Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KEBERADAAN DAN KENDALA PEMBELAJARAN ANTROPOLOGI DI SMA

View through CrossRef
Mata pelajaran Antropologi di SMA tergabung dalam kelompok IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Meskipun telah menjadi salah satu bagian mata pelajaran di SMA,  keberadaan mata pelajaran Antropologi tidak pernah berdiri menjadi mata pelajaran sendiri, melainkan menjadi bagian mata pelajaran Sejarah dan Sosiologi. Tujuan artikel ini adalah untuk membahas bagaimanakah keberadaan mata pelajaran antropologi di SMA setelah merger ini dan bagaimana kendala-kendala pembelajaran antropologi di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tahun terakhir yang sibuk dengan penyempurnaan kurikulum, mata pelajaran Antropologi justru semakin termarjinalisasi. Antropologi hanya menjadi sub-bahasan  saja dalam mata pelajaran lain. Antropologi juga semakin dianggap kurang penting, padahal antropologi sangat penting dalam konteks masyarakat multikultural seperti Indonesia. Hal tersebut menyebabkan terjadinya kendala-kendala dalam proses pembelajaran di antaranya kendala struktural, kultural, dan keterbatasan sumber daya manusia.Anthropology in high school subjects is incorporated in IPS batch (Social Sciences). Although it has become one of the subjects at the high school, Anthropology is a not an independent subject.  It isonly part of History and Sociology subjects. The objective of this article is to study the existence of anthropological subjects in high school. The research method used is  qualitative approach, data collection was done by observation, interview and documentation. The results show that over the years of curriculum improvement, anthropology subjects are becoming more and more marginalised.  Anthropology is only a sub topics of other school subjects. Many regards anthropology no longer important though in fact anthropology is an important subject in a multicultural society like Indonesia. This maginalization of anthropology subject leads to other constraints in the learning process, which include structural, cultural, and human resource constraints.
Universitas Negeri Semarang
Title: KEBERADAAN DAN KENDALA PEMBELAJARAN ANTROPOLOGI DI SMA
Description:
Mata pelajaran Antropologi di SMA tergabung dalam kelompok IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial).
Meskipun telah menjadi salah satu bagian mata pelajaran di SMA,  keberadaan mata pelajaran Antropologi tidak pernah berdiri menjadi mata pelajaran sendiri, melainkan menjadi bagian mata pelajaran Sejarah dan Sosiologi.
Tujuan artikel ini adalah untuk membahas bagaimanakah keberadaan mata pelajaran antropologi di SMA setelah merger ini dan bagaimana kendala-kendala pembelajaran antropologi di SMA.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tahun terakhir yang sibuk dengan penyempurnaan kurikulum, mata pelajaran Antropologi justru semakin termarjinalisasi.
Antropologi hanya menjadi sub-bahasan  saja dalam mata pelajaran lain.
Antropologi juga semakin dianggap kurang penting, padahal antropologi sangat penting dalam konteks masyarakat multikultural seperti Indonesia.
Hal tersebut menyebabkan terjadinya kendala-kendala dalam proses pembelajaran di antaranya kendala struktural, kultural, dan keterbatasan sumber daya manusia.
Anthropology in high school subjects is incorporated in IPS batch (Social Sciences).
Although it has become one of the subjects at the high school, Anthropology is a not an independent subject.
 It isonly part of History and Sociology subjects.
The objective of this article is to study the existence of anthropological subjects in high school.
The research method used is  qualitative approach, data collection was done by observation, interview and documentation.
The results show that over the years of curriculum improvement, anthropology subjects are becoming more and more marginalised.
 Anthropology is only a sub topics of other school subjects.
Many regards anthropology no longer important though in fact anthropology is an important subject in a multicultural society like Indonesia.
This maginalization of anthropology subject leads to other constraints in the learning process, which include structural, cultural, and human resource constraints.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERAN GURU ANTROPOLOGI TERHADAP PENGEMBANGAN MINAT MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN BANTAENG
PERAN GURU ANTROPOLOGI TERHADAP PENGEMBANGAN MINAT MATA PELAJARAN ANTROPOLOGI DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN BANTAENG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peran guru Antropologi terhadap pengembangan minat mata pelajaran Antropologi di SMA Negeri se-Kabupaten Bantaeng (2) Faktor Penghamb...
KENDALA GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU
KENDALA GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) Kendala guru Ekonomi SMA di Kabupaten Indragiri Hulu dalam impelementasi kurikulum 2013 dilihat dari perencanaan pembelajaran. (2) Ke...
IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 DENPASAR
Kurikulum Darurat merupakan kurikulum yang telah diterapkan di SMA Negeri 3 Denpasar, suatu kembangan Kurikulum Nasional 2013 di tengah pandemi COVID-19 sehingga sebagai suatu kuri...
PEMANFAATAN BENTENG ANNA (FORT ANN) SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH BAGI PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMA NEGERI 3 MUKOMUKO
PEMANFAATAN BENTENG ANNA (FORT ANN) SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH BAGI PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMA NEGERI 3 MUKOMUKO
Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya sekolah dalam memanfaatkan situs Benteng Anna sebagai sumber belajar sejarah bagi peserta didik tingkat SMA di kabupaten Mukomuko...
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA
Penelitian ini menemukan model evaluasi pembelajaran sejarah yang dapat memberikan informasi yang tepat dan akurat bagi pimpinan sekolah dan guru serta bermanfaat secara optimal ba...
Sosialisasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Belajar Mengajar
Sosialisasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Belajar Mengajar
Sosialisasi ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses kegiatan pembelajaran daring yang berlangsung di lapangan serta upaya yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran daring ...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top