Javascript must be enabled to continue!
Analisis Emisi Gas Buang Kendaraan Pada Simpang Empat Titik Nol KM Yogyakarta
View through CrossRef
Simpang Empat Titik Nol KM Yogyakarta menjadi pusat lalu lintas sebagi pertemuan jalur utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Kota Yogyakarta. Kendaraan yang melintasi simpang ini menghasilkan kadar emisi gas buang kendaraan yang signifikan tiap harinya. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk mengoptimasi kinerja Simpang Empat Titik Nol KM sehingga dapat meminimalisir emisi gas buang kendaraan yang dihasilkan. Analisis kinerja simpang menggunakan perangkat lunak PTV Vistro metode Highway Capacity Manual (HCM) 2010 berdasarkan nilai derajat kejenuhan (DS) dan tundaan (D), pada kondisi eksisting dan setelah optimasi. Analisis emisi gas buang kendaraan menggunakan rumus dari LAPI-ITB. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kinerja simpang yang ditandai dengan penurunan nilai tundaan simpang setelah dilakukan optimasi kinerja. Kinerja Simpang Empat Titik Nol KM menghasilkan nilai tundaan (D) = 30,18 det/smp menjadi 22,3 det/smp pada jam sibuk pagi serta nilai tundaan (D) = 50,47 det/smp menjadi 27,4 det/smp pada jam sibuk sore. Peningkatan kinerja simpang berpengaruh positif dengan menurunnya nilai emisi gas buang kendaraan yang dihasilkan. Emisi gas buang kendaraan mengalami penurunan sebesar 52,85% pada jam sibuk pagi dan 63,26% pada jam sibuk sore dalam semua jenis gas yang dianalisis.
Indonesian Journal Publisher
Title: Analisis Emisi Gas Buang Kendaraan Pada Simpang Empat Titik Nol KM Yogyakarta
Description:
Simpang Empat Titik Nol KM Yogyakarta menjadi pusat lalu lintas sebagi pertemuan jalur utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Kota Yogyakarta.
Kendaraan yang melintasi simpang ini menghasilkan kadar emisi gas buang kendaraan yang signifikan tiap harinya.
Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk mengoptimasi kinerja Simpang Empat Titik Nol KM sehingga dapat meminimalisir emisi gas buang kendaraan yang dihasilkan.
Analisis kinerja simpang menggunakan perangkat lunak PTV Vistro metode Highway Capacity Manual (HCM) 2010 berdasarkan nilai derajat kejenuhan (DS) dan tundaan (D), pada kondisi eksisting dan setelah optimasi.
Analisis emisi gas buang kendaraan menggunakan rumus dari LAPI-ITB.
Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kinerja simpang yang ditandai dengan penurunan nilai tundaan simpang setelah dilakukan optimasi kinerja.
Kinerja Simpang Empat Titik Nol KM menghasilkan nilai tundaan (D) = 30,18 det/smp menjadi 22,3 det/smp pada jam sibuk pagi serta nilai tundaan (D) = 50,47 det/smp menjadi 27,4 det/smp pada jam sibuk sore.
Peningkatan kinerja simpang berpengaruh positif dengan menurunnya nilai emisi gas buang kendaraan yang dihasilkan.
Emisi gas buang kendaraan mengalami penurunan sebesar 52,85% pada jam sibuk pagi dan 63,26% pada jam sibuk sore dalam semua jenis gas yang dianalisis.
.
Related Results
ANALISIS KEBISINGAN ARUS LALU LINTAS DI LUAR DAN DI DALAM RUANGAN PADA KAWASAN SIMPANG LIMA SUNSET ROAD
ANALISIS KEBISINGAN ARUS LALU LINTAS DI LUAR DAN DI DALAM RUANGAN PADA KAWASAN SIMPANG LIMA SUNSET ROAD
Kebisingan karena lalu lintas pada daerah perkotaan di Bali menyebabkan terganggunya masyarakat sekitar dan pada sektor pariwisata. Kawasan Simpang Lima Sunset Road menjadi salah s...
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN EMISI GAS BUANG DI KABUPATEN BANDUNG
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN EMISI GAS BUANG DI KABUPATEN BANDUNG
Pelaksanaan pengujian emisi gas buang pada kendaraan bermotor diperoleh gejala-gejala berdasarkan observasi bahwa pelaksanaan uji emisi gas buang di Kabupaten Bandung sangat jarang...
PENGARUH PENAMBAHAN OKSIGENAT PADA SOLAR TERHADAP EMISI GAS BUANG MESIN DIESEL
PENGARUH PENAMBAHAN OKSIGENAT PADA SOLAR TERHADAP EMISI GAS BUANG MESIN DIESEL
ABSTRAK Penurunan kualitas udara pada bumi terus menurun. Ini disebabkan oleh polusi udara semakin lama semakin meningkat. Peningkatan jumlah kendaraan juga menjadi salah satu peny...
ANALISIS KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG WIROBRAJAN DAN SIMPANG NGABEAN YOGYAKARTA
ANALISIS KOORDINASI SINYAL ANTAR SIMPANG WIROBRAJAN DAN SIMPANG NGABEAN YOGYAKARTA
Banyaknya persimpangan di kota besar seperti Yogyakarta terlebih pada simpang dengan jarak yang terlalu dekat seperti pada Simpang Wirobrajan dan Simpang Ngabean, membuat kendaraan...
Pemanfaatan skrap besi ST-40 pada knalpot untuk mengurangi pencemaran udara
Pemanfaatan skrap besi ST-40 pada knalpot untuk mengurangi pencemaran udara
Pencemaran udara dari emisi gas buang kendaraan bermotor semakin meningkat, sehingga perlu upaya pengendalian emisi gas buangnya. Mengingat bahaya emisi gas buang, maka perlu usaha...
PENGARUH PEMAKAIAN HYDROCARBON CRACK SYSTEM (HCS) TERHADAP PERFORMA SEPEDA MOTOR SUPRA X 125 TAHUN 2009
PENGARUH PEMAKAIAN HYDROCARBON CRACK SYSTEM (HCS) TERHADAP PERFORMA SEPEDA MOTOR SUPRA X 125 TAHUN 2009
Kendaraan bermotor di Indonesia yang menjadi sumber emisi gas buang terbesar adalah sepeda motor. Ini merupakan kurangnya perhatian pengguna kendaraan bermotor dengan perbandingan ...
Kinerja Simpang Empat Bersinyal Jalan Depati Purbo Dan Jalan KH. A. Majid
Kinerja Simpang Empat Bersinyal Jalan Depati Purbo Dan Jalan KH. A. Majid
Simpang Empat bersinyal Jalan Depati Purbo dan Jalan KH. Merupakan salah satu simpang bersinyal di Kota Jambi. Arus lalu lintas yang melalui simpang tersebut adalah arus lalu linta...
Analisis Kinerja Simpang Tiga Tak Bersinyal Terhadap Kemacetan Lalu-Lintas Dengan Metode PKJI 2014
Analisis Kinerja Simpang Tiga Tak Bersinyal Terhadap Kemacetan Lalu-Lintas Dengan Metode PKJI 2014
Simpang Purwosari – Ngambon merupakan simpang tiga tak bersinyal.Volume lalu lintas yang melewati simpang ini cukup padat dan bervariasi pada tiap lengan sehingga menyebabkan kemac...

