Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Penambahan Fly Ash terhadap Kuat Tekan Bebas dan Nilai Kuat Geser Tanah Lempung
View through CrossRef
Tanah lempung serta lanau menggambarkan tanah lunak yang mempunyai karakteristik kurang baik. Pada umumnya wilayah Indonesia diselimuti oleh tanah lempung. Mineral lempung terdiri dari tiga komponen penting yaitu montmorillonite, illite dan kaolinite. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap kuat tekan bebas pada tanah lempung, mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap nilai kuat geser tanah pada tanah lempung. Penelitian ini menggunakan metode analisis dan uji coba sampel tanah. Hasil penelitian menunjukan hasil uji kuat tekan dengan menambahkan bahan fly ash dengan variasi campuran 30%,20%,15%,10%,0% dengan hasil kuat tekan tertinggi terdapat pada variasi campuran fly ash 10% dengan hasil 0,91 kg/cm2, sedangkan variasi campuran dengan hasil terendah yaitu pada variasi campuran fly ash 20% yaitu sebesar 0,227 kg/cm2 dan hasil uji kuat geser langsung dengan menambahkan bahan fly ash dengan variasi campuran 30%,20%,15%,10%,0% dengan hasil kuat geser langsung tertinggi terdapat pada tanah asli dengan hasil 44,71 kg/cm2, sedangkan variasi campuran dengan hasil terendah yaitu pada variasi campuran fly ash 20% yaitu sebesar 0,572 kg/cm2
Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Title: Pengaruh Penambahan Fly Ash terhadap Kuat Tekan Bebas dan Nilai Kuat Geser Tanah Lempung
Description:
Tanah lempung serta lanau menggambarkan tanah lunak yang mempunyai karakteristik kurang baik.
Pada umumnya wilayah Indonesia diselimuti oleh tanah lempung.
Mineral lempung terdiri dari tiga komponen penting yaitu montmorillonite, illite dan kaolinite.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap kuat tekan bebas pada tanah lempung, mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap nilai kuat geser tanah pada tanah lempung.
Penelitian ini menggunakan metode analisis dan uji coba sampel tanah.
Hasil penelitian menunjukan hasil uji kuat tekan dengan menambahkan bahan fly ash dengan variasi campuran 30%,20%,15%,10%,0% dengan hasil kuat tekan tertinggi terdapat pada variasi campuran fly ash 10% dengan hasil 0,91 kg/cm2, sedangkan variasi campuran dengan hasil terendah yaitu pada variasi campuran fly ash 20% yaitu sebesar 0,227 kg/cm2 dan hasil uji kuat geser langsung dengan menambahkan bahan fly ash dengan variasi campuran 30%,20%,15%,10%,0% dengan hasil kuat geser langsung tertinggi terdapat pada tanah asli dengan hasil 44,71 kg/cm2, sedangkan variasi campuran dengan hasil terendah yaitu pada variasi campuran fly ash 20% yaitu sebesar 0,572 kg/cm2.
Related Results
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
Stabilitas lereng memerlukan perkuatan untuk meningkatkan kuat geser. Perkuatan dari material bambu dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengganti peran geotekstil yang biasa d...
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Bahan Campuran Semen dan Serbuk Batu Bata Dengan Metode Kuat Tekan Bebas
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Bahan Campuran Semen dan Serbuk Batu Bata Dengan Metode Kuat Tekan Bebas
Tanah Lempung adalah jenis tanah yang mempunyai sifat kohesif dan plastis yang tinggi, tanah lempung terjadi akibat pelapukan-pelapukan batuan akibat adanya reaksi kimia yang terdi...
Karakteristik Kekuatan Geser Tanah Terhadap Perubahan Nilai Kepadatan Tanah
Karakteristik Kekuatan Geser Tanah Terhadap Perubahan Nilai Kepadatan Tanah
Tanah memiliki kerapatan sangat bervariasi pada lapisan kerak bumi, baik yang ada di permukaan maupun di bawah permukaan. Nilai kerapatan (γ) dari 1,1 gr/cm3 hingga 2,3 gr/cm3. Pad...
STUDI STABILISASI TANAH LEMPUNG BERPASIR MENGGUNAKAN CAMPURAN KAPUR ALAM DAN SEMEN
STUDI STABILISASI TANAH LEMPUNG BERPASIR MENGGUNAKAN CAMPURAN KAPUR ALAM DAN SEMEN
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui campuran terbaik antara kapur alam dan semen pada stabilisasi tanah lempung berpasir, serta untuk mengetahui kuat tekan bebas ( Unconfined Co...
PENGARUH ELEKTROOSMOSIS TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG
PENGARUH ELEKTROOSMOSIS TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG
Tanah lempung merupakan salah satu tanah bermasalah. Tanah dengan permebilitas rendah dan
kandungan mineral menyebabkan tanah memiliki kuat geser rendah. Tanah lempung bermua...
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
Tanah lempung ekspansif merupakan jenis tanah yang sering menimbulkan masalah dalam bidang konstruksi karena memiliki sifat kembang susut yang tinggi. Untuk mengatasi hal terseb...
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Abstrak
Peningkatan pembangunan jalan meningkat sangat signifikan pada saat sekarang. Pembangunan jalan juga sering dilaksanakan di atas tanah dengan daya dukung rendah. Tan...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...

