Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN

View through CrossRef
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Ternyata di dalamnya banyak memuat hadis-hadis bermasalah. Status kualitas hadis-hadisnya telah dikaji oleh Ahmad Lutfi Fathullah salah seorang hadisolog Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana metode Ahmad Lutfi Fathullah dalam bukunya yang berjudul Hadits-hadits Lemah dan Palsu dalam Kitab Durratun Nashihin. sehingga hal ini dapat memberikan kontribusi pemikiran dan edukasi bagi masyarakat baik secara substansi konten maupun metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian sumber dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), objek penelitiannya adalah buku Hadits-hadits Lemah dan Palsu dalam Kitab Durratun Nashihin karya Ahmad Lutfi Fathullah. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan menggunakan sumber data primer dan sekunder, kemudian data dianalisis dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini, pertama, Metode Lutfi dalam Penyusunan Kitab (Manhaj at-Tartib), meliputi : a.  sistematika buku terdiri dari 1). pendahuluan yang menjelaskan metode dan pola penyusunan hadis serta metode dan kaedah penilaian suatu hadis; 2).  bagian isi yang terbagi kepada lima bab memuat hadis-hadis tentang keutamaan bulan Rajab, Syakban dan Ramadhan; 3). Bagian penutup yang berisi motif, tujuan dan harapan penulis. b. korelasi antara bab dengan hadis yang didalamnya terikat secara langsung dan tidak langsung atau tersirat. c. Numerisasi hadis terdiri dari nomor urut hadis yang diberikan penulis dalam bukunya dan nomor hadis sesuai dengan fasal yang ada dalam kitab durratun nasihin. d. memaparkan hadis dengan bahasa Arab diikuti dengan terjemahannya. e. Takhrij hadis dilakukan oleh Lutfi dengan menjelaskan sumber dan kualitas riwayat secara ringkas (muyassar) dan argumentatif. f. Referensi penulis meliputi kitab-kitab hadis bersanad, kitab rijal al-hadis, kitab yang hanya mengoleksi hadis palsu, kitab-kitab takhrij, kitab syarah hadis dan kitab-kitab tafsir. Di bagian akhir bukunya, Lutfi membuat dan menjelaskan istilah-istilah teknis dalam disiplin ilmu hadis yang terdapat dalam bukunya. Kedua, Metode Lutfi dalam Kritik Hadis (Manhaj an-Naqd), meliputi: a. Penilaian terhadap hadis menggunakan lima kriteria yaitu Ittisal as-sanad, ‘adalat ar-ruwat, dabt ar-ruwat, ‘adam asy-syuzuz dan ‘adam al-illat. b. Takhrij Hadis dilakukan oleh Lutfi berbasis analitik (Dira’i) dan rekomendatif (naqli). c. Penilaian terhadap hadis palsu antara lain berdasarkan rekomendasi para ulama, kajian ilmu rijal dan jarh wa ta’dil, indikasi-indikasi kepalsuan suatu riwayat dan kaedah-kaedah yang menunjukkan kepalsuan suatu riwayat.
Title: MANHAJ AHMAD LUTFI FATHULLAH DALAM HADIS-HADIS LEMAH DAN PALSU DALAM KITAB DURRATUN NASIHIN
Description:
Kitab Durratun Nashihin merupakan salah satu kitab yang bercorak targhib dan tarhib, banyak digunakan oleh masyarakat muslim khususnya di Indonesia.
Ternyata di dalamnya banyak memuat hadis-hadis bermasalah.
Status kualitas hadis-hadisnya telah dikaji oleh Ahmad Lutfi Fathullah salah seorang hadisolog Indonesia.
Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana metode Ahmad Lutfi Fathullah dalam bukunya yang berjudul Hadits-hadits Lemah dan Palsu dalam Kitab Durratun Nashihin.
sehingga hal ini dapat memberikan kontribusi pemikiran dan edukasi bagi masyarakat baik secara substansi konten maupun metodologi.
Penelitian ini merupakan penelitian sumber dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), objek penelitiannya adalah buku Hadits-hadits Lemah dan Palsu dalam Kitab Durratun Nashihin karya Ahmad Lutfi Fathullah.
Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan menggunakan sumber data primer dan sekunder, kemudian data dianalisis dengan pendekatan analisis isi (content analysis).
Hasil penelitian ini, pertama, Metode Lutfi dalam Penyusunan Kitab (Manhaj at-Tartib), meliputi : a.
  sistematika buku terdiri dari 1).
pendahuluan yang menjelaskan metode dan pola penyusunan hadis serta metode dan kaedah penilaian suatu hadis; 2).
  bagian isi yang terbagi kepada lima bab memuat hadis-hadis tentang keutamaan bulan Rajab, Syakban dan Ramadhan; 3).
Bagian penutup yang berisi motif, tujuan dan harapan penulis.
b.
korelasi antara bab dengan hadis yang didalamnya terikat secara langsung dan tidak langsung atau tersirat.
c.
Numerisasi hadis terdiri dari nomor urut hadis yang diberikan penulis dalam bukunya dan nomor hadis sesuai dengan fasal yang ada dalam kitab durratun nasihin.
d.
memaparkan hadis dengan bahasa Arab diikuti dengan terjemahannya.
e.
Takhrij hadis dilakukan oleh Lutfi dengan menjelaskan sumber dan kualitas riwayat secara ringkas (muyassar) dan argumentatif.
f.
Referensi penulis meliputi kitab-kitab hadis bersanad, kitab rijal al-hadis, kitab yang hanya mengoleksi hadis palsu, kitab-kitab takhrij, kitab syarah hadis dan kitab-kitab tafsir.
Di bagian akhir bukunya, Lutfi membuat dan menjelaskan istilah-istilah teknis dalam disiplin ilmu hadis yang terdapat dalam bukunya.
Kedua, Metode Lutfi dalam Kritik Hadis (Manhaj an-Naqd), meliputi: a.
Penilaian terhadap hadis menggunakan lima kriteria yaitu Ittisal as-sanad, ‘adalat ar-ruwat, dabt ar-ruwat, ‘adam asy-syuzuz dan ‘adam al-illat.
b.
Takhrij Hadis dilakukan oleh Lutfi berbasis analitik (Dira’i) dan rekomendatif (naqli).
c.
Penilaian terhadap hadis palsu antara lain berdasarkan rekomendasi para ulama, kajian ilmu rijal dan jarh wa ta’dil, indikasi-indikasi kepalsuan suatu riwayat dan kaedah-kaedah yang menunjukkan kepalsuan suatu riwayat.

Related Results

PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
PENYELESAIAN HADIS MUKHTALIF TENTANG PENYAKIT YANG TERTULAR, JUNUB DAN ZIARAH KUBUR
Hadis merupakan sumber utama pedoman hidup setelah al-Qur’an. Berdasarkan faktanya tidak semua hadis bersumber dari Rasulullah, pasal ini dilihat dari konteks sejarah perkembangann...
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
METODE MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI DALAM MENDAIFKAN HADIS: TELAAH KITAB DAIF SUNAN ABU DAUD
Sunan Abu Dawud merupakan salah satu dari enam kitab hadis utama dalam tradisi hadis Sunni. Kitab ini disusun oleh Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Ash'ath al-Sijistani pada abad ke-...
Diseminasi Hadis Palsu Di Indonesia: Al-Mauḍū‘āt di Negeri Syari‘at
Diseminasi Hadis Palsu Di Indonesia: Al-Mauḍū‘āt di Negeri Syari‘at
Artikel ini adalah penelitian tentang penyebaran hadis palsu di Indonesia, khususnya di negeri Syari’at yaitu kota Langsa. Bagaimana indikator dan latarbelakang penyebaran hadis pa...
KRITIK TERHADAP KITAB SHAHIH AL-BUKHARI DAN SHAHIH MUSLIM
KRITIK TERHADAP KITAB SHAHIH AL-BUKHARI DAN SHAHIH MUSLIM
Para ulama telah sepakat tentang keautentikan hadis-hadis yang termuat dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Namun sekarang, sebagian ulama sudah mulai melakukan kritik ...
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
Kontribusi Ali Mustafa Yaqub (1952-2016) dalam Dinamika Kajian Hadis di Indonesia
<p>Artikel ini akan membahas tentang kontribusi Ali Mustafa Yaqub dalam dinamika kajian hadis di Indonesia. Ia adalah salah seorang pakar di bidang hadis. Hadis-hadis yang di...
Peran Hadratus Syaikh Kh. Hasyim Asyari dalam Pengembangan Hadis di Indonesia
Peran Hadratus Syaikh Kh. Hasyim Asyari dalam Pengembangan Hadis di Indonesia
Sebagai negara yang penduduknya mayoritas Muslim, perkembangan hadis tentunya masuk ke Indonesia, menjadi menarik untuk dibahas karena sebagian besar penikmat ilmu hadis sendiri be...
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
PROGRAM TAHFIZ HADIS DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERI BANJARBARU
Abstract: The Tahfiz Hadis program is one of the extracurricular programs carried out at the Al Falah Puteri Islamic Boarding School Banjarbaru. This program was formed because of ...
KAJIAN KRITIK MATAN HADIS BERUNSUR PETUA-PETUA GANJIL DALAM PERUBATAN: ANALISIS HADIS-HADIS PALSU TERPILIH
KAJIAN KRITIK MATAN HADIS BERUNSUR PETUA-PETUA GANJIL DALAM PERUBATAN: ANALISIS HADIS-HADIS PALSU TERPILIH
Ahli-ahli hadis berusaha memelihara hadis-hadis Nabi SAW daripada dicemari oleh mereka yang tidak bertanggungjawab dengan menetapkan kaedah tertentu untuk mengenali hadis-hadis ber...

Back to Top