Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KORELASI NILAI HASIL UJI KUAT TEKAN BEBAS DENGAN NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) TANAH LEMPUNG

View through CrossRef
Daerah Katingan Kalimantan Tengah dilihat dari Atlas Peta Sebaran Tanah Lunak di Indonesia umumnya didominasi dengan tanah lempung lunak yang memiliki daya dukung umumnya rendah sehingga dapat berpotensi menimbulkan kendala dalam pekerjaan konstruksi berupa perosokan (settlement). Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan studi mengenai korelasi antara nilai CBR (California Bearing Ratio) dan Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung di Daerah Kampung Banjar Kecamatan Kasongan Kabupaten Katingan. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik dan dan mekanis tanah asli. Data yang didapatkan kemudian dilakukan analisis data dengan mencari hubungan satu sama lain (korelasi) menggunakan regresi linear atau dengan menggunakan regresi yang paling sesuai untuk mendapatkan hubungan antar parameter yang berguna untuk memperkirakan nilai CBR laboratorium dan Kuat Tekan Bebas. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapatkan nilai kuat tekan bebas pada 5 titik di daerah Kampung Banjar Kecamatan Kasongan Kabupaten Katingan yakni 0,580 kg/cm2; 0,485 kg/cm2; 0,518 kg/cm2; 0,550 kg/cm2; 0,548 kg/cm2. Sedangkan nilai %CBR pada masing-masing titik yakni 3,08%; 3,02%; 4,05%; 5,01%; dan 6,30%. Dari nilai tersebut didapatkan korelasi antara nilai kuat tekan bebas dan California Bearing Ratio (CBR) menggunakan persamaan regresi liner yakni %CBR = 1,872 qu + 2,0102.   The Katingan area, Central Kalimantan, as seen from the Atlas of Soft Soil Distribution Map in Indonesia is generally dominated by soft clay soils which have generally low bearing capacity so that they can potentially cause obstacles in construction work in the form of settlements. Therefore, in this study, a study was conducted on the correlation between the value of CBR (California Bearing Ratio) and the unconfined Compressive Strength of Clay in the Banjar Village, Kasongan District, Katingan Regency. This test was conducted to determine the physical and mechanical characteristics of the original soil. The data obtained are then analyzed by looking for relationships with each other (correlation) using linear regression or by using the most appropriate regression to obtain relationships between parameters that are useful for estimating laboratory CBR and unconfined compressive strength. Based on the tests that have been carried out, the value of the unconfined compressive strength at 5 points in the Banjar Village, Kasongan District, Katingan Regency is 0.580 kg/cm2, 0.485 kg/cm2, 0.518 kg/cm2, 0.550 kg/cm2, 0,548 kg/cm2. While the %CBR values ​​at each point are 3,08%, 3,02%, 4,05%, 5,01%, dan 6,30%. From this value, the correlation between the value of unconfined compressive strength and the California Bearing Ratio (CBR) was obtained using a linear regression equation is %CBR = 1,872 qu + 2,0102.
Title: KORELASI NILAI HASIL UJI KUAT TEKAN BEBAS DENGAN NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) TANAH LEMPUNG
Description:
Daerah Katingan Kalimantan Tengah dilihat dari Atlas Peta Sebaran Tanah Lunak di Indonesia umumnya didominasi dengan tanah lempung lunak yang memiliki daya dukung umumnya rendah sehingga dapat berpotensi menimbulkan kendala dalam pekerjaan konstruksi berupa perosokan (settlement).
Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan studi mengenai korelasi antara nilai CBR (California Bearing Ratio) dan Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung di Daerah Kampung Banjar Kecamatan Kasongan Kabupaten Katingan.
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik dan dan mekanis tanah asli.
Data yang didapatkan kemudian dilakukan analisis data dengan mencari hubungan satu sama lain (korelasi) menggunakan regresi linear atau dengan menggunakan regresi yang paling sesuai untuk mendapatkan hubungan antar parameter yang berguna untuk memperkirakan nilai CBR laboratorium dan Kuat Tekan Bebas.
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan didapatkan nilai kuat tekan bebas pada 5 titik di daerah Kampung Banjar Kecamatan Kasongan Kabupaten Katingan yakni 0,580 kg/cm2; 0,485 kg/cm2; 0,518 kg/cm2; 0,550 kg/cm2; 0,548 kg/cm2.
Sedangkan nilai %CBR pada masing-masing titik yakni 3,08%; 3,02%; 4,05%; 5,01%; dan 6,30%.
Dari nilai tersebut didapatkan korelasi antara nilai kuat tekan bebas dan California Bearing Ratio (CBR) menggunakan persamaan regresi liner yakni %CBR = 1,872 qu + 2,0102.
  The Katingan area, Central Kalimantan, as seen from the Atlas of Soft Soil Distribution Map in Indonesia is generally dominated by soft clay soils which have generally low bearing capacity so that they can potentially cause obstacles in construction work in the form of settlements.
Therefore, in this study, a study was conducted on the correlation between the value of CBR (California Bearing Ratio) and the unconfined Compressive Strength of Clay in the Banjar Village, Kasongan District, Katingan Regency.
This test was conducted to determine the physical and mechanical characteristics of the original soil.
The data obtained are then analyzed by looking for relationships with each other (correlation) using linear regression or by using the most appropriate regression to obtain relationships between parameters that are useful for estimating laboratory CBR and unconfined compressive strength.
Based on the tests that have been carried out, the value of the unconfined compressive strength at 5 points in the Banjar Village, Kasongan District, Katingan Regency is 0.
580 kg/cm2, 0.
485 kg/cm2, 0.
518 kg/cm2, 0.
550 kg/cm2, 0,548 kg/cm2.
While the %CBR values ​​at each point are 3,08%, 3,02%, 4,05%, 5,01%, dan 6,30%.
From this value, the correlation between the value of unconfined compressive strength and the California Bearing Ratio (CBR) was obtained using a linear regression equation is %CBR = 1,872 qu + 2,0102.

Related Results

Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Bahan Campuran Semen dan Serbuk Batu Bata Dengan Metode Kuat Tekan Bebas
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Bahan Campuran Semen dan Serbuk Batu Bata Dengan Metode Kuat Tekan Bebas
Tanah Lempung adalah jenis tanah yang mempunyai sifat kohesif dan plastis yang tinggi, tanah lempung terjadi akibat pelapukan-pelapukan batuan akibat adanya reaksi kimia yang terdi...
ANALISIS NILAI CBR PADA TANAH LEMPUNG PALANGKA RAYA DENGAN PERKUATAN LAPIS PLASTIK DAN GEOTEKSTIL
ANALISIS NILAI CBR PADA TANAH LEMPUNG PALANGKA RAYA DENGAN PERKUATAN LAPIS PLASTIK DAN GEOTEKSTIL
Tanah lempung dalam dunia kontruksi ada pada beberapa pekerjaan jalan perlu diperlakukan atau diberi sebuah perkuatan. Perkuatan tanah adalah suatu usaha yang bertujuan untuk menin...
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Abstrak Peningkatan pembangunan jalan meningkat sangat signifikan pada saat sekarang. Pembangunan jalan juga sering dilaksanakan di atas tanah dengan daya dukung rendah. Tan...
Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Variasi Penambahan Domato
Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Variasi Penambahan Domato
Salah satu cara untuk memperbaiki sifat tanah yang tidak stabil yaitu dengan cara stabilisasi. Stabilisasi tanah dapat dilakukan dengan menambahkan suatu bahan tambah tertentu pada...
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Pengaruh Jarak Antara Elemen Batang Tekan Ganda Terhadap Kuat Tekan
Kayu sering digunakan sebagai batang tekan pada kuda-kuda dan kolom. Untuk mendukung bebanbesar dibutuhkan dimensi batang tekan tunggal cukup besar. Batang tekan tunggal dapat diga...
Pengaruh Penambahan Fly Ash terhadap Kuat Tekan Bebas dan Nilai Kuat Geser Tanah Lempung
Pengaruh Penambahan Fly Ash terhadap Kuat Tekan Bebas dan Nilai Kuat Geser Tanah Lempung
Tanah lempung serta lanau menggambarkan tanah lunak yang mempunyai karakteristik kurang baik. Pada umumnya wilayah Indonesia diselimuti oleh tanah lempung. Mineral lempung terdiri ...
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
Stabilitas lereng memerlukan perkuatan untuk meningkatkan kuat geser. Perkuatan dari material bambu dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengganti peran geotekstil yang biasa d...
PENGARUH PENGGUNAAN CERUCUK DENGAN PEMASANGAN SECARA HORIZONTALTERHADAP KUAT TEKAN TANAH LEMPUNG LUNAK
PENGARUH PENGGUNAAN CERUCUK DENGAN PEMASANGAN SECARA HORIZONTALTERHADAP KUAT TEKAN TANAH LEMPUNG LUNAK
Tanah lempung lunak adalah jenis tanah yang memiliki daya dukung yang rendah. Salah satu daerah Lombok Tengah yang sebagian besar tanahnya berjenis lempung lunak dan memiliki karak...

Back to Top