Javascript must be enabled to continue!
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
View through CrossRef
Untuk mendapatkan mutu lapisan yang lebih baik perlu dilakukannya modifikasi campuran aspal.
Dalam modifikasi campuran aspal, polimer yang biasanya digunakan dan paling sesuai serta potensial
adalah polimer alam seperti karet, penggunaan karet sebagai campuran bahan modifikasi aspal dinilai
baik karena memiliki sifat kelengketan dan plastisitas, sehingga penggunaan karet sebagai tambahan
aspal diharapkan mampu meningkatkan mutu campuran beraspal. Hal ini karena fungsi karet pada
campuran dapat berperan sebagai bahan penstabilitas aspal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil
kadar aspal optimum (KAO) pada kedua campuran dan mengetahui hasil perbandingan marshall
melalui kedua campuran aspal Pengujian dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Politeknik
Negeri Banjarmasin. Pengujian terdiri atas pengujian semen, agregat kasar, agregat halus, bottom ash
dan beton menggunakan metode standar SNI. Berdasarkan hasil pengujian Marshall terhadap kedua
campuran aspal AC-WC didapatkan kada aspal optimum (KAO) yang berbeda, didapatkan nilai
stabilitas dari campuran aspal minyak dengan proporsi campuran 13% CA, 17% MA, 69% Abu Batu
dan 1% Filler sebesar 886,07 kg, sedangkan nilai stabilitas dari campuran aspal karet dengan proporsi
13% CA, 21% MA, 65% Abu Batu dan 1% Filler sebesar 1061,12 kg, dapat disimpulkan campuran
aspal karet dengan proporsi tersebut lebih mampu menahan beban lalu lintas dan cuaca sebagai lapis
aus.
Title: KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
Description:
Untuk mendapatkan mutu lapisan yang lebih baik perlu dilakukannya modifikasi campuran aspal.
Dalam modifikasi campuran aspal, polimer yang biasanya digunakan dan paling sesuai serta potensial
adalah polimer alam seperti karet, penggunaan karet sebagai campuran bahan modifikasi aspal dinilai
baik karena memiliki sifat kelengketan dan plastisitas, sehingga penggunaan karet sebagai tambahan
aspal diharapkan mampu meningkatkan mutu campuran beraspal.
Hal ini karena fungsi karet pada
campuran dapat berperan sebagai bahan penstabilitas aspal.
Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil
kadar aspal optimum (KAO) pada kedua campuran dan mengetahui hasil perbandingan marshall
melalui kedua campuran aspal Pengujian dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Politeknik
Negeri Banjarmasin.
Pengujian terdiri atas pengujian semen, agregat kasar, agregat halus, bottom ash
dan beton menggunakan metode standar SNI.
Berdasarkan hasil pengujian Marshall terhadap kedua
campuran aspal AC-WC didapatkan kada aspal optimum (KAO) yang berbeda, didapatkan nilai
stabilitas dari campuran aspal minyak dengan proporsi campuran 13% CA, 17% MA, 69% Abu Batu
dan 1% Filler sebesar 886,07 kg, sedangkan nilai stabilitas dari campuran aspal karet dengan proporsi
13% CA, 21% MA, 65% Abu Batu dan 1% Filler sebesar 1061,12 kg, dapat disimpulkan campuran
aspal karet dengan proporsi tersebut lebih mampu menahan beban lalu lintas dan cuaca sebagai lapis
aus.
Related Results
Studi Eksperimental Pengaruh Penggunaan Karet Alam Pada Pen 60/70 Terhadap Karakteristik Aspal
Studi Eksperimental Pengaruh Penggunaan Karet Alam Pada Pen 60/70 Terhadap Karakteristik Aspal
Indonesia mempunyai perkembangan moda transportasi tinggi sehingga sarana dan prasarana harus memadai. Bahan yang digunakan pada jalan yaitu aspal Pen 60/70. Namun, masih banyak ja...
Analisis Respon Penawaran Karet Rakyat di Kalimantan Selatan
Analisis Respon Penawaran Karet Rakyat di Kalimantan Selatan
Dominasi perkebunan karet rakyat memberikan kontribusi besar dalam perekonomian di Indonesia. Karet merupakan komoditas perkebunan unggulan kedua setelah kelapa sawit di Provinsi K...
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Aspal porus merupakan teknologi perkerasan jalan dengan beberapa kelebihan seperti mengurangi aquaplaning dan meredam kebisingan. Aspal porus saat ini sedang terus dikembangkan ole...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENELITIAN PASIR DARI SUNGAI BRANTAS DESA PADANGAN KECAMATAN NGANTRU KABUPATEN TULUNGAGUNG
PENELITIAN PASIR DARI SUNGAI BRANTAS DESA PADANGAN KECAMATAN NGANTRU KABUPATEN TULUNGAGUNG
Abstrac The objectives of the study are: (1) Determining the division of grains (gradations) of the aggregate, (2) Determining the amount of material in the aggregate that p...
Pengaruh Kebersihan Agregat terhadap Kualitas dan Kekuatan Beton
Pengaruh Kebersihan Agregat terhadap Kualitas dan Kekuatan Beton
Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kebersihan agregat terhadap kualitas dan kekuatan beton, dengan fokus khusus pada berbagai sifat mekanik dan fisik beton yang menggunakan agreg...
PEMANFAATAN PENGGUNAAN FILLER BOTOL KACA TERHADAP CAMPURAN AC-WC
PEMANFAATAN PENGGUNAAN FILLER BOTOL KACA TERHADAP CAMPURAN AC-WC
Salah satu jenis lapis perkerasan aspal yang bersifat struktural dan umum dipakai di Indonesia yang dtempatkan pada lapis permukaan struktur perkerasan jalan adalah Beton aspal (AC...
UJI TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR SEMARBUT ASPAL TIPE 4 BERDASARKAN SNI 2433:2011
UJI TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR SEMARBUT ASPAL TIPE 4 BERDASARKAN SNI 2433:2011
ABSTRACTAsphalt is a filtering material of crude oil used as a pavement material. Asphalt quality becomes a very important and must be considered for pavement material, especially ...

