Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL

View through CrossRef
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Bambu diaplikasikan sebagai material pada komponen struktur seperti balok, kolom dan truss. Bambu juga dapat diaplikasikan sebagai komponen non struktur berupa dinding. Pada saat gempa bumi kerusakan pada bangunan didominasi oleh kerusakan pada dinding, meskipun dinding bukan sebagai komponen struktur. Keruntuhan pada dinding non struktur banyak menimbulkan kerugian dan korban luka termasuk korban jiwa. Salah satu upaya untuk mencegah timbulnya korban jiwa akibat runtuhnya dinding bangunan pada saat terjadi gempa adalah dengan membuat dinding terbuat dari bambu laminasi. Dengan kegagalan dinding dimana kekuatan terendah adalah geser sehingga perlu diketahui kekuatan mekanik bambu khususnya geser sebagai pertimbangan dalam desain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik dan sifat mekanik bambu Petung sebagai bahan dasar dalam pembuatan bambu laminasi. Bambu Petung dilakukan dengan dua kondisi, kondisi pertama bambu Petung tanpa dilakukan pengawetan bambu dan kondisi kedua bambu Petung dengan dilakukan pengawetan pada bambu. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan standar ISO N225157-1 untuk pembuatan benda uji dan Standar N22157-2 untuk pengujian material. Pengawetan bambu mengacu pada SNI 8909-2020. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bambu Petung yang dilakukan pengawetan memiliki sifat fisik dan sifat mekanik yang lebih tinggi dari pada bambu Petung tanpa dilakukan pengawetan. Kadar air pada bambu Petung mengalamai kenaikan 1,22% pada daerah nodia dan 2,76 % pada daerah internodia. Kerapatan Bambu Petung mengalami kenaikan sebesar 8,33% pada daerah nodia dan 11,36 % pada daerah internodia. Kuat geser pada Bambu Petung baik pada daerah nodia maupun pada daerah internodia masing masing sebesar 25,19% untuk daerah nodia dan pada daerah internodia terjadi peningkatan kuat geser bambu Petung sebesar 28,21%.
Title: ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Description:
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur.
Bambu diaplikasikan sebagai material pada komponen struktur seperti balok, kolom dan truss.
Bambu juga dapat diaplikasikan sebagai komponen non struktur berupa dinding.
Pada saat gempa bumi kerusakan pada bangunan didominasi oleh kerusakan pada dinding, meskipun dinding bukan sebagai komponen struktur.
Keruntuhan pada dinding non struktur banyak menimbulkan kerugian dan korban luka termasuk korban jiwa.
Salah satu upaya untuk mencegah timbulnya korban jiwa akibat runtuhnya dinding bangunan pada saat terjadi gempa adalah dengan membuat dinding terbuat dari bambu laminasi.
Dengan kegagalan dinding dimana kekuatan terendah adalah geser sehingga perlu diketahui kekuatan mekanik bambu khususnya geser sebagai pertimbangan dalam desain.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik dan sifat mekanik bambu Petung sebagai bahan dasar dalam pembuatan bambu laminasi.
Bambu Petung dilakukan dengan dua kondisi, kondisi pertama bambu Petung tanpa dilakukan pengawetan bambu dan kondisi kedua bambu Petung dengan dilakukan pengawetan pada bambu.
Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan standar ISO N225157-1 untuk pembuatan benda uji dan Standar N22157-2 untuk pengujian material.
Pengawetan bambu mengacu pada SNI 8909-2020.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bambu Petung yang dilakukan pengawetan memiliki sifat fisik dan sifat mekanik yang lebih tinggi dari pada bambu Petung tanpa dilakukan pengawetan.
Kadar air pada bambu Petung mengalamai kenaikan 1,22% pada daerah nodia dan 2,76 % pada daerah internodia.
Kerapatan Bambu Petung mengalami kenaikan sebesar 8,33% pada daerah nodia dan 11,36 % pada daerah internodia.
Kuat geser pada Bambu Petung baik pada daerah nodia maupun pada daerah internodia masing masing sebesar 25,19% untuk daerah nodia dan pada daerah internodia terjadi peningkatan kuat geser bambu Petung sebesar 28,21%.

Related Results

ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG
JENIS-JENIS BAMBU DI BUKIT GUNUNG ANGGAS, DESA SIDING, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG
Gunung Anggas Hill, Siding Village, Siding Subdistrict, Bengkayang District has many wildly bamboo plants. Bamboo is a type of grass that belongs to the Gramineae family and is one...
PELATIHAN PENGAWETAN BAMBU TALI (GIGANTOCHLOA APUS) DENGAN METODE PENGAWETAN BOUCHERIE DI HKm AIK BUAL
PELATIHAN PENGAWETAN BAMBU TALI (GIGANTOCHLOA APUS) DENGAN METODE PENGAWETAN BOUCHERIE DI HKm AIK BUAL
Tanaman bambu tumbuh secara alami dan berumpun di kawasan hutan Indonesia, tak terkecuali di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, pemanfaata...
ANALISIS GESER PADA BALOK BAMBU SUSUN VERTIKAL MENGGUNAKAN PERKUATAN CARBON FIBER REINFORCED POLYMER (CFRP)
ANALISIS GESER PADA BALOK BAMBU SUSUN VERTIKAL MENGGUNAKAN PERKUATAN CARBON FIBER REINFORCED POLYMER (CFRP)
Abstract Bamboo is a type of building material that has been used by humans for a long time. The strength of bamboo which can be matched with steel makes it popular as a construct...
Analisis Penggunaan Dinding Façade Beton Precast Pada Gedung 4 Lantai
Analisis Penggunaan Dinding Façade Beton Precast Pada Gedung 4 Lantai
Pekerjaan dinding façade adalah pekerjaan dengan utilitas yang kompleks dan merupakan sumber aktifitas kerja yang dapat menimbulkan bahaya (Hazard) kece...
ANALISIS BAMBU SEBAGAI STRUKTUR BALOK BANGUNAN RUMAH TINGGAL BERTINGKAT
ANALISIS BAMBU SEBAGAI STRUKTUR BALOK BANGUNAN RUMAH TINGGAL BERTINGKAT
Abstract Bamboo material is a renewable natural product that can be obtained easily, cheaply, easily planted, grows fast, can reduce the effects of global warming, and has a very ...
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
Stabilitas lereng memerlukan perkuatan untuk meningkatkan kuat geser. Perkuatan dari material bambu dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengganti peran geotekstil yang biasa d...

Back to Top