Javascript must be enabled to continue!
Eksplorasi Iratan Bambu Halus Menjadi Produk Fungsional
View through CrossRef
Bahan iratan bambu halus terbuat dari bambu tali melalui proses penyerutan sehingga menghasilkan iratan bambu yang sangat tipis. Karakteristik bahan ini sangat lentur sehingga mudah dibentuk dan banyak dikembangkan dalam produk fashion seperti aneka tas dan topi menggunakan teknik menganyam. Namun, proses pengolahan dari bambu mentah menjadi bahan iratan bambu halus cukup sulit dan jumlah kemampuan pengrajin dalam menganyam dari generasi ke generasi semakin menurun, sehingga berdampak pada hasil anyaman yang monoton. Hal ini menyebabkan tidak ada kebaruan yang signifikan dalam produk bahan iratan bambu halus. Bahan iratan bambu halus memiliki potensi karakteristik bahan yang lentur dan transparan dan belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan dari proyek desain ini adalah memaksimalkan potensi transparansi dan kelenturan bahan iratan bambu halus menjadi desain produk lampu hias. Metode desain yang digunakan berbasis pada eksperimentasi, yaitu eksplorasi karakteristik transparansi dan kelenturan iratan bambu halus. Proses eksplorasi dilakukan dengan cara mengaplikasikan perekat laminasi pada permukaan iratan bambu sehingga mengurangi sifat getas material tersebut. Hasil eksplorasi yang dihasilkan yaitu modul iratan bambu halus yang disusun sehingga tidak memerlukan teknik penganyaman. Luaran desain yang dihasilkan menjadi inovasi baru bagi pengembangan material iratan bambu halus yang selama ini tidak dikenal oleh pengrajin. Hasil desain ini diharapkan memberikan manfaat bagi pengrajin iratan bambu halus.
Duta Wacana Christian University
Title: Eksplorasi Iratan Bambu Halus Menjadi Produk Fungsional
Description:
Bahan iratan bambu halus terbuat dari bambu tali melalui proses penyerutan sehingga menghasilkan iratan bambu yang sangat tipis.
Karakteristik bahan ini sangat lentur sehingga mudah dibentuk dan banyak dikembangkan dalam produk fashion seperti aneka tas dan topi menggunakan teknik menganyam.
Namun, proses pengolahan dari bambu mentah menjadi bahan iratan bambu halus cukup sulit dan jumlah kemampuan pengrajin dalam menganyam dari generasi ke generasi semakin menurun, sehingga berdampak pada hasil anyaman yang monoton.
Hal ini menyebabkan tidak ada kebaruan yang signifikan dalam produk bahan iratan bambu halus.
Bahan iratan bambu halus memiliki potensi karakteristik bahan yang lentur dan transparan dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Tujuan dari proyek desain ini adalah memaksimalkan potensi transparansi dan kelenturan bahan iratan bambu halus menjadi desain produk lampu hias.
Metode desain yang digunakan berbasis pada eksperimentasi, yaitu eksplorasi karakteristik transparansi dan kelenturan iratan bambu halus.
Proses eksplorasi dilakukan dengan cara mengaplikasikan perekat laminasi pada permukaan iratan bambu sehingga mengurangi sifat getas material tersebut.
Hasil eksplorasi yang dihasilkan yaitu modul iratan bambu halus yang disusun sehingga tidak memerlukan teknik penganyaman.
Luaran desain yang dihasilkan menjadi inovasi baru bagi pengembangan material iratan bambu halus yang selama ini tidak dikenal oleh pengrajin.
Hasil desain ini diharapkan memberikan manfaat bagi pengrajin iratan bambu halus.
Related Results
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
ANALISIS KARAKTERISTIK BAMBU SEBAGAI MATERIAL DINDING NON STRUKTURAL
Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan mempunyai keunggulan dari segi kekuatan yang diketahui dari sifat mekaniknya seperti kuat tarik, kuat tekan dan kuat lentur. Ba...
Pusat Pengelolahan Bambu Di Kabupaten Nagekeo Dengan Tema Eko Arsitektur
Pusat Pengelolahan Bambu Di Kabupaten Nagekeo Dengan Tema Eko Arsitektur
Sejalan dengan perkembangan jaman, kebutuhan kayu untuk konstruksi dan mebel semakin langka dan mahal. Maka dari itu muncul ide-ide dasar untuk mencari alternatif pengganti kayu un...
Kriya Mekar: Inovasi Produk Lokal Kriya Bambu Untuk Meningkatkan Minat Generasi Muda Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut
Kriya Mekar: Inovasi Produk Lokal Kriya Bambu Untuk Meningkatkan Minat Generasi Muda Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut
Kriya bambu moderen adalah salah satu kerajinan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Selain ramah lingkungan, berbagai manfaat dapat dirasakan oleh para pengguna kerajinan ini. Ber...
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
Stabilitas lereng memerlukan perkuatan untuk meningkatkan kuat geser. Perkuatan dari material bambu dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengganti peran geotekstil yang biasa d...
PERENCANAAN MESIN SERUT BAMBU KAPASITAS 500 BATANG/JAM
PERENCANAAN MESIN SERUT BAMBU KAPASITAS 500 BATANG/JAM
Bambu merupakan tumbuhan berbunga menahun hijau abadi dari subfamili bambusoideae yang termasuk famili poaceae. Bambu digunakan untuk membuat sumpit dan alat memasak lainnya sepert...
Analisis Sifat Mekanik Lentur Papan Laminasi Kombinasi Bambu Petung dan Bambu Ater
Analisis Sifat Mekanik Lentur Papan Laminasi Kombinasi Bambu Petung dan Bambu Ater
Kemajuan teknologi memunculkan alternatif bahan bangunan pengganti kayu, seperti bambu laminasi. Laminasi bambu menggunakan kombinasi dua jenis bambu yaitu bambu petung dan bambu a...
Bambu Sebagai Alternatif Penerapan Material Ekologis: Potensi dan Tantangannya
Bambu Sebagai Alternatif Penerapan Material Ekologis: Potensi dan Tantangannya
Bidang industri konstruksi disinyalir menjadi pelaku kedua dalam menyumbang pemanasan global. Pemakaian bahan material yang tidak dapat diperbaharui dalam jangka waktu tertentu aka...

