Javascript must be enabled to continue!
Penguatan Aspek Legalitas dalam Pembentukan Koperasi Syariah di Desa Rancatungku
View through CrossRef
Koperasi, organisasi dinamis yang memenuhi kebutuhan anggota, harus berbadan hukum agar layak berbisnis dan mampu meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Rancatungku adalah desa berkembang berpotensi tinggi dalam pendirian koperasi syariah antara lain BMT Al-Jamaah di Kampung Mengger RW 01. Tujuan PkM adalah mensosialisasikan pembentukan koperasi dari sisi bentuk dan jenis sesuai UU Cipta Kerja. Metode pelaksanaan PkM adalah ceramah, dilanjutkan dengan tanya jawab bersama peserta PkM perwakilan pengurus dan anggota BMT Al-Jamaah. Hasil kegiatan menunjukkan mitra dapat merespons ilmu yang diberikan oleh pemateri mengenai pengertian, alasan berkoperasi, jenis, bentuk, dan harapan terhadap koperasi, terbukti dari peningkatan skor rata-rata dari 9,6 menjadi 17,6 naik 83,33%. Dalam diskusi, peserta mampu menjabarkan pengalaman selama berkoperasi, termasuk perilaku anggota yang menyimpang, seperti motivasi untuk ikut berkoperasi hanya untuk meminjam. Pemateri merespons melalui pendekatan agama dan menekankan pentingnya mengikuti aturan pemerintah, terutama dalam hal legalitas koperasi.
Fakultas Sains dan Teknologi, Unira Malang
Title: Penguatan Aspek Legalitas dalam Pembentukan Koperasi Syariah di Desa Rancatungku
Description:
Koperasi, organisasi dinamis yang memenuhi kebutuhan anggota, harus berbadan hukum agar layak berbisnis dan mampu meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.
Rancatungku adalah desa berkembang berpotensi tinggi dalam pendirian koperasi syariah antara lain BMT Al-Jamaah di Kampung Mengger RW 01.
Tujuan PkM adalah mensosialisasikan pembentukan koperasi dari sisi bentuk dan jenis sesuai UU Cipta Kerja.
Metode pelaksanaan PkM adalah ceramah, dilanjutkan dengan tanya jawab bersama peserta PkM perwakilan pengurus dan anggota BMT Al-Jamaah.
Hasil kegiatan menunjukkan mitra dapat merespons ilmu yang diberikan oleh pemateri mengenai pengertian, alasan berkoperasi, jenis, bentuk, dan harapan terhadap koperasi, terbukti dari peningkatan skor rata-rata dari 9,6 menjadi 17,6 naik 83,33%.
Dalam diskusi, peserta mampu menjabarkan pengalaman selama berkoperasi, termasuk perilaku anggota yang menyimpang, seperti motivasi untuk ikut berkoperasi hanya untuk meminjam.
Pemateri merespons melalui pendekatan agama dan menekankan pentingnya mengikuti aturan pemerintah, terutama dalam hal legalitas koperasi.
Related Results
KRITIKAN TERHADAP GARIS PANDUAN TADBIR URUS SYARIAH (GP28) DALAM KOPERASI DI MALAYSIA
KRITIKAN TERHADAP GARIS PANDUAN TADBIR URUS SYARIAH (GP28) DALAM KOPERASI DI MALAYSIA
Aspek tadbir urus dalam sektor koperasi memainkan peranan yang sangat penting dalam memastikan tanggungjawab, akauntabiliti dan keberkesanan koperasi konvensional dan Syariah. Piha...
Perkembangan Koperasi Syariah di Indonesia
Perkembangan Koperasi Syariah di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan koperasi syariah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif. ...
Menelaah Koperasi Era Omnibus Law
Menelaah Koperasi Era Omnibus Law
Gagasan modernisasi koperasi bukan hal baru, gagasan ini muncul seiring dengan tuntutan globalisasi ekonomi yang menuntut peran koperasi untuk dapat bersaing dalam pertarungan pasa...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
SOSIALISASI KEBERADAAN KOPERASI KONSUMEN SETIA BHAKTI WANITA JAWA TIMUR PADA KELOMPOK MASYARAKAT DI KOTA SURABAYA
SOSIALISASI KEBERADAAN KOPERASI KONSUMEN SETIA BHAKTI WANITA JAWA TIMUR PADA KELOMPOK MASYARAKAT DI KOTA SURABAYA
Koperasi konsumen Setia Bhakti Wanita Jawa Timur merupakan salah satu koperasi di Surabaya yang menerapkan sistem tanggung renteng sehingga keanggotaannya harus berkelompok. Pada a...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...

