Javascript must be enabled to continue!
Ujaran kebencian dalam pidato Marine La Pen
View through CrossRef
Bahasa memiliki peran penting dalam komunikasi yang digunakan setiap harinya. Tanpa bahasa, manusia akan kesulitan untuk memahami satu sama lain. Dalam bidang komunikasi, ada banyak jenis masalah komunikasi yang salah satunya adalah ujaran kebencian. Penyebaran ujaran kebencian di kehidupan sehari-hari marak ditemukan dimana-mana, baik di dunia maya maupun di kehidupan nyata yang dalam hal ini disebabkan oleh penggunaan media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk bagaimana melihat apa saja jenis ujaran kebencian yang terkandung dalam pidato Marine Le Pen. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dan menggunakan teknik simak dan catat dalam mengumpulkan data. Sumber data yang digunakan adalah transkrip pidato Marine Le Pen tahun 2021-2022 sebagai bahan kampanye dalam pemilihan presiden Prancis periode 2022-2027 yang diakses melalui situs resmi mlafrance.fr. Penelitian ini menggunakan teori dari le Conseil de l’Europe untuk mendeskripsikan jenis-jenis ujaran kebencian yaitu (1) Homofobia, (2) Antisemitisme, (3) Seksisme, (4) Xenofobia, (5) Islamofobia. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat 22 data ujaran kebencian dengan 15 data dikategorikan sebagai ujaran kebencian Xenofobia (68%) dan 7 data dikategorikan sebagai ujaran kebencian Islamofobia (32%) dalam pidato Marine Le Pen. Sementara itu tidak ditemukan jenis ujaran kebencian Homofobia, Antisemitisme dan Sexisme. Hal ini juga menunjukkan arah politik dari Marine Le Pen sebagai politisi dari partai sayap kanan.
Title: Ujaran kebencian dalam pidato Marine La Pen
Description:
Bahasa memiliki peran penting dalam komunikasi yang digunakan setiap harinya.
Tanpa bahasa, manusia akan kesulitan untuk memahami satu sama lain.
Dalam bidang komunikasi, ada banyak jenis masalah komunikasi yang salah satunya adalah ujaran kebencian.
Penyebaran ujaran kebencian di kehidupan sehari-hari marak ditemukan dimana-mana, baik di dunia maya maupun di kehidupan nyata yang dalam hal ini disebabkan oleh penggunaan media sosial.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk bagaimana melihat apa saja jenis ujaran kebencian yang terkandung dalam pidato Marine Le Pen.
Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dan menggunakan teknik simak dan catat dalam mengumpulkan data.
Sumber data yang digunakan adalah transkrip pidato Marine Le Pen tahun 2021-2022 sebagai bahan kampanye dalam pemilihan presiden Prancis periode 2022-2027 yang diakses melalui situs resmi mlafrance.
fr.
Penelitian ini menggunakan teori dari le Conseil de l’Europe untuk mendeskripsikan jenis-jenis ujaran kebencian yaitu (1) Homofobia, (2) Antisemitisme, (3) Seksisme, (4) Xenofobia, (5) Islamofobia.
Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat 22 data ujaran kebencian dengan 15 data dikategorikan sebagai ujaran kebencian Xenofobia (68%) dan 7 data dikategorikan sebagai ujaran kebencian Islamofobia (32%) dalam pidato Marine Le Pen.
Sementara itu tidak ditemukan jenis ujaran kebencian Homofobia, Antisemitisme dan Sexisme.
Hal ini juga menunjukkan arah politik dari Marine Le Pen sebagai politisi dari partai sayap kanan.
Related Results
Pola Komunikasi Kelompok dalam Pencegahan Penyebaran Ujaran Kebencian (Studi Kasus Empat Kelompok Agama di Kecamatan Medan Polonia pada Pemilihan Presiden Tahun 2019)
Pola Komunikasi Kelompok dalam Pencegahan Penyebaran Ujaran Kebencian (Studi Kasus Empat Kelompok Agama di Kecamatan Medan Polonia pada Pemilihan Presiden Tahun 2019)
Penelitian ini terinspirasi dari banyaknya kasus ujaran kebencian di media sosial yang terjadi secara massif menjelang pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019. Permasalahan yang pa...
BAHASA (UJARAN) KEBENCIAN OLEH KARTIKA DAMAYANTI KEPADA AYU TING-TING PADA LAMAN INSTAGRAM
BAHASA (UJARAN) KEBENCIAN OLEH KARTIKA DAMAYANTI KEPADA AYU TING-TING PADA LAMAN INSTAGRAM
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Bahasa (ujaran) Kebencian oleh Kartika Damayanti kepada Ayu Ting-Ting pada Laman Instagram. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah...
DETEKSI UJARAN KEBENCIAN PADA TWITTER BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING: REVIU LITERATUR
DETEKSI UJARAN KEBENCIAN PADA TWITTER BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING: REVIU LITERATUR
Meningkatnya pengguna media sosial mengakibatkan peningkatan aktifitas komunikasi antar warganet dalam media daring. Misalnya media twitter, warganet dapat berkomunikasi melalui tw...
Ujaran Kebencian dalam Perspektif Teori Kepribadian dalam Psikologi
Ujaran Kebencian dalam Perspektif Teori Kepribadian dalam Psikologi
The development of social media makes it easy to communicate remotely. Apart from making it easier, social media is often used by some individuals to express anger in the form of u...
PERBANDINGAN HUKUM PIDANA TENTANG UJARAN KEBENCIAN DI INDONESIA, MALAYSIA DAN NORWEGIA
PERBANDINGAN HUKUM PIDANA TENTANG UJARAN KEBENCIAN DI INDONESIA, MALAYSIA DAN NORWEGIA
Situs yang terdeteksi menjadi penyebar hoax dan ujuran kebencian ditengarai berjumlah 800 di Indonesia. Ujaran kebencian merupakan masalah yang masih menarik untuk dikaji, karena s...
Persepsi Ujaran Dalam Konteks Psikolinguistik
Persepsi Ujaran Dalam Konteks Psikolinguistik
Berbahasa itu adalah proses menyampaikan makna oleh penutur kepada pendengar melalui satu atau serangkaian ujaran. Ujaran adalah suara murni (tuturan), langsung dari sosok yang ber...
Nilai Eksperensial dalam Kosakata Ujaran Kebencian di Twitter: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough
Nilai Eksperensial dalam Kosakata Ujaran Kebencian di Twitter: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif penggunaan fitur kosakata ujaran kebencian di Twitter. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh me...
Penanganan Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi di Media Sosial
Penanganan Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi di Media Sosial
Problematika ujaran kebencian di Indonesia semakin merayap, menciptakan tantangan kompleks dalam hubungan antara pemerintah dan rakyat, terutama melalui media baru. Saatnya bagi pe...

