Javascript must be enabled to continue!
Pemanfaatan skrap besi ST-40 pada knalpot untuk mengurangi pencemaran udara
View through CrossRef
Pencemaran udara dari emisi gas buang kendaraan bermotor semakin meningkat, sehingga perlu upaya pengendalian emisi gas buangnya. Mengingat bahaya emisi gas buang, maka perlu usaha-usaha untuk mengendalikan dan mengurangi pencemaran udara agar dampak negatif bagi manuisa dan lingkungan dapat dikurangi. Salah satu teknologi rekayasa sebagai wujud dari kontrol emisi kendaraan adalah merekayasa dan modifikasi saluran gas buang. Rekayasa dan modifikasi diharapkan dapat dibuat alat yang akan mampu dan berfungsi untuk mereduksi bahaya gas buang. Peneliti akan melakukan eksperimen dan pembuatan alat serta pengujian awal pada satu kendaraan bermotor untuk melihat dan mengamati komposisi gas buang yang dihasilkan dari knalpot. Unsur yang akan diamati adalah nilai CO, nilai HC, dan nilai CO2 sebagai data pembanding. Alat yang akan digunakan untuk mengamati dan melihat unsur-unsur tersebut adalah alat Gas Analyzer. Alat ini salah satu alat instrument yang bermanfaat untuk mengukur porsi dan komposisi dari gabungan gas. Dari hasil pengujian dan analisa didapat data pada uji emisi gas buang dengan putaran mesin rata-rata 500 rpm, dan dengan suhu tabung luar knalpot 40 0C hingga 45 0C. Setelah pengujian model knalpot standart, kemudian pengujian model knalpot rekayasa yang ditambahkan 50 gr, 70 gr, dan 90 gr skrap dari besi ST-40 diperoleh kesimpulan yang paling baik untuk menurunkan dan mengurangi bahaya emisi gas buang adalah knalpot rekayasa yang ditambahkan 90 gr skrap dari besi ST-40. Dan jika dibandingkan dengan knalpot standar, unsur CO turun hingga 72,35% dan unsur HC turun hingga 58,70% serta unsur CO2 turun hingga 74,28%.
LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi
Title: Pemanfaatan skrap besi ST-40 pada knalpot untuk mengurangi pencemaran udara
Description:
Pencemaran udara dari emisi gas buang kendaraan bermotor semakin meningkat, sehingga perlu upaya pengendalian emisi gas buangnya.
Mengingat bahaya emisi gas buang, maka perlu usaha-usaha untuk mengendalikan dan mengurangi pencemaran udara agar dampak negatif bagi manuisa dan lingkungan dapat dikurangi.
Salah satu teknologi rekayasa sebagai wujud dari kontrol emisi kendaraan adalah merekayasa dan modifikasi saluran gas buang.
Rekayasa dan modifikasi diharapkan dapat dibuat alat yang akan mampu dan berfungsi untuk mereduksi bahaya gas buang.
Peneliti akan melakukan eksperimen dan pembuatan alat serta pengujian awal pada satu kendaraan bermotor untuk melihat dan mengamati komposisi gas buang yang dihasilkan dari knalpot.
Unsur yang akan diamati adalah nilai CO, nilai HC, dan nilai CO2 sebagai data pembanding.
Alat yang akan digunakan untuk mengamati dan melihat unsur-unsur tersebut adalah alat Gas Analyzer.
Alat ini salah satu alat instrument yang bermanfaat untuk mengukur porsi dan komposisi dari gabungan gas.
Dari hasil pengujian dan analisa didapat data pada uji emisi gas buang dengan putaran mesin rata-rata 500 rpm, dan dengan suhu tabung luar knalpot 40 0C hingga 45 0C.
Setelah pengujian model knalpot standart, kemudian pengujian model knalpot rekayasa yang ditambahkan 50 gr, 70 gr, dan 90 gr skrap dari besi ST-40 diperoleh kesimpulan yang paling baik untuk menurunkan dan mengurangi bahaya emisi gas buang adalah knalpot rekayasa yang ditambahkan 90 gr skrap dari besi ST-40.
Dan jika dibandingkan dengan knalpot standar, unsur CO turun hingga 72,35% dan unsur HC turun hingga 58,70% serta unsur CO2 turun hingga 74,28%.
Related Results
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Penerbangan merupakan sektor strategis yang dikuasai oleh negara dan pembinaannya dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang N...
Analisa Pengaruh Model Silincer Knalpot Komposit Menggunakan Serat Pelepah Pisang Terhadap Daya Mesin Mobil Toyota Kijang 7K
Analisa Pengaruh Model Silincer Knalpot Komposit Menggunakan Serat Pelepah Pisang Terhadap Daya Mesin Mobil Toyota Kijang 7K
Seiring dengan berkembangnya era teknologi, kebutuhan manusia juga semakin meningkatkan. Selain itu, permasalahan lingkungan pun muncul seperti halnya polusi udara, suara/kebisinga...
Saat Terbaik Pemberian Suplementasi Zat Besi pada Bayi 0 Bulan sampai 6 Bulan
Saat Terbaik Pemberian Suplementasi Zat Besi pada Bayi 0 Bulan sampai 6 Bulan
Latar belakang. Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan salah satu masalah kesehatan gizi di Indonesia. Survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2001 menunjukkan prevalensi ADB pa...
Penanganan Knalpot Brong dengan Metode Sosialisasi untuk Meningkatkan Ketertiban dan Kenyamanan Lingkungan di Padukuhan Pakwungu
Penanganan Knalpot Brong dengan Metode Sosialisasi untuk Meningkatkan Ketertiban dan Kenyamanan Lingkungan di Padukuhan Pakwungu
Knalpot brong merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan pedesaan, termasuk di Padukuhan Pakwungu. Suara bising yang dihasilkan knalpot jenis ini tidak han...
Mengatasi Pencemaran Udara Melalui Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Menggunakan Model Aksi Sosial
Mengatasi Pencemaran Udara Melalui Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Menggunakan Model Aksi Sosial
Meningkatanya penggunaan alat transportasi menjadi salah satu faktor penyebab pencemaran udara. Udara yang tercemar tentu saja menimbulkan banyak dampak negatif bagi kesehatan masy...
Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Terhadap Pengendalian Pencemaran Udara
Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Terhadap Pengendalian Pencemaran Udara
Provinsi DKI Jakarta sebagai ibu kota negara termasuk ke dalam kota metropolitan karena dihuni oleh lebih dari 10 juta penduduk. Masalah yang ada di kota besar adalah pencemaran ud...
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang paling umum diderita oleh masyarakat di dunia terutama pada kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, dan wani...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...

