Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Fenomena Pernikahan Generasi Z di KUA (Studi Antropologi Tentang Perubahan Tradisi Pernikahan di Kalangan Muda Indonesia)

View through CrossRef
Pernikahan Generasi Z di Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi sorotan karena dianggap lebih sederhana, praktis, dan hemat biaya dibandingkan pernikahan konvensional yang penuh ritual. Keputusan ini menunjukkan bagaimana mereka menavigasi antara nilai budaya, agama, hukum negara, dan kebutuhan ekonomi. Dari perspektif antropologi, perubahan dalam tradisi, simbolisme, dan praktik pernikahan ini menunjukkan adaptasi budaya yang menarik untuk dipelajari. Hal ini terutama berkaitan dengan fungsi Kantor Urusan Agama Islam (KUA) sebagai lembaga negara yang mencatat dan mengawasi pernikahan umat Islam di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fenomena pernikahan Generasi Z di KUA dari persepektif antropologi, serta mengindentifikasi faktor-faktor yang mendorong pilihan tersebut dan memahami perubahan makna, nilai, serta praktik pernikahan di kalangan generasi muda indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kalitatif deskriptif dengan istrumen penelitian berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dan dokumentasi sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan di KUA biasanya meninggalkan banyak ritual adat dan elemen komunal serta menekankan aspek relasional (hubungan pasangan) dan pragmatis (legalitas dan efisiensi). Ini menunjukkan bahwa nilai- nilai pernikahan berubah dari kolektivisme ke individualisme. Dan secara antropologis, fenomena ini menunjukkan dinamika transformasi sosial dan budaya yang disebabkan oleh modernitas dan globalisasi. Nilai-nilai global seperti rasionalitas dan individualisme dikombinasikan dengan nilai-nilai lokal seperti agama, tradisi, dan peran institusi negara membuat pilihan Gen Z untuk menikah di KUA.
Title: Fenomena Pernikahan Generasi Z di KUA (Studi Antropologi Tentang Perubahan Tradisi Pernikahan di Kalangan Muda Indonesia)
Description:
Pernikahan Generasi Z di Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi sorotan karena dianggap lebih sederhana, praktis, dan hemat biaya dibandingkan pernikahan konvensional yang penuh ritual.
Keputusan ini menunjukkan bagaimana mereka menavigasi antara nilai budaya, agama, hukum negara, dan kebutuhan ekonomi.
Dari perspektif antropologi, perubahan dalam tradisi, simbolisme, dan praktik pernikahan ini menunjukkan adaptasi budaya yang menarik untuk dipelajari.
Hal ini terutama berkaitan dengan fungsi Kantor Urusan Agama Islam (KUA) sebagai lembaga negara yang mencatat dan mengawasi pernikahan umat Islam di Indonesia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fenomena pernikahan Generasi Z di KUA dari persepektif antropologi, serta mengindentifikasi faktor-faktor yang mendorong pilihan tersebut dan memahami perubahan makna, nilai, serta praktik pernikahan di kalangan generasi muda indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode kalitatif deskriptif dengan istrumen penelitian berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dan dokumentasi sebagai sumber data utama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan di KUA biasanya meninggalkan banyak ritual adat dan elemen komunal serta menekankan aspek relasional (hubungan pasangan) dan pragmatis (legalitas dan efisiensi).
Ini menunjukkan bahwa nilai- nilai pernikahan berubah dari kolektivisme ke individualisme.
Dan secara antropologis, fenomena ini menunjukkan dinamika transformasi sosial dan budaya yang disebabkan oleh modernitas dan globalisasi.
Nilai-nilai global seperti rasionalitas dan individualisme dikombinasikan dengan nilai-nilai lokal seperti agama, tradisi, dan peran institusi negara membuat pilihan Gen Z untuk menikah di KUA.

Related Results

Peran Penyuluh Kantor Urusan Agama Kecamatan Bandung Kulon terhadap Pencegahan Pernikahan di bawah Umur
Peran Penyuluh Kantor Urusan Agama Kecamatan Bandung Kulon terhadap Pencegahan Pernikahan di bawah Umur
Abstrak. Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum, di berbagai bidang terutama dalam Pernikahan yang mayoritas di Indonesia masyarakatnya menganut agama Islam, maka pemerinta...
EKSISTENSI PERNIKAHAN SEKUFU PADA KALANGAN SYARIFAH GENERASI Z KETURUNAN BA-’ALAWI DI PURWAKARTA
EKSISTENSI PERNIKAHAN SEKUFU PADA KALANGAN SYARIFAH GENERASI Z KETURUNAN BA-’ALAWI DI PURWAKARTA
Dalam penelitian yang berjudul “Eksistensi Pernikahan Sekufu Pada Kalangan Syarifah Generasi Z Keturunan Ba-’Alawi di Purwakarta” ini memaparkan informasi mengenai eksistensi perni...
Analisis Faktor Penyebab Pernikahan di Bawah Umur di KUA Arcamanik Bandung
Analisis Faktor Penyebab Pernikahan di Bawah Umur di KUA Arcamanik Bandung
Abstrak. Pernikahan di bawah umur masih sering terjadi, meskipun terdapat batas usia minimum dalam hukum dan syariat. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor penyebab pernikahan dini...
Konstruksi Makna Nikah Muda pada Pasangan Nikah Muda di Jawa Barat
Konstruksi Makna Nikah Muda pada Pasangan Nikah Muda di Jawa Barat
Abstract.In Islam, it is obligatory to marry when you are physically and mentally able,but if you are not able to carry out marriage, it is recommended to replace the restraintof l...
PERAN GURU ANTROPOLOGI TERHADAP PENGEMBANGAN MINAT MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN BANTAENG
PERAN GURU ANTROPOLOGI TERHADAP PENGEMBANGAN MINAT MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN BANTAENG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peran guru Antropologi terhadap pengembangan minat mata pelajaran Antropologi di SMA Negeri se-Kabupaten Bantaeng (2) Faktor Penghamb...
NETNOGRAPHIC STUDY ON THE NARRATIVE OF MARRIAGE AT THE OFFICE OF RELIGIOUS AFFAIRS (KUA): OPPORTUNITIES AND CHALLENGES
NETNOGRAPHIC STUDY ON THE NARRATIVE OF MARRIAGE AT THE OFFICE OF RELIGIOUS AFFAIRS (KUA): OPPORTUNITIES AND CHALLENGES
AbstractMarriage is related not only to the couple undergoing it but also to a process of accepting individuals as part of society, and therefore wedding planning often involves ot...
PERAN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) DALAM MENGHADAPI KASUS PERNIKAHAN ANAK DI BAWAH UMUR
PERAN KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) DALAM MENGHADAPI KASUS PERNIKAHAN ANAK DI BAWAH UMUR
Abstrak Pokok permasalahan dalam penelitian adalah Peran Kantor Urusan Agama (KUA) Dalam Menghadapi Kasus Pernikahan Anak Di Bawah Umur (Studi Kasus KUA Kecamatan Somba Opu Kabupa...
Efektivitas Kepala KUA dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai ditinjau dari PMA RI Nomor 34 Tahun 2016 di KUA Kec. Sukasari Bandung
Efektivitas Kepala KUA dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai ditinjau dari PMA RI Nomor 34 Tahun 2016 di KUA Kec. Sukasari Bandung
Abstract. Good leaders will have a positive impact on their employees because with good leadership employees will discipline work and concentrate on completing their work. Prior to...

Back to Top