Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Keragaman Varietas Benih Kedelai

View through CrossRef
Benih merupakan sarana produksi utama dalam budidaya tanaman. Kualitas benih ditentukan oleh perkecambahan dan analisis kemurnian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman perkecambahan/viabilitas benih kedelai. Penelitian menggunakan rancanagan acak lengkap (RAL), lima varietas kedelai dan diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati adalah viabilitas benih dalam 0, 1 dan 4 bulan penyimpanan. Benih disimpan dalam ruang terkendali (suhu 14 °C, kelembapan 40 rh). Pada varietas Dering 1 dan Detam 1 menunjukkan bahwa terjadi penurunan daya tumbuh pada 1 bulan penyimpanan dan mengalami kenaikan kembalai pada bulan ke-4 penyimpanan. Sedangkan pada varietas Anjasmoro, Detam 4 dan Grobogan menunjukkan mengalami kenaikan viabilitas benih pada pengamatan ke-2, dan menurun kembali pada penyimpanan ke-4. Rata-rata viabilitas benih paling tinggi pada varietas Dering 1 (96,69%) dan rata-rata viabilitas benih terendah terdapat pada varietas Anjasmoro (84,31%). Faktor yang mempengaruhi viabilitas benih adalah faktor lingkungan dan faktor dalam benih itu sendiri.
AGROPROSS, National Conference Proceedings of Agriculture
Title: Keragaman Varietas Benih Kedelai
Description:
Benih merupakan sarana produksi utama dalam budidaya tanaman.
Kualitas benih ditentukan oleh perkecambahan dan analisis kemurnian.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman perkecambahan/viabilitas benih kedelai.
Penelitian menggunakan rancanagan acak lengkap (RAL), lima varietas kedelai dan diulang sebanyak empat kali.
Parameter yang diamati adalah viabilitas benih dalam 0, 1 dan 4 bulan penyimpanan.
Benih disimpan dalam ruang terkendali (suhu 14 °C, kelembapan 40 rh).
Pada varietas Dering 1 dan Detam 1 menunjukkan bahwa terjadi penurunan daya tumbuh pada 1 bulan penyimpanan dan mengalami kenaikan kembalai pada bulan ke-4 penyimpanan.
Sedangkan pada varietas Anjasmoro, Detam 4 dan Grobogan menunjukkan mengalami kenaikan viabilitas benih pada pengamatan ke-2, dan menurun kembali pada penyimpanan ke-4.
Rata-rata viabilitas benih paling tinggi pada varietas Dering 1 (96,69%) dan rata-rata viabilitas benih terendah terdapat pada varietas Anjasmoro (84,31%).
Faktor yang mempengaruhi viabilitas benih adalah faktor lingkungan dan faktor dalam benih itu sendiri.

Related Results

REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
Pembebasan kembali investasi asing melalui UU No. 11/2021 (UU No. 2/2022, UU No. 6/2023) tentang Cipta Kerja mendorong industri benih tanaman pangan dan sayuran lebih kompetitif. S...
UMUR SIMPAN BENIH KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VARIETAS ANJASMORO PADA KONDISI RUANG SIMPAN BERBEDA
UMUR SIMPAN BENIH KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VARIETAS ANJASMORO PADA KONDISI RUANG SIMPAN BERBEDA
Salah satu faktor penghambat produksi kedelai di daerah tropis yakni kemunduran benih yang sangat cepat selama penyimpanan sehingga mengurangi penyediaan benih berkualitas tinggi. ...
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
GAMBARAN PERBANDINGAN KADAR PROTEIN SUSU KEDELAI HOMEMADE DAN KEMASAN PABRIKAN
Protein adalah senyawa organik yang mengandung unsur penting bagi fungsi tubuh sebagai sumber energi. Sumber protein dapat diperoleh dari ikan, daging, dan biji-bijian. Salah satu ...
Analisis Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Akibat Pengaturan Jarak Tanam
Analisis Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Akibat Pengaturan Jarak Tanam
Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia sehingga dapat menyumbang devisa bagi...
Keragaman Genotipik dan Fenotipik 48 Aksesi Kedelai Introduksi Asal Cina
Keragaman Genotipik dan Fenotipik 48 Aksesi Kedelai Introduksi Asal Cina
<p>Sebagai salah satu komoditas tanaman pangan penting di Indonesia setelah padi dan jagung, kedelai memerlukan upaya peningkatan keragaman genetik dengan cara introduksi aks...
PKM Olahan Kacang Kedelai Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Perbaikan Pencernaan pada Masyarakat  di  Desa Rumbai Jaya Tahun 2023
PKM Olahan Kacang Kedelai Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Perbaikan Pencernaan pada Masyarakat  di  Desa Rumbai Jaya Tahun 2023
Kedelai merupakan salah satu tanaman anggota kacang-kacangan yang memiliki kandungan protein nabati yang paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis kacang-kacangan yang lainnya s...
EVALUASI MUTU BENIH BEBERAPA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) YANG DIPASARKAN MELALUI E-COMMERCE
EVALUASI MUTU BENIH BEBERAPA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) YANG DIPASARKAN MELALUI E-COMMERCE
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mutu benih beberapa varietas padi lokal yang diperoleh dari e-commerce...
Pengujian Periode After-Ripening pada Beberapa Benih Padi (Oryza sativa L.) Varietas Unggul
Pengujian Periode After-Ripening pada Beberapa Benih Padi (Oryza sativa L.) Varietas Unggul
Padi (Oryza sativa L.) berperan penting bagi pangan Indonesia. Penggunaan benih berkualitas menjadi faktor penting untuk meningkatan produktivitas padi. Salah satu aspek yang mempe...

Back to Top