Javascript must be enabled to continue!
KUAT LEKAT DAN SUSUT MORTAR BERSERAT BAMBU DENGAN VARIASI PENAMBAHAN POLYMER SEBAGAI MATERIAL PERBAIKAN STRUKTUR BETON
View through CrossRef
Mortar sebagai repair material relatif mudah dibuat dan diaplikasikan di lapangan. Pembuatan dan penggunaan mortar relatif lebih mudah dibandingkan dengan beton sendiri. Namun, mortar belum memenuhi sebagai repair material. Untuk itu, mortar perlu ditambahkan dengan material lainnya guna menambah kuat lekat antara repair material beton. Salah satu material yang dapat digunakan adalah polymer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Penelitian dirancang dengan 5 perlakuan untuk uji kuat lekat dan susut (shrinkage), perlakuan yang diujicobakan yaitu penambahan polymer 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% dari berat semen dan variasi campuran serat bambu 1%, 2% dan 3%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan polymer pada mortar berserat bambu mempengaruhi nilai kuat lekat dan susut (shrinkage) mortar. Kuat lekat mortar berserat bambu tertinggi pada variasi penambahan polymer 5% yaitu sebesar 4,33 Mpa, 4,72 Mpa dan 4,07 Mpa pada mortar berserat bambu 1%, 2% dan 3%. Sedangkan kuat lekat mortar berserat bambu terendah pada variasi penambahan polymer 10% yaitu sebesar 2,10 Mpa, 2,36 Mpa dan 1,84 Mpa pada mortar berserat bambu 1%, 2% dan 3%. Mortar berserat bambu yang mengalami susut paling besar pada variasi penambahan polymer sebesar 10% yaitu sebesar 703,333 microstrain, 695,000 microstrain dan 708,333 microstrain pada mortar berserat bambu 1%, 2% dan 3%. Sedangkan mortar berserat bambu yang mengalami susut paling kecil pada variasi penambahan polymer 5% yaitu sebesar 573,333 microstrain, 563,333 microstrain dan 611,667 microstrain pada mortar berserat bambu 1%, 2% dan 3%. Variasi penambahan polymer yang optimum sebesar 4,48% menghasilkan kuat lekat maksimum sebesar 4,402 MPa dan susut yang minimum sebesar 563,333 microstrain .
Title: KUAT LEKAT DAN SUSUT MORTAR BERSERAT BAMBU DENGAN VARIASI PENAMBAHAN POLYMER SEBAGAI MATERIAL PERBAIKAN STRUKTUR BETON
Description:
Mortar sebagai repair material relatif mudah dibuat dan diaplikasikan di lapangan.
Pembuatan dan penggunaan mortar relatif lebih mudah dibandingkan dengan beton sendiri.
Namun, mortar belum memenuhi sebagai repair material.
Untuk itu, mortar perlu ditambahkan dengan material lainnya guna menambah kuat lekat antara repair material beton.
Salah satu material yang dapat digunakan adalah polymer.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen.
Penelitian dirancang dengan 5 perlakuan untuk uji kuat lekat dan susut (shrinkage), perlakuan yang diujicobakan yaitu penambahan polymer 0%, 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% dari berat semen dan variasi campuran serat bambu 1%, 2% dan 3%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan polymer pada mortar berserat bambu mempengaruhi nilai kuat lekat dan susut (shrinkage) mortar.
Kuat lekat mortar berserat bambu tertinggi pada variasi penambahan polymer 5% yaitu sebesar 4,33 Mpa, 4,72 Mpa dan 4,07 Mpa pada mortar berserat bambu 1%, 2% dan 3%.
Sedangkan kuat lekat mortar berserat bambu terendah pada variasi penambahan polymer 10% yaitu sebesar 2,10 Mpa, 2,36 Mpa dan 1,84 Mpa pada mortar berserat bambu 1%, 2% dan 3%.
Mortar berserat bambu yang mengalami susut paling besar pada variasi penambahan polymer sebesar 10% yaitu sebesar 703,333 microstrain, 695,000 microstrain dan 708,333 microstrain pada mortar berserat bambu 1%, 2% dan 3%.
Sedangkan mortar berserat bambu yang mengalami susut paling kecil pada variasi penambahan polymer 5% yaitu sebesar 573,333 microstrain, 563,333 microstrain dan 611,667 microstrain pada mortar berserat bambu 1%, 2% dan 3%.
Variasi penambahan polymer yang optimum sebesar 4,48% menghasilkan kuat lekat maksimum sebesar 4,402 MPa dan susut yang minimum sebesar 563,333 microstrain .
Related Results
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN LIMBAH BANNER (POLYVINIL CHLORIDA) DALAM PEMBUATAN MORTAR BERSERAT (FIBER MORTAR)
EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN LIMBAH BANNER (POLYVINIL CHLORIDA) DALAM PEMBUATAN MORTAR BERSERAT (FIBER MORTAR)
ABSTRACTFiber concrete is a composite concrete consisting of ordinary concrete and fiber materials. The purposeof adding fiber is to increase the tensile strength of concrete, so t...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
Pemanfaatan Bahan PET Terhadap Daya Serap Air Pada Beton Pracetak Tipe U-Ditch
Pemanfaatan Bahan PET Terhadap Daya Serap Air Pada Beton Pracetak Tipe U-Ditch
Sampah merupakan salah satu pencemaran yang sangat umum ditemui pada saat ini. Hal ini disebabkan konsumsi plastik yang setiap tahunnya terus meningkat, salah satu jenis sampah pla...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

