Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NETNOGRAPHIC STUDY ON THE NARRATIVE OF MARRIAGE AT THE OFFICE OF RELIGIOUS AFFAIRS (KUA): OPPORTUNITIES AND CHALLENGES

View through CrossRef
AbstractMarriage is related not only to the couple undergoing it but also to a process of accepting individuals as part of society, and therefore wedding planning often involves other extended parties. One of the discussions for couples and families is the location of the wedding. Even though the Office of Religious Affairs (KUA) has services, supervision, registration, and reporting of marriages, it has yet to become the preferred location for conducting marriage. The method used in this study is qualitative with a netnographic approach. The data used in this study came from Twitter which was taken (data crawling) using the netlytic.org application. As many as 20,000 tweet data were collected over two weeks, from January 26, 2023, to February 9, 2023. From 20,000 tweet data, it was successfully sorted up to 9,090 tweet data discussing marriage at KUA. The results showed that the normalization of marriage in the Office of Religious Affairs has opportunities and challenges. Opportunities for normalizing marriage at the KUA include Revitalization of KUA Services, Pandemic Conditions which are becoming momentum and Changes in the People's Mindset. Meanwhile, the challenges for normalizing marriage at the KUA include misperceptions about service procedures and fees, negative community stigma and views of previous generations. AbstrakPernikahan bukan hanya terkait pada pasangan yang menjalani melainkan sebuah proses pernerimaan individu-individu menjadi bagian dari masyarakat sehingga perencanaan pernikahan seringkali melibatkan pihak lain. Salah satu yang menjadi diskusi bagi pasangan dan keluarga yaitu lokasi dilaksanakannya pernikahan. Meskipun Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki pelayanan, pengawasan, pencatatan dan pelaporan nikah sayangnya belum menjadi pilihan lokasi melakukan akad nikah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan netnografi. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari twitter yang diambil (data crawling) dengan menggunakan aplikasi netlytic.org. Sebanyak 20.000 data tweet berhasil dikumpulkan selama dua pekan yakni sejak tanggal 26 Januari 2023 sampai dengan 9 Februari 2023. Dari 20.000 data tweet berhasil dibersihkan hingga menjadi 9.090 data tweet yang membahas nikah di KUA. Hasil penelitian menunjukan bahwa normalisasi pencatataan pernikahan di dalam Kantor Urusan Agama memiliki peluang dan tantangan. Peluang normalisasi nikah di KUA antara lain; Revitalisasi Layanan KUA, Kondisi Pandemi yang menjadi momentum dan Perubahan Mindset masyarakat. Sedangkan tantangan bagi normalisasi nikah di KUA antara lain; Mispersepsi tetang prosedur dan biaya layanan, Stigma negatif masyarakat dan Pandangan Generasi Sebelumnya.
Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kementrian Agama RI
Title: NETNOGRAPHIC STUDY ON THE NARRATIVE OF MARRIAGE AT THE OFFICE OF RELIGIOUS AFFAIRS (KUA): OPPORTUNITIES AND CHALLENGES
Description:
AbstractMarriage is related not only to the couple undergoing it but also to a process of accepting individuals as part of society, and therefore wedding planning often involves other extended parties.
One of the discussions for couples and families is the location of the wedding.
Even though the Office of Religious Affairs (KUA) has services, supervision, registration, and reporting of marriages, it has yet to become the preferred location for conducting marriage.
The method used in this study is qualitative with a netnographic approach.
The data used in this study came from Twitter which was taken (data crawling) using the netlytic.
org application.
As many as 20,000 tweet data were collected over two weeks, from January 26, 2023, to February 9, 2023.
From 20,000 tweet data, it was successfully sorted up to 9,090 tweet data discussing marriage at KUA.
The results showed that the normalization of marriage in the Office of Religious Affairs has opportunities and challenges.
Opportunities for normalizing marriage at the KUA include Revitalization of KUA Services, Pandemic Conditions which are becoming momentum and Changes in the People's Mindset.
Meanwhile, the challenges for normalizing marriage at the KUA include misperceptions about service procedures and fees, negative community stigma and views of previous generations.
AbstrakPernikahan bukan hanya terkait pada pasangan yang menjalani melainkan sebuah proses pernerimaan individu-individu menjadi bagian dari masyarakat sehingga perencanaan pernikahan seringkali melibatkan pihak lain.
Salah satu yang menjadi diskusi bagi pasangan dan keluarga yaitu lokasi dilaksanakannya pernikahan.
Meskipun Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki pelayanan, pengawasan, pencatatan dan pelaporan nikah sayangnya belum menjadi pilihan lokasi melakukan akad nikah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan netnografi.
Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari twitter yang diambil (data crawling) dengan menggunakan aplikasi netlytic.
org.
Sebanyak 20.
000 data tweet berhasil dikumpulkan selama dua pekan yakni sejak tanggal 26 Januari 2023 sampai dengan 9 Februari 2023.
Dari 20.
000 data tweet berhasil dibersihkan hingga menjadi 9.
090 data tweet yang membahas nikah di KUA.
Hasil penelitian menunjukan bahwa normalisasi pencatataan pernikahan di dalam Kantor Urusan Agama memiliki peluang dan tantangan.
Peluang normalisasi nikah di KUA antara lain; Revitalisasi Layanan KUA, Kondisi Pandemi yang menjadi momentum dan Perubahan Mindset masyarakat.
Sedangkan tantangan bagi normalisasi nikah di KUA antara lain; Mispersepsi tetang prosedur dan biaya layanan, Stigma negatif masyarakat dan Pandangan Generasi Sebelumnya.

Related Results

Pendekatan Ontologis terhadap Fungsi KUA sebagai Institusi Pembinaan Keluarga Sakinah di KUA Kecamatan Medan Barat
Pendekatan Ontologis terhadap Fungsi KUA sebagai Institusi Pembinaan Keluarga Sakinah di KUA Kecamatan Medan Barat
The Office of Religious Affairs (Kantor Urusan Agama/KUA) plays a strategic role in fostering sakinah families in Indonesia. This article examines the functions of the KUA through ...
Efektivitas Kepala KUA dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai ditinjau dari PMA RI Nomor 34 Tahun 2016 di KUA Kec. Sukasari Bandung
Efektivitas Kepala KUA dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai ditinjau dari PMA RI Nomor 34 Tahun 2016 di KUA Kec. Sukasari Bandung
Abstract. Good leaders will have a positive impact on their employees because with good leadership employees will discipline work and concentrate on completing their work. Prior to...
ANALISIS IMPLEMENTASI PELAKSANAAN BIMBINGAN PRANIKAH DI KUA KECAMATAN CILEUNYI
ANALISIS IMPLEMENTASI PELAKSANAAN BIMBINGAN PRANIKAH DI KUA KECAMATAN CILEUNYI
Penelitian ini melatar belakangi pelaksanaan bimbingan pranikah yang dilaksanakan secara tatap muka di KUA Kecamatan Cileunyi. KUA mempunyai peran dan fungsinya dalam menyediakan l...
Analisis Faktor Penyebab Pernikahan di Bawah Umur di KUA Arcamanik Bandung
Analisis Faktor Penyebab Pernikahan di Bawah Umur di KUA Arcamanik Bandung
Abstrak. Pernikahan di bawah umur masih sering terjadi, meskipun terdapat batas usia minimum dalam hukum dan syariat. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor penyebab pernikahan dini...
Peran Penyuluh Kantor Urusan Agama Kecamatan Bandung Kulon terhadap Pencegahan Pernikahan di bawah Umur
Peran Penyuluh Kantor Urusan Agama Kecamatan Bandung Kulon terhadap Pencegahan Pernikahan di bawah Umur
Abstrak. Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum, di berbagai bidang terutama dalam Pernikahan yang mayoritas di Indonesia masyarakatnya menganut agama Islam, maka pemerinta...
KUA's Communication Strategy in Revitalizing the Strengthening of the Marriage Record Program
KUA's Communication Strategy in Revitalizing the Strengthening of the Marriage Record Program
ABSTRACT The purpose of this study is to describe how the communication strategy applied in the Religious Office (KUA) in revitalizing the strengthening of the marriage record prog...
Analisis Kebijakan KUA Medan Kota dalam Penanganan dan Pencegahan Pernikahan Dini
Analisis Kebijakan KUA Medan Kota dalam Penanganan dan Pencegahan Pernikahan Dini
Early marriage is a complex social issue that requires special attention due to its negative impacts on individual development, health, and family stability. In Indonesia, policies...

Back to Top