Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pola Komunikasi Kelompok dalam Pencegahan Penyebaran Ujaran Kebencian (Studi Kasus Empat Kelompok Agama di Kecamatan Medan Polonia pada Pemilihan Presiden Tahun 2019)

View through CrossRef
Penelitian ini terinspirasi dari banyaknya kasus ujaran kebencian di media sosial yang terjadi secara massif menjelang pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019. Permasalahan yang paling krusial adalah mereka yang menyebarkan ujaran kebencian melalui media seakan tidak peduli akan dampak negatif yang dihasilkan dari penyebaran ujaran kebencian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi kelompok agama dalam pencegahan penyebaran ujaran kebencian dan proses komunikasi kelompok yang dilakukan oleh pemuka agama terhadap kelompoknya tentang pencegahan penyebaran ujaran kebencian di Kecamatan Medan Polonia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif agar pengambilan data lebih mendalam. Populasi penelitian ini adalah masyarakat di Kecamatan Medan Polonia karena di wilayah tersebut masyarakatnya memiliki tingkat heterogenitas yang tinggi, khususnya dalam hal perbedaan agama. Subjek penelitian ini adalah pemuka agama dan kelompok agama tersebut Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling yaitu mencakup orang-orang yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh peneliti sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap kelompok agama (Hindu, Kristen Protestan, Budha dan Islam) memiliki pola komunikasi yang berbeda satu sama lain. Komunikasi secara virtual dilakukan oleh sebagian kelompok agama dengan tujuan untuk mempermudah interaksi diantara mereka dan kelompok lainnya tetap hanya mengandalkan komunikasi tatap muka. Proses komunikasi yang terjadi dalam kelompok mayoritas bersifat dua arah (two ways communication) meskipun ada juga kelompok yang menggunakan komunikasi satu arah (one ways communication). Proses komunikasi yang dilakukan oleh pemuka agama sebagai opinion leader sangat mempengaruhi cara berpikir kelompoknya termasuk dalam hal memahami ujaran kebencian dan bagaimana cara mereka harus menyikapinya. Namun ada perbedaan cara penyampaian pemuka agama kepada kelompoknya dalam meminimalisir pengaruh ujaran kebencian yang beredar di media sosial. Kelompok Agama Hindu cenderung memiliki jaringan komunikasi yang relatif tertutup dalam hal politik untuk menghindari perpecahan sesama umat hindu dan menghimbau kelompoknya untuk lebih meningkatkan perasaan saling menghargai. Sementara kelompok Agama Budha dalam proses ibadahnya tidak menyinggung masalah politik dan lebih membahas masalah keamanan dan perekonomian. Jaringan komunikasi yang lebih terbuka dan aktif lebih terlihat dalam kelompok Agama Kristen yang sangat mengakomodir perkembangan kelompoknya dalam menghadapi banyaknya ujaran kebencian yang beredar di media sosial, misalnya dengan memanfaatkan aplikasi whatsapp, dan dibahas dalam kelompok doa. Sementara jaringan komunikasi dalam kelompok Agama Islam,menjadikan pemuka agama sebagai filter dalam menyaring pesan-pesan yang berisikan ujaran kebencian sehingga bagi kelompoknya pemuka agama menjadi panutan / patron untuk bersikap.
Title: Pola Komunikasi Kelompok dalam Pencegahan Penyebaran Ujaran Kebencian (Studi Kasus Empat Kelompok Agama di Kecamatan Medan Polonia pada Pemilihan Presiden Tahun 2019)
Description:
Penelitian ini terinspirasi dari banyaknya kasus ujaran kebencian di media sosial yang terjadi secara massif menjelang pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019.
Permasalahan yang paling krusial adalah mereka yang menyebarkan ujaran kebencian melalui media seakan tidak peduli akan dampak negatif yang dihasilkan dari penyebaran ujaran kebencian tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi kelompok agama dalam pencegahan penyebaran ujaran kebencian dan proses komunikasi kelompok yang dilakukan oleh pemuka agama terhadap kelompoknya tentang pencegahan penyebaran ujaran kebencian di Kecamatan Medan Polonia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif agar pengambilan data lebih mendalam.
Populasi penelitian ini adalah masyarakat di Kecamatan Medan Polonia karena di wilayah tersebut masyarakatnya memiliki tingkat heterogenitas yang tinggi, khususnya dalam hal perbedaan agama.
Subjek penelitian ini adalah pemuka agama dan kelompok agama tersebut Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling yaitu mencakup orang-orang yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh peneliti sesuai dengan tujuan penelitian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap kelompok agama (Hindu, Kristen Protestan, Budha dan Islam) memiliki pola komunikasi yang berbeda satu sama lain.
Komunikasi secara virtual dilakukan oleh sebagian kelompok agama dengan tujuan untuk mempermudah interaksi diantara mereka dan kelompok lainnya tetap hanya mengandalkan komunikasi tatap muka.
Proses komunikasi yang terjadi dalam kelompok mayoritas bersifat dua arah (two ways communication) meskipun ada juga kelompok yang menggunakan komunikasi satu arah (one ways communication).
Proses komunikasi yang dilakukan oleh pemuka agama sebagai opinion leader sangat mempengaruhi cara berpikir kelompoknya termasuk dalam hal memahami ujaran kebencian dan bagaimana cara mereka harus menyikapinya.
Namun ada perbedaan cara penyampaian pemuka agama kepada kelompoknya dalam meminimalisir pengaruh ujaran kebencian yang beredar di media sosial.
Kelompok Agama Hindu cenderung memiliki jaringan komunikasi yang relatif tertutup dalam hal politik untuk menghindari perpecahan sesama umat hindu dan menghimbau kelompoknya untuk lebih meningkatkan perasaan saling menghargai.
Sementara kelompok Agama Budha dalam proses ibadahnya tidak menyinggung masalah politik dan lebih membahas masalah keamanan dan perekonomian.
Jaringan komunikasi yang lebih terbuka dan aktif lebih terlihat dalam kelompok Agama Kristen yang sangat mengakomodir perkembangan kelompoknya dalam menghadapi banyaknya ujaran kebencian yang beredar di media sosial, misalnya dengan memanfaatkan aplikasi whatsapp, dan dibahas dalam kelompok doa.
Sementara jaringan komunikasi dalam kelompok Agama Islam,menjadikan pemuka agama sebagai filter dalam menyaring pesan-pesan yang berisikan ujaran kebencian sehingga bagi kelompoknya pemuka agama menjadi panutan / patron untuk bersikap.

Related Results

Ujaran kebencian dalam pidato Marine La Pen
Ujaran kebencian dalam pidato Marine La Pen
Bahasa memiliki peran penting dalam komunikasi yang digunakan setiap harinya. Tanpa bahasa, manusia akan kesulitan untuk memahami satu sama lain. Dalam bidang komunikasi, ada banya...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS TERHADAP PEMBAGIAN KEWENANGAN ANTARA PRESIDEN DENGAN WAKIL PRESIDEN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA
ANALISIS TERHADAP PEMBAGIAN KEWENANGAN ANTARA PRESIDEN DENGAN WAKIL PRESIDEN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA
Abstrak Negara Republik Indonesia menerapkan sistem pemisahan kekuasaan dan puncak kepemimpinan dipimpin oleh Presiden dan Wakil Presiden, Indonesia yang menganut sistem Pres...
Strategi Komunikasi Politik Staf Khusus Presiden Dalam Menangani Isu-Isu Disabilitas di Indonesia
Strategi Komunikasi Politik Staf Khusus Presiden Dalam Menangani Isu-Isu Disabilitas di Indonesia
Staf Khusus Presiden merupakan lembaga atau organisasi non struktural yang bertugas membantu dan memperlancar pelaksanaan tugas Presiden dalam memberikan pandangan dan pendapat ber...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
BAHASA (UJARAN) KEBENCIAN OLEH KARTIKA DAMAYANTI KEPADA AYU TING-TING PADA LAMAN INSTAGRAM
BAHASA (UJARAN) KEBENCIAN OLEH KARTIKA DAMAYANTI KEPADA AYU TING-TING PADA LAMAN INSTAGRAM
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Bahasa (ujaran) Kebencian oleh Kartika Damayanti kepada Ayu Ting-Ting pada Laman Instagram. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Penanganan Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi di Media Sosial
Penanganan Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi di Media Sosial
Problematika ujaran kebencian di Indonesia semakin merayap, menciptakan tantangan kompleks dalam hubungan antara pemerintah dan rakyat, terutama melalui media baru. Saatnya bagi pe...

Back to Top