Javascript must be enabled to continue!
TAKHRIJ AL-HADIS TENTANG LARANGAN MEMINTA KEMBALI PEMBERIAN
View through CrossRef
Sumber hukum tertinggi setelah al-Qur’an adalah Hadis, sehingga membuat hadis sangat penting untuk diteliti dan dikaji. Penelitian hadis menyangkut isi atau konten di dalamnya yang terkait dengan orisinalitas atau otentisitas hadis. Untuk mengetahui otentisitas dan orisinalitas hadis maka perlu dilakukan penelitian sanad dan penelitian matan atau yang sering dikenal dengan istilah naqd al-Sanad dan naqd al-Matan. Di sini peneliti akan mengkaji hadis tentang larangan meminta kembali pemberian. Fenomena di masyarakat banyak yang meminta kembali pemberian, padahal hadis Nabi sudah melarang akan hal tersebut. Pada tulisan ini, peneliti akan fokus melihat hadis tersebut dari segi sanad dan matannya, sehingga diketahui kualitas hadis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan corak kepustakaan. Artinya sumber utama dalam penelitian ini adalah hadis Nabi, kitab-kitab hadis dan sumber lain yang relevan dengan pembahasan. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa hadis tentang larangan meminta kembali pemberian terdapat dalam lima jalur, yaitu Abu daud, Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad dan Ibnu Majah. Dari penelitian sanad dan matan hadis dari jalur Tirmidzi hadis tersebut berstatus shahih.
Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Title: TAKHRIJ AL-HADIS TENTANG LARANGAN MEMINTA KEMBALI PEMBERIAN
Description:
Sumber hukum tertinggi setelah al-Qur’an adalah Hadis, sehingga membuat hadis sangat penting untuk diteliti dan dikaji.
Penelitian hadis menyangkut isi atau konten di dalamnya yang terkait dengan orisinalitas atau otentisitas hadis.
Untuk mengetahui otentisitas dan orisinalitas hadis maka perlu dilakukan penelitian sanad dan penelitian matan atau yang sering dikenal dengan istilah naqd al-Sanad dan naqd al-Matan.
Di sini peneliti akan mengkaji hadis tentang larangan meminta kembali pemberian.
Fenomena di masyarakat banyak yang meminta kembali pemberian, padahal hadis Nabi sudah melarang akan hal tersebut.
Pada tulisan ini, peneliti akan fokus melihat hadis tersebut dari segi sanad dan matannya, sehingga diketahui kualitas hadis tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan corak kepustakaan.
Artinya sumber utama dalam penelitian ini adalah hadis Nabi, kitab-kitab hadis dan sumber lain yang relevan dengan pembahasan.
Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa hadis tentang larangan meminta kembali pemberian terdapat dalam lima jalur, yaitu Abu daud, Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad dan Ibnu Majah.
Dari penelitian sanad dan matan hadis dari jalur Tirmidzi hadis tersebut berstatus shahih.
.
Related Results
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak mem...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
EPISTEMOLOGI KRITIK HADIS
Hadis disepakati sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an. Namun, untuk dapat menjadikannya sebagai dasar ajaran, hadis harus melewati uji naqd al-hadis dan fiqh al-hadi...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
WACANA SAINTIFIK HADIS DALAM KONSTRUKSI KESAHIHAN HADIS
Penelitian ini bermaksud menjelaskan penelitian hadis menurut standar prosedur ilmiah penelitian hadis yang disebut saintifik hadis. Wacana saintifik hadis dalam konstruksi kesahih...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG ZAKAT PERTANIAN, PEMBEKAMAN SAAT BERPUASA DAN MASALAH ZUNUB SAAT BERPUASA
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG ZAKAT PERTANIAN, PEMBEKAMAN SAAT BERPUASA DAN MASALAH ZUNUB SAAT BERPUASA
Semua hadis rasulullah SAW yang telah sampai pada kita terlebih dahulu diperhatikan dari aspek kualitasnya, Baik yang diterapkan maupun tidak. Dilihat dari kualitasnya hadis bisa d...

