti Filler Pada Campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC)
Analisis Pengaruh Penggunaan Abu Batu Apung Sebagai Pengganti Filler Pada Campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC)
Aspal merupakan bahan utama dalam konstruksi jalan raya yang sangat menentukan kualitas, kekuatan, dan daya tahan infrastruktur jalan. Peningkatan pembangunan jalan menyebabkan keb...
MARSHALL CHARACTERISTIC OF SPLIT MASTIC ASPHALT WITH CELLULOSE KAPUK FIBER ADDITION
MARSHALL CHARACTERISTIC OF SPLIT MASTIC ASPHALT WITH CELLULOSE KAPUK FIBER ADDITION
Split Mastic Asphalt (SMA) mixture is mostly used on heavy traffic roads. SMA mixture has high percentage of coarse aggregate, it is better able to withstand deformation due to he...
ANALISIS KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN FILLER ABU BATU ZEOLIT
ANALISIS KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN FILLER ABU BATU ZEOLIT
Materials that are often used as fillers in the AC-WC asphalt mixture are cement and stone ash, because these materials are often used so that supplies are increasingly expensive. ...
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
Abstract
Mountain coral found in Taeno Village, Ambon, is available in abundance and has the potential to be used as a filler for asphalt concrete mixtures. This research aims ...

