Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MAKNA FILOSOFIS PADA PERUPAAN KEPALA WAYANG CEPAK INDRAMAYU TOKOH PANJI SONGSONG

View through CrossRef
AbstractIndramayu has a diversity of artistic traditions and one of them is Wayang Golek Cepak (rod puppet theatre). Currently, the puppet show is on the verge of extinction due to the lack of support of the community and local government. Meanwhile, if it is traced as the locality, Wayang Golek Cepak is one of the oldest art relics in Indramayu. The evidence has shown the fact about the presence of a puppet artifact which is over300 years old that belongs to a puppeteer, Akhmadi.Wayang Cepak of Indramayu has 7 characters of knight that are called as Panji. They are believed historically as the local hero characters of Indonesia. One of the characters who are considered as sacred by the puppeteers is Panji Songsong. This study focused on the phylosophy meaning and aesthetic value of the last Panji Songsong's form. It was ristricted to the study of the artifact of Panji Songsong's head that still remainsdue to the disappearance of its original identity of its fashion. This study was conducted by using the Concept of East Cultural Aesthetics which included Jakob Sumardjo's Esa Theory and Three Pattern Theory. The analysis from the study concluded that Panji Songsong has sacred meaning of divinity values. In its relation to the concept of aesthetic culture of the East, PanjiSongsong is considered as containing the mystical contents. According to the Three Pattern Theory, each piece of art that has a mystical meaning comes out as the result of the fusion of paradoxical dualism that has been unified in the indistinguishable form. Thus, such condition is thought as the cause of the sacred meaning that Panji Songsong possesses and why the character is frequently used as the intermediary toinvite the ancestral spirits. AbstrakIndramayu memiliki keragaman seni tradisi, salah satunya adalah kesenian Wayang Golek Cepak. Saat ini, kesenian tersebut diambang punah, karena minimnya dukungan masyarakat dan pemerintah setempat. Sementara jikadirunut secara lokalitas, Wayang Cepak merupakan salah satu peninggalan kesenian tertua yang ada di Indramayu. Terbukti dengan adanya artefak wayang milik dalang Akhmadi yang berusia 300 tahun lebih. Wayang Cepak Indramayu, memiliki 7 tokoh ksatria yang diperankan oleh tokoh Panji. Pada sejarahnya Panji diyakini sebagai pahlawan yang memilikikarakter lokal Indonesia. Salah satu tokoh Panji yang paling disakralkan oleh para dalang adalah Panji Songsong. Penelitian ini menitikberatkan pada makna filosofis dan nilai estetis perupaan Panji Songsong, dengan batasan hanya mengkaji kepala artefak Panji Songsong yang masih utuh, karenaidentitas busana sudah hilang keasliannya. Penelitian ini dikaji menggunakan Konsep Estetika Budaya Timur yang di dalamnya mencakup Teori Esa dan Teori Pola Tiga Jakob Sumardjo.Bedasarkan analisa, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Panji Songsong memiliki makna sakral yang di dalamnya terdapat nilai-nilai ketuhanan. Berkaitan dengan Konsep Estetika Budaya Timur, Panji Songsong dianggap membawa hal yang mistis. Pada Teori Esa dan Pola Tiga, setiap benda seniyang memiliki makna mistis tersebut hadir dari peleburan paradoks dualisme, menjadi satu kesatuan bentuk tanpa pembeda pada perupaannya. Hal tersebut yang menjadikan tokoh Panji Songsong memiliki makna sakraldan kerap dijadikan sebagai perantara untuk mendatangkan roh-roh leluhur
Title: MAKNA FILOSOFIS PADA PERUPAAN KEPALA WAYANG CEPAK INDRAMAYU TOKOH PANJI SONGSONG
Description:
AbstractIndramayu has a diversity of artistic traditions and one of them is Wayang Golek Cepak (rod puppet theatre).
Currently, the puppet show is on the verge of extinction due to the lack of support of the community and local government.
Meanwhile, if it is traced as the locality, Wayang Golek Cepak is one of the oldest art relics in Indramayu.
The evidence has shown the fact about the presence of a puppet artifact which is over300 years old that belongs to a puppeteer, Akhmadi.
Wayang Cepak of Indramayu has 7 characters of knight that are called as Panji.
They are believed historically as the local hero characters of Indonesia.
One of the characters who are considered as sacred by the puppeteers is Panji Songsong.
This study focused on the phylosophy meaning and aesthetic value of the last Panji Songsong's form.
It was ristricted to the study of the artifact of Panji Songsong's head that still remainsdue to the disappearance of its original identity of its fashion.
This study was conducted by using the Concept of East Cultural Aesthetics which included Jakob Sumardjo's Esa Theory and Three Pattern Theory.
The analysis from the study concluded that Panji Songsong has sacred meaning of divinity values.
In its relation to the concept of aesthetic culture of the East, PanjiSongsong is considered as containing the mystical contents.
According to the Three Pattern Theory, each piece of art that has a mystical meaning comes out as the result of the fusion of paradoxical dualism that has been unified in the indistinguishable form.
Thus, such condition is thought as the cause of the sacred meaning that Panji Songsong possesses and why the character is frequently used as the intermediary toinvite the ancestral spirits.
 AbstrakIndramayu memiliki keragaman seni tradisi, salah satunya adalah kesenian Wayang Golek Cepak.
Saat ini, kesenian tersebut diambang punah, karena minimnya dukungan masyarakat dan pemerintah setempat.
Sementara jikadirunut secara lokalitas, Wayang Cepak merupakan salah satu peninggalan kesenian tertua yang ada di Indramayu.
Terbukti dengan adanya artefak wayang milik dalang Akhmadi yang berusia 300 tahun lebih.
Wayang Cepak Indramayu, memiliki 7 tokoh ksatria yang diperankan oleh tokoh Panji.
Pada sejarahnya Panji diyakini sebagai pahlawan yang memilikikarakter lokal Indonesia.
Salah satu tokoh Panji yang paling disakralkan oleh para dalang adalah Panji Songsong.
Penelitian ini menitikberatkan pada makna filosofis dan nilai estetis perupaan Panji Songsong, dengan batasan hanya mengkaji kepala artefak Panji Songsong yang masih utuh, karenaidentitas busana sudah hilang keasliannya.
Penelitian ini dikaji menggunakan Konsep Estetika Budaya Timur yang di dalamnya mencakup Teori Esa dan Teori Pola Tiga Jakob Sumardjo.
Bedasarkan analisa, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Panji Songsong memiliki makna sakral yang di dalamnya terdapat nilai-nilai ketuhanan.
Berkaitan dengan Konsep Estetika Budaya Timur, Panji Songsong dianggap membawa hal yang mistis.
Pada Teori Esa dan Pola Tiga, setiap benda seniyang memiliki makna mistis tersebut hadir dari peleburan paradoks dualisme, menjadi satu kesatuan bentuk tanpa pembeda pada perupaannya.
Hal tersebut yang menjadikan tokoh Panji Songsong memiliki makna sakraldan kerap dijadikan sebagai perantara untuk mendatangkan roh-roh leluhur.

Related Results

WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
WAYANG WAHYU : HIBURAN DAN MEDIA PEMBELAJARAN
<p><em>The life of modern society offers a variety of entertainment media, so traditional entertainment such as wayang is no longer interesting. Some religious institut...
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEARIFAN LOKAL NGUPAH WAYANG
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEARIFAN LOKAL NGUPAH WAYANG
Wayang merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang ada di Bali. Sebagai sebuah kesenian wayang tentunya memiliki nilai yang sarat dengan religiusitas. Wayang merupakan kesenian yan...
Hubungan Intertekstual Novel Candra Kirana dan “Tjerita Panji Angreni”: Perspektif Riffaterre
Hubungan Intertekstual Novel Candra Kirana dan “Tjerita Panji Angreni”: Perspektif Riffaterre
Penelitian ini bertujuan membahas hubungan intertekstual novel Candra Kirana karya Ajip Rosidi dengan "Tjerita Panji Angreni". Unsur apa saja dan bagaimana novel Candra Kirana memi...
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Tulisan ini bertujuan memaparkan hasil kreasi dan inovasi seni pertunjukan wayang sebagai upaya penguatan pre-artistic research university di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakart...
Marketing Communications Manajement for Kamasan Painting Art In The Karangasem Tourism Vilaage, Klungkung Regency
Marketing Communications Manajement for Kamasan Painting Art In The Karangasem Tourism Vilaage, Klungkung Regency
Kamasan tourist village presents painting as a tourist destination. The painting art in question is Classical Wayang painting which originated during the reign of King Dalem Wature...
SUGRA: TOKOH PERINTIS DAN DINAMIKA TARLING INDRAMAYU (1930-1997)
SUGRA: TOKOH PERINTIS DAN DINAMIKA TARLING INDRAMAYU (1930-1997)
Penelitian tentang Sugra dilakukan dengan tujuan untuk mengenang tokoh perintis tarling di Indramayu yang selama ini kurang dikenal di kalangan luas. Penelitian ini menggunakan met...
WAYANG BEBER KARYA PUJIANTO KASIDI STUDI BIOGRAFI DAN ESTETIKA
WAYANG BEBER KARYA PUJIANTO KASIDI STUDI BIOGRAFI DAN ESTETIKA
Penelitian ini membahas tentang biografi dan estetika wayang beber karya Pujianto Kasidi. Dalam penelitian ini menggunakan 2 pendekatan yaitu pendekatan biografi dan estetika. Biog...
Pengaruh Karawitan terhadap Totalitas Ekspresi Dalang dalam Pertunjukan Wayang Golek Menak Yogyakarta
Pengaruh Karawitan terhadap Totalitas Ekspresi Dalang dalam Pertunjukan Wayang Golek Menak Yogyakarta
Tulisan ini dimaksudkan untuk menjelaskan pengaruh karawitan sebagai salah satu pendukung utama pergelaran wayang dengan kualitas ekspresi dalang wayang golek Menak Yogyakarta. Keb...

Back to Top