Javascript must be enabled to continue!
Analisis Fungsi Kawasan Alun-Alun sebagai Ruang Terbuka Publik di Perkotaan Namlea, Kabupaten Buru
View through CrossRef
Alun-alun sebagai ruang terbuka publik memiliki peran penting dalam ruang kota, terutama pada wilayah perkotaan menengah yang sedang berkembang. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis fungsi kawasan Alun-alun Namlea, Kabupaten Buru, sebagai ruang terbuka publik berdasarkan tiga dimensi utama, yaitu fungsi sosial, estetika, dan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis skoring berbasis skala Likert yang disebarkan kepada pengguna ruang. Sebanyak 96 responden dipilih sebagai sampel melalui teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan perhitungan nilai rata-rata dan kategorisasi interpretatif guna mengetahui capaian fungsi ruang publik berdasarkan persepsi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi sosial dan estetika berada pada kategori kuat dengan nilai masing-masing 3,59 dan 3,71, yang berarti bahwa kawasan alun-alun telah mendukung aktivitas sosial, rekreasi, dan penyediaan identitas visual ruang. Namun, fungsi ekonomi memperoleh nilai rata-rata 2,63 dengan kategori cukup, sehingga pemanfaatan ruang untuk kegiatan ekonomi informal belum optimal akibat keterbatasan fasilitas dan penataan ruang usaha. Secara keseluruhan, hasil penelitian mengindikasikan bahwa Alun-alun Namlea telah memenuhi sebagian karakteristik ruang publik ideal, namun masih memerlukan peningkatan tata kelola, penguatan fasilitas sosial, dan strategi penataan ekonomi ruang publik agar lebih adaptif, inklusif, dan mendukung keberlanjutan fungsi kawasan.
Kata Kunci : ruang terbuka publik, alun-alun, fungsi sosial, fungsi estetika, fungsi ekonomi
Universitas Indo Global Mandiri
Title: Analisis Fungsi Kawasan Alun-Alun sebagai Ruang Terbuka Publik di Perkotaan Namlea, Kabupaten Buru
Description:
Alun-alun sebagai ruang terbuka publik memiliki peran penting dalam ruang kota, terutama pada wilayah perkotaan menengah yang sedang berkembang.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis fungsi kawasan Alun-alun Namlea, Kabupaten Buru, sebagai ruang terbuka publik berdasarkan tiga dimensi utama, yaitu fungsi sosial, estetika, dan ekonomi.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis skoring berbasis skala Likert yang disebarkan kepada pengguna ruang.
Sebanyak 96 responden dipilih sebagai sampel melalui teknik accidental sampling.
Data dianalisis menggunakan perhitungan nilai rata-rata dan kategorisasi interpretatif guna mengetahui capaian fungsi ruang publik berdasarkan persepsi pengguna.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi sosial dan estetika berada pada kategori kuat dengan nilai masing-masing 3,59 dan 3,71, yang berarti bahwa kawasan alun-alun telah mendukung aktivitas sosial, rekreasi, dan penyediaan identitas visual ruang.
Namun, fungsi ekonomi memperoleh nilai rata-rata 2,63 dengan kategori cukup, sehingga pemanfaatan ruang untuk kegiatan ekonomi informal belum optimal akibat keterbatasan fasilitas dan penataan ruang usaha.
Secara keseluruhan, hasil penelitian mengindikasikan bahwa Alun-alun Namlea telah memenuhi sebagian karakteristik ruang publik ideal, namun masih memerlukan peningkatan tata kelola, penguatan fasilitas sosial, dan strategi penataan ekonomi ruang publik agar lebih adaptif, inklusif, dan mendukung keberlanjutan fungsi kawasan.
Kata Kunci : ruang terbuka publik, alun-alun, fungsi sosial, fungsi estetika, fungsi ekonomi.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN ALUN-ALUN DI KOTA POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN ALUN-ALUN DI KOTA POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Penelitian ini membahas tentang Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan dan Pemanfaatan Alun-Alun di Kota Polewali Serta. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Warga Kota Pol...
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
Perubahan Fungsi Bangunan Di Koridor Jalan Sirajudin-Banjarsari Akibat Keberadaan Kawasan Pendidikan Di Kelurahan Tembalang Semarang Jawa Tengah
<span style="color: #444444; font-family: HelveticaNeue, 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 11.9px; line-height: 21px;">Kawasan Tembalang diperuntukka...
Strategi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Ditinjau dari Aspek Pertanahan
Strategi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Ditinjau dari Aspek Pertanahan
ABSTRAKRuang terbuka hijau (RTH) merupakan area yang wajib disediakan untuk wilayah kota dan perkotaan dengan proporsi sebesar 30% dari total wilayah. Fakta di lapangan menunjukkan...
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PALEMBANG
Ruang Terbuka Hijau (RTH) dapat didefinisikan sebagai ruang terbuka, dimana merupakan tempat tumbuh tanaman, baik tanaman yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Ru...
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Kota berkembang dari suatu kawasan inti yang meluas ke sekitarnya. Kawasan awal mula ini yang kemudian menjelma menjadi pusat kota. Pada awalnya banyak kota direncanakan dalam skal...
ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi yang ada di lapangan (eksisting) ruang terbuka hijau di Kota Langsa, melihat perubahan ruang terbuka hijau di Kota Langsa ...
Partisipasi Masyarakat Millenial Kendal Terhadap Program Ruang Terbuka Hijau Di Kabupaten Kendal
Partisipasi Masyarakat Millenial Kendal Terhadap Program Ruang Terbuka Hijau Di Kabupaten Kendal
Kabupaten Kendal merupakan Kabupaten yang ikut dalam Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) sejak tahun 2012, sejak tahun 2012 banyak terjadi pembangunan dalam hal RTH publik seper...

