Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERAN GURU ANTROPOLOGI TERHADAP PENGEMBANGAN MINAT MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN BANTAENG

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peran guru Antropologi terhadap pengembangan minat mata pelajaran Antropologi di SMA Negeri se-Kabupaten Bantaeng (2) Faktor Penghambat peran guru Antropologi terhadap pengembangan minat mata pelajaran Antropologi di SMA Negeri se-Kabupaten Bantaeng, dan (3) Upaya yang telah dilakukan guru untuk mengatasi hambatan peran guru Antropologi terhadap pengembangan minat mata pelajaran antropologi di SMA Negeri se-Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang dianalisa secara deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan penelitian lapangan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan melibatkan beberapa informan yaitu guru yang mengajar mata pelajaran Antropologi di SMA Negeri se-Kabupaten Bantaeng. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Adapun peran guru Antropologi terhadap  pengembangan minat mata pelajaran Antropologi di SMA Negeri se-Kabupaten Bantaeng telah dilakukan dengan baik, dengan menjadi Pembimbing yakni guru Antropologi tersebut berupaya memberikan pelajaran secara informatif dan sistematis dalam proses pembelajaran Antropologi. Peran guru sebagai motivator ialah memberikan bentuk motivasi, dorongan dan nasehat terhadap peserta didik, dan peran guru sebagai fasilitator ialah memfasilitasi peserta didik berupa metode, media serta peralatan belajar dalam proses pembelajaran Antropologi. (2) terdapat dua faktor penghambat, yakni faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal tersebut mengarah ke kondisi fisik dan psikis peserta didik yang tergabung dalam kelas Bahasa yang sering didiskriminasi. Kemudian faktor kedua yakni faktor eksternal, meliputi keadaan guru yang Antropologi yang masih sedikit, tidak adanya ketersediaan buku paket Antropologi sebagai penunjanjang dalam proses belajar mengajar, serta kondisi lingkungan dengan sering munculnya stigma negatif terhadap kelas Bahasa yang berpengaruh terhadap kondisi mental peserta didik (3) Adapun upaya yang telah dilakukan guru untuk mengatasi hambatan terhadap pengembangan minat mata pelajaran Antropologi adalah dengan memberikan motivasi kepada peserta didik dalam bentuk dukungan dan nasehat, selain itu guru menerapkan metode belajar dengan menyesuaikan kondisi peserta didik, memfasilitasi peserta didik dengan belajar di laboratorium serta menggunakan media dan memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Kata kunci : Peran guru, Antropologi, minat peserta didik, kelas Bahasa.
Title: PERAN GURU ANTROPOLOGI TERHADAP PENGEMBANGAN MINAT MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN BANTAENG
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peran guru Antropologi terhadap pengembangan minat mata pelajaran Antropologi di SMA Negeri se-Kabupaten Bantaeng (2) Faktor Penghambat peran guru Antropologi terhadap pengembangan minat mata pelajaran Antropologi di SMA Negeri se-Kabupaten Bantaeng, dan (3) Upaya yang telah dilakukan guru untuk mengatasi hambatan peran guru Antropologi terhadap pengembangan minat mata pelajaran antropologi di SMA Negeri se-Kabupaten Bantaeng.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang dianalisa secara deskriptif.
Teknik pengumpulan data diperoleh dengan penelitian lapangan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan melibatkan beberapa informan yaitu guru yang mengajar mata pelajaran Antropologi di SMA Negeri se-Kabupaten Bantaeng.
 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Adapun peran guru Antropologi terhadap  pengembangan minat mata pelajaran Antropologi di SMA Negeri se-Kabupaten Bantaeng telah dilakukan dengan baik, dengan menjadi Pembimbing yakni guru Antropologi tersebut berupaya memberikan pelajaran secara informatif dan sistematis dalam proses pembelajaran Antropologi.
Peran guru sebagai motivator ialah memberikan bentuk motivasi, dorongan dan nasehat terhadap peserta didik, dan peran guru sebagai fasilitator ialah memfasilitasi peserta didik berupa metode, media serta peralatan belajar dalam proses pembelajaran Antropologi.
(2) terdapat dua faktor penghambat, yakni faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal tersebut mengarah ke kondisi fisik dan psikis peserta didik yang tergabung dalam kelas Bahasa yang sering didiskriminasi.
Kemudian faktor kedua yakni faktor eksternal, meliputi keadaan guru yang Antropologi yang masih sedikit, tidak adanya ketersediaan buku paket Antropologi sebagai penunjanjang dalam proses belajar mengajar, serta kondisi lingkungan dengan sering munculnya stigma negatif terhadap kelas Bahasa yang berpengaruh terhadap kondisi mental peserta didik (3) Adapun upaya yang telah dilakukan guru untuk mengatasi hambatan terhadap pengembangan minat mata pelajaran Antropologi adalah dengan memberikan motivasi kepada peserta didik dalam bentuk dukungan dan nasehat, selain itu guru menerapkan metode belajar dengan menyesuaikan kondisi peserta didik, memfasilitasi peserta didik dengan belajar di laboratorium serta menggunakan media dan memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar.
 Kata kunci : Peran guru, Antropologi, minat peserta didik, kelas Bahasa.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
KEBERADAAN DAN KENDALA PEMBELAJARAN ANTROPOLOGI DI SMA
KEBERADAAN DAN KENDALA PEMBELAJARAN ANTROPOLOGI DI SMA
Mata pelajaran Antropologi di SMA tergabung dalam kelompok IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Meskipun telah menjadi salah satu bagian mata pelajaran di SMA,  keberadaan mata pelajara...
Persepsi Guru dan Siswa terhadap Implementasi Kurikulum 2013 dalam Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 5 Merangin
Persepsi Guru dan Siswa terhadap Implementasi Kurikulum 2013 dalam Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 5 Merangin
Abstract               The implementation of the 2013 curriculum that is enacted by the government is determined by the perceptions of the teachers, where this perception is rooted...
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU EKONOMI DI SMA NEGERI 1 TOMPASO
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU EKONOMI DI SMA NEGERI 1 TOMPASO
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi dan kejelasan serta kebenaran tentang kompetensi pedagogik guru bidang studi ekonomi di SMA Negeri 1 Tompaso . Subjek da...
MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS LITERASI DI SMP LABSCHOOL UNTAD PALU
MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS LITERASI DI SMP LABSCHOOL UNTAD PALU
Penelitian ini dilakukan di SMP Labschool Untad Palu. Masalah dalam penelitian ini adalah untuk siswa yang tertarik pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII D. Tujuan peneli...
PENGARUH MOTIVASI, KOMPETENSI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMA NEGERI SE-KECAMATAN SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN
PENGARUH MOTIVASI, KOMPETENSI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMA NEGERI SE-KECAMATAN SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN
Penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru, kompetensi terhadap kinerja guru, disiplin kerja terhadap kinerja guru, dan secara simul...

Back to Top