Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH PENAMBAHAN POTONGAN BAN BERSERAT NILON DAN SEMEN PORTLADN TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG

View through CrossRef
 Berdasarkan hasil survei lapangan di Desa Tewang Rangkang, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan kondisi jalan didaerah tersebut didominasi oleh tanah lunak. Tanah lunak sangat berpengaruh didalam pada pembangunan kontruksi pondasi jalan dan konstruksi pondasi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil stabilisasi tanah dengan penambahan potongan ban berserat nilon dan semen portland dengan variasi penambahan campuran 5% semen portland dan 5%; 7,5%; 10%; 12%; 15% untuk potongan ban berserat nilon dengan masa pemeraman 7 Hari. Hasil pengujian sifat fisik tanah asli diperoleh nilai, kadar air (w) = 44,12%; berat isi =1,30 g/cm3; berat jenis(Gs) = 2,70; LL = 41,00; PL =24,04; IP =16,96; SL =15,89. Menurut sistem USCS dari hasil pemeriksaan batas cair (LL) dan indeks plastisitas (PI) didapat bahwa diklasifikasikan sebagai tanah berlempung dalam kelompok A-7-5 (8). Hasil  pengujian sifat mekanik tanah asli menunjukan bahwa nilai CBR tanah asli 2,09%; berat isi kering  = 1,572%; kadar air optimum (OMC) = 19,82%. Campuran potongan ban berserat nilon dan semen portland berdampak pada peningkatan nilai CBR. Penambahan variasi campuran 5% semen portland dan 5%; 7%; 10%; 12,5%; 15% menghasilkan nilai CBR rencana yang meningkat sebesar 2,90%; 4,90%; 4,08%; 3,40%; 2,20%; 2,15% di pemeraman 7 hari. Nilai CBR terbesar terjadi pada penambahan semen portland 5% dan 5% potongan ban berserat nilon, pada pemeraman 7 hari yaitu sebesar 5,30%, CBR meningkat 154,55% dari nilai CBR tanah asli.   Based on the results of a field survey in Tewang Rangkang Village, Pulau Malan District, Katingan Regency, the road conditions in the area are dominated by soft soil. Soft soil is very influential in the construction of road foundations and construction of building foundations. This study aims to analyze the results of soil stabilization with the addition of pieces of nylon fiber tires and portland cement with variations in the addition of a mixture of 5% portland cement and 5%; 7.5%; 10%; 12%; 15% for nylon fiber tires with a curing period of 7 days. The results of testing the physical properties of the original soil obtained values, water content (w) = 44.12%; fill weight = 1.30 g/cm3; specific gravity (Gs) = 2.70; LL = 41.00; PL = 24.04; IP = 16.96; SL = 15.89. According to the USCS system, the results of the examination of the liquid limit (LL) and the plasticity index (PI) were found to be classified as loamy soils in group A-7-5 (8). The results of testing the mechanical properties of the original soil showed that the CBR value of the original soil was 2.09%; dry weight (γdmax) = 1.572%; optimum water content (OMC) = 19.82%. The mixture of nylon fiber tires and portland cement has an impact on increasing the CBR value. The addition of a mixture variation of 5% portland cement and 5%; 7%; 10%; 12.5%; 15% resulted in an increased plan CBR value of 2.90%; 4.90%; 4.08%; 3.40%; 2.20%; 2.15% at 7 days curing. The largest CBR value occurred in the addition of 5% portland cement and 5% nylon fiber tire pieces, at 7 days curing which was 5.30%, the CBR increased by 154.55% from the original soil CBR value.
Title: PENGARUH PENAMBAHAN POTONGAN BAN BERSERAT NILON DAN SEMEN PORTLADN TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG
Description:
 Berdasarkan hasil survei lapangan di Desa Tewang Rangkang, Kecamatan Pulau Malan, Kabupaten Katingan kondisi jalan didaerah tersebut didominasi oleh tanah lunak.
Tanah lunak sangat berpengaruh didalam pada pembangunan kontruksi pondasi jalan dan konstruksi pondasi bangunan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil stabilisasi tanah dengan penambahan potongan ban berserat nilon dan semen portland dengan variasi penambahan campuran 5% semen portland dan 5%; 7,5%; 10%; 12%; 15% untuk potongan ban berserat nilon dengan masa pemeraman 7 Hari.
Hasil pengujian sifat fisik tanah asli diperoleh nilai, kadar air (w) = 44,12%; berat isi =1,30 g/cm3; berat jenis(Gs) = 2,70; LL = 41,00; PL =24,04; IP =16,96; SL =15,89.
Menurut sistem USCS dari hasil pemeriksaan batas cair (LL) dan indeks plastisitas (PI) didapat bahwa diklasifikasikan sebagai tanah berlempung dalam kelompok A-7-5 (8).
Hasil  pengujian sifat mekanik tanah asli menunjukan bahwa nilai CBR tanah asli 2,09%; berat isi kering  = 1,572%; kadar air optimum (OMC) = 19,82%.
Campuran potongan ban berserat nilon dan semen portland berdampak pada peningkatan nilai CBR.
Penambahan variasi campuran 5% semen portland dan 5%; 7%; 10%; 12,5%; 15% menghasilkan nilai CBR rencana yang meningkat sebesar 2,90%; 4,90%; 4,08%; 3,40%; 2,20%; 2,15% di pemeraman 7 hari.
Nilai CBR terbesar terjadi pada penambahan semen portland 5% dan 5% potongan ban berserat nilon, pada pemeraman 7 hari yaitu sebesar 5,30%, CBR meningkat 154,55% dari nilai CBR tanah asli.
  Based on the results of a field survey in Tewang Rangkang Village, Pulau Malan District, Katingan Regency, the road conditions in the area are dominated by soft soil.
Soft soil is very influential in the construction of road foundations and construction of building foundations.
This study aims to analyze the results of soil stabilization with the addition of pieces of nylon fiber tires and portland cement with variations in the addition of a mixture of 5% portland cement and 5%; 7.
5%; 10%; 12%; 15% for nylon fiber tires with a curing period of 7 days.
The results of testing the physical properties of the original soil obtained values, water content (w) = 44.
12%; fill weight = 1.
30 g/cm3; specific gravity (Gs) = 2.
70; LL = 41.
00; PL = 24.
04; IP = 16.
96; SL = 15.
89.
According to the USCS system, the results of the examination of the liquid limit (LL) and the plasticity index (PI) were found to be classified as loamy soils in group A-7-5 (8).
The results of testing the mechanical properties of the original soil showed that the CBR value of the original soil was 2.
09%; dry weight (γdmax) = 1.
572%; optimum water content (OMC) = 19.
82%.
The mixture of nylon fiber tires and portland cement has an impact on increasing the CBR value.
The addition of a mixture variation of 5% portland cement and 5%; 7%; 10%; 12.
5%; 15% resulted in an increased plan CBR value of 2.
90%; 4.
90%; 4.
08%; 3.
40%; 2.
20%; 2.
15% at 7 days curing.
The largest CBR value occurred in the addition of 5% portland cement and 5% nylon fiber tire pieces, at 7 days curing which was 5.
30%, the CBR increased by 154.
55% from the original soil CBR value.

Related Results

Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Abstrak Peningkatan pembangunan jalan meningkat sangat signifikan pada saat sekarang. Pembangunan jalan juga sering dilaksanakan di atas tanah dengan daya dukung rendah. Tan...
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Semen dan Renolith
Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Semen dan Renolith
Tanah pada Universitas Islam “45” Bekasi merupakan jenis tanah lempung yang mempunyai nilai CBR yang rendah sehingga secara strukturil tanah tersebut tidak layak diadakan suatu pem...
KUAT LEKAT DAN SUSUT MORTAR BERSERAT BAMBU DENGAN VARIASI PENAMBAHAN POLYMER SEBAGAI MATERIAL PERBAIKAN STRUKTUR BETON
KUAT LEKAT DAN SUSUT MORTAR BERSERAT BAMBU DENGAN VARIASI PENAMBAHAN POLYMER SEBAGAI MATERIAL PERBAIKAN STRUKTUR BETON
Mortar sebagai repair material relatif mudah dibuat dan diaplikasikan di lapangan. Pembuatan dan penggunaan mortar relatif lebih mudah dibandingkan dengan beton sendiri. Namun, mor...
ANALISIS PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI IONIC SOIL STABILIZER BTI-20 UNTUK SUBGRADE JALAN
ANALISIS PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI IONIC SOIL STABILIZER BTI-20 UNTUK SUBGRADE JALAN
Tanah lempung adalah salah satu jenis tanah yang memiliki sifat lunak dan terdiri dari butiran halus yang cenderung mengalami perubahan volume, dimana saat terkena air akan m...
Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Variasi Penambahan Domato
Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Variasi Penambahan Domato
Salah satu cara untuk memperbaiki sifat tanah yang tidak stabil yaitu dengan cara stabilisasi. Stabilisasi tanah dapat dilakukan dengan menambahkan suatu bahan tambah tertentu pada...
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
Tanah lempung ekspansif adalah jenis tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat tinggi. Volume pori tanah lempung ekspansif akan mengalami pembesaran ketika terjadi musim ...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...

Back to Top