Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Perbandingan Filler Semen Dengan Filler Abu Ampas Tebu Pada Campuran Aspal Ac – Wc Terhadap Karakteristik Marshall

View through CrossRef
Pada umumnya lapis aspal beton (Laston) adalah suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari campuran aspal keras, agregat kasar, agregat halus dan filler. Material yang umum digunakan untuk  filler pada campuran aspal beton yaitu abu batu, semen, dan kapur. Oleh karena itu, peneliti ingin menggunakan bahan alternatif lain sebagai pengganti filler semen yaitu abu ampas tebu. Abu Ampas Tebu merupakan abu dari hasil pembakaran ampas tebu yang mengandung silica dan mempunyai sifat dapat mengikat bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh penggunaan filler semen dan Abu Ampas Tebu pada campuran AC-WC. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Marshall Test dan mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Revisi 2), penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Bojonegoro dengan persentase penggunaan Filler masing – masing sebanyak 4% sehingga didapat nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) variasi filler semen sebesar 6,95% dan untuk variasi filler Abu Ampas Tebu (AAT) sebesar 7,30%. Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan filler semen dan abu ampas tebu pada campuran AC-WC memenuhi spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Revisi 2). Beberapa hasil uji Marshall mengalami peningkatan dan penurunan yang tidak signifikan, meskipun begitu uji marshall yang dihasilkan masih memenuhi standart spesifikasi yang di tentukan
Title: Analisis Perbandingan Filler Semen Dengan Filler Abu Ampas Tebu Pada Campuran Aspal Ac – Wc Terhadap Karakteristik Marshall
Description:
Pada umumnya lapis aspal beton (Laston) adalah suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari campuran aspal keras, agregat kasar, agregat halus dan filler.
Material yang umum digunakan untuk  filler pada campuran aspal beton yaitu abu batu, semen, dan kapur.
Oleh karena itu, peneliti ingin menggunakan bahan alternatif lain sebagai pengganti filler semen yaitu abu ampas tebu.
Abu Ampas Tebu merupakan abu dari hasil pembakaran ampas tebu yang mengandung silica dan mempunyai sifat dapat mengikat bahan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh penggunaan filler semen dan Abu Ampas Tebu pada campuran AC-WC.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Marshall Test dan mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Revisi 2), penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Bojonegoro dengan persentase penggunaan Filler masing – masing sebanyak 4% sehingga didapat nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) variasi filler semen sebesar 6,95% dan untuk variasi filler Abu Ampas Tebu (AAT) sebesar 7,30%.
Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan filler semen dan abu ampas tebu pada campuran AC-WC memenuhi spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Revisi 2).
Beberapa hasil uji Marshall mengalami peningkatan dan penurunan yang tidak signifikan, meskipun begitu uji marshall yang dihasilkan masih memenuhi standart spesifikasi yang di tentukan.

Related Results

Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Analisis Pemanfaatan Abu Ampas Sagu Terhadap Nilai Karakteristik dan Deformasi Pada Campuran Beton Aspal
Di Indonesia potensi tumbuhan sagu tumbuh di beberapa daerah seperti Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jambi, dan R...
PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK SEBAGAI BAHAN PENGISI (FILLER) CAMPURAN AC – WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK SEBAGAI BAHAN PENGISI (FILLER) CAMPURAN AC – WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
ABSTRAK Karakteristik abu vulkanik ini relatif berbeda dengan debu tanah kering yang biasa dijumpai pada musim kemarau. Abu vulkanik terbentuk dari pembekuan magma yang dierupsikan...
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
Untuk mendapatkan mutu lapisan yang lebih baik perlu dilakukannya modifikasi campuran aspal. Dalam modifikasi campuran aspal, polimer yang biasanya digunakan dan paling sesua...
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
Abstract   Mountain coral found in Taeno Village, Ambon, is available in abundance and has the potential to be used as a filler for asphalt concrete mixtures. This research aims ...
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Aspal porus merupakan teknologi perkerasan jalan dengan beberapa kelebihan seperti mengurangi aquaplaning dan meredam kebisingan. Aspal porus saat ini sedang terus dikembangkan ole...
Analisis Kuat Tarik Tidak Langsung Dengan Durabilitas Penggunaan Abu Ampas Sagu Sebagai Filler pada Campuran
Analisis Kuat Tarik Tidak Langsung Dengan Durabilitas Penggunaan Abu Ampas Sagu Sebagai Filler pada Campuran
Salah satu upaya yang juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja pelayanan dari perkerasan jalan adalah dengan menerapkan suatu melakukan inovasi dengan menggunakan bahan tamb...
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
PENGARUH SERAT TEBU TERHADAP SIFAT MEKANIS
Populasi manusia saat ini yang semakin meningkat tiap tahunnya mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan pangan dan papan. Dua kebutuhan tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan de...
Aspal  porus  adalah  campuran  aspal  yang memiliki  nilai  porositas  yang  lebih  tinggi  dibandingkan dengan campuran aspal lainnya. Fungsi dari tingginya nilai porositas adala...

Back to Top