Javascript must be enabled to continue!
PEMANFAATAN PENGGUNAAN FILLER BOTOL KACA TERHADAP CAMPURAN AC-WC
View through CrossRef
Salah satu jenis lapis perkerasan aspal yang bersifat struktural dan umum dipakai di Indonesia yang dtempatkan pada lapis permukaan struktur perkerasan jalan adalah Beton aspal (AC) yang meliputi bahan pengisi, aspal, dan agregat. Lapisan atas dari struktur perkerasan jalan raya, yang dikenal sebagai Aspal Beton dengan lapisan aus (AC-WC) terhubung langsung ke roda kendaraan, lapisan tersebut yang digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini meneliti pemanfaatan penggunaan filler botol kaca sebagai pengganti bahan pengisi. Botol kaca mengandung silikon oksida, kalsium, natrium, dan berbagai mineral lainnya, Botol kaca dipilih pada penelitian ini karena dapat lebih terjangkau dan mudah di dapatkan di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Gorontalo dengan menggunakan agregat dari Asphalt Mixing Plant (AMP) PT. Tjakrindo Mas yang berlokasi di Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo. Aspal yang digunakan dengan Pen. 60/70 dengan presentase gabungan agregat : agregat kasar 13,5%, agregat kasar (medium) 35%, agregat halus 35%, agregat halus (pasir) 15% dan filler 1,5% serta menggunakan kadar aspal 5,50%. Benda uji dibuat sebanyak 5 benda uji pada setiap variasi dengan total 15 benda uji. Hasil penelitian menggunakan filler botol kaca dan abu batu dengan perbandingan 100 : 0, 75 : 25, 50,50 dan 25 : 75, menghasilkan adanya perbedaan pada karateristik Marshall yang dimana nilai stabilitas marshall dan flow yang semakin membesar dan ada beberapa variabel yang memenuhi dan yang tidak memenuhi spesifikasi pada VMA, VIM, dan VFB.
Title: PEMANFAATAN PENGGUNAAN FILLER BOTOL KACA TERHADAP CAMPURAN AC-WC
Description:
Salah satu jenis lapis perkerasan aspal yang bersifat struktural dan umum dipakai di Indonesia yang dtempatkan pada lapis permukaan struktur perkerasan jalan adalah Beton aspal (AC) yang meliputi bahan pengisi, aspal, dan agregat.
Lapisan atas dari struktur perkerasan jalan raya, yang dikenal sebagai Aspal Beton dengan lapisan aus (AC-WC) terhubung langsung ke roda kendaraan, lapisan tersebut yang digunakan pada penelitian ini.
Penelitian ini meneliti pemanfaatan penggunaan filler botol kaca sebagai pengganti bahan pengisi.
Botol kaca mengandung silikon oksida, kalsium, natrium, dan berbagai mineral lainnya, Botol kaca dipilih pada penelitian ini karena dapat lebih terjangkau dan mudah di dapatkan di Provinsi Gorontalo.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Gorontalo dengan menggunakan agregat dari Asphalt Mixing Plant (AMP) PT.
Tjakrindo Mas yang berlokasi di Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo.
Aspal yang digunakan dengan Pen.
60/70 dengan presentase gabungan agregat : agregat kasar 13,5%, agregat kasar (medium) 35%, agregat halus 35%, agregat halus (pasir) 15% dan filler 1,5% serta menggunakan kadar aspal 5,50%.
Benda uji dibuat sebanyak 5 benda uji pada setiap variasi dengan total 15 benda uji.
Hasil penelitian menggunakan filler botol kaca dan abu batu dengan perbandingan 100 : 0, 75 : 25, 50,50 dan 25 : 75, menghasilkan adanya perbedaan pada karateristik Marshall yang dimana nilai stabilitas marshall dan flow yang semakin membesar dan ada beberapa variabel yang memenuhi dan yang tidak memenuhi spesifikasi pada VMA, VIM, dan VFB.
Related Results
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Industri pembuatan kaca tersusun atas empat bagian primer, yaitu: kaca lembaran, kaca khusus, kaca fiber, dan kaca container. Pabrik X merupakan sebuah perusahaan besar penghasil k...
LIMBAH KACA SEBAGAI PENGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS UNTUK BETON RAMAH LINGKUNGAN
LIMBAH KACA SEBAGAI PENGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS UNTUK BETON RAMAH LINGKUNGAN
Abstrak Limbah kaca menyebabkan masalah lingkungan yang kronis karena sangat sulit terurai di dalam tanah. Kaca banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari melalui produk manufakt...
Pemanfaatan Limbah Botol Kaca Dan Botol Air Mineral Bekas Dalam Pembuatan Vas Bunga
Pemanfaatan Limbah Botol Kaca Dan Botol Air Mineral Bekas Dalam Pembuatan Vas Bunga
Sampah merupakan masalah yang terus muncul di kehidupan masyarakat dan juga konsekuensi dari adanya aktivitas manusia. Semakin meningkat aktivitas masyarakat maka sampah atau limba...
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
PENGARUH BAHAN PENGISI BATU KARANG TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AUS ASBUTON
Abstract
Mountain coral found in Taeno Village, Ambon, is available in abundance and has the potential to be used as a filler for asphalt concrete mixtures. This research aims ...
Fundamental Aspects of Filler Distribution in Paper
Fundamental Aspects of Filler Distribution in Paper
An effective and simple method for sectioning paper was developed that enabled determination of the distribution of filler in a large number of papers. Attention was concentrated o...
Kemampuan Dinding Kaca Dalam Mentransferkan Intensitas Cahaya Yang Melewati Dinding Kaca
Kemampuan Dinding Kaca Dalam Mentransferkan Intensitas Cahaya Yang Melewati Dinding Kaca
Matahari memindahkan energi panasnya ke jagat raya dengan modul radiasi. Untuk mencapai temperatur udara dengan kenyamanan termal dalam ruangan maka perlu pengkondisian temperatur ...
Analisis Resiko Kecelakaan Kerja CV.Mitra Kreasi Utama Dengan Menggunakan Metode HAZOP (Hazard and Operability Study)
Analisis Resiko Kecelakaan Kerja CV.Mitra Kreasi Utama Dengan Menggunakan Metode HAZOP (Hazard and Operability Study)
CV. Mitra Kreasi Utama (CV.MKU) Pekanbaru merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi perakitan bahan alumunium, kaca, dan baja ringan menjadi berbagai produk seperti : p...
PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK SEBAGAI BAHAN PENGISI (FILLER) CAMPURAN AC – WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK SEBAGAI BAHAN PENGISI (FILLER) CAMPURAN AC – WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
ABSTRAK Karakteristik abu vulkanik ini relatif berbeda dengan debu tanah kering yang biasa dijumpai pada musim kemarau. Abu vulkanik terbentuk dari pembekuan magma yang dierupsikan...

