Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI IONIC SOIL STABILIZER BTI-20 UNTUK SUBGRADE JALAN

View through CrossRef
Tanah lempung adalah salah satu jenis tanah yang memiliki sifat lunak dan terdiri dari butiran halus yang cenderung mengalami perubahan volume, dimana saat terkena air akan mengembang sesuai dengan jumlah air yang diserap, namun saat mengering akan menyusut kembali. Terutama tanah dengan kandungan lempung yang tinggi memiliki daya dukung yang rendah, sehingga perlu diperkuat melalui proses stabilisasi tanah. Metode yang dilakukan adalah stabilisasi tanah lempung menggunakan zat aditif ISS (Ionic Soil Stabilizer) BTI-20. Ekperimen yang dilakukan dengan menyiapkan sampel tanah dan zat aditif BTI-20, yang akan dicampur sebanyak 10% dari berat tanah kering. Selanjutnya akan membandingkan nilai UCT dan CBR tanah lempung yang belum dicampurkan zat aditif BTI-20 yang nantinya sebagai control dengan nilai UCT dan CBR tanah lempung yang sudah dicampur zat aditif BTI-20 sebagai kelompok eksperimen. Pengujian UCT dengan penambahan zat aditif memiliki pengaruh peningkatan terhadap nilai qu dan Cu dikarnakan sifat dari zat aditif mengikat atau mencegah kadar air keluar atau masuk ke dalam pori tanah. Pengujian CBR dengan penambahan zat aditif 001 tidak memiliki terlalu banyak pengaruh peningkatan terhadap nilai CBR dari tanah dengan kondisi tak terganggu. Dari pengujian yang dilakukan didapat nilai CBR paling tinggi soaked dan unsoaked sebesar 16,67% untuk waktu curing 3 hari dan mengalami penurunan pada waktu curing 7 hari dengan nilai CBR soaked 13,56% dan CBR unsoaked sebesar 14,44%
Title: ANALISIS PERILAKU TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI IONIC SOIL STABILIZER BTI-20 UNTUK SUBGRADE JALAN
Description:
Tanah lempung adalah salah satu jenis tanah yang memiliki sifat lunak dan terdiri dari butiran halus yang cenderung mengalami perubahan volume, dimana saat terkena air akan mengembang sesuai dengan jumlah air yang diserap, namun saat mengering akan menyusut kembali.
Terutama tanah dengan kandungan lempung yang tinggi memiliki daya dukung yang rendah, sehingga perlu diperkuat melalui proses stabilisasi tanah.
Metode yang dilakukan adalah stabilisasi tanah lempung menggunakan zat aditif ISS (Ionic Soil Stabilizer) BTI-20.
Ekperimen yang dilakukan dengan menyiapkan sampel tanah dan zat aditif BTI-20, yang akan dicampur sebanyak 10% dari berat tanah kering.
Selanjutnya akan membandingkan nilai UCT dan CBR tanah lempung yang belum dicampurkan zat aditif BTI-20 yang nantinya sebagai control dengan nilai UCT dan CBR tanah lempung yang sudah dicampur zat aditif BTI-20 sebagai kelompok eksperimen.
Pengujian UCT dengan penambahan zat aditif memiliki pengaruh peningkatan terhadap nilai qu dan Cu dikarnakan sifat dari zat aditif mengikat atau mencegah kadar air keluar atau masuk ke dalam pori tanah.
Pengujian CBR dengan penambahan zat aditif 001 tidak memiliki terlalu banyak pengaruh peningkatan terhadap nilai CBR dari tanah dengan kondisi tak terganggu.
Dari pengujian yang dilakukan didapat nilai CBR paling tinggi soaked dan unsoaked sebesar 16,67% untuk waktu curing 3 hari dan mengalami penurunan pada waktu curing 7 hari dengan nilai CBR soaked 13,56% dan CBR unsoaked sebesar 14,44%.

Related Results

PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR, FLY ASH DAN BOTTOM ASH PADA SUBGRADE LEMPUNG BOBONARO
Tanah lempung ekspansif   merupakan jenis tanah yang sering menimbulkan masalah dalam bidang konstruksi karena memiliki sifat kembang susut yang tinggi.  Untuk mengatasi hal terseb...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
PENGARUH PENCAMPURAN LIMBAH KARBIT TERHADAP STABILISASI SWELLING VOLUMETRIK (3D) TANAH LEMPUNG EKSPANSIF
Tanah lempung ekspansif adalah jenis tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat tinggi. Volume pori tanah lempung ekspansif akan mengalami pembesaran ketika terjadi musim ...
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
Jalur hijau kota Pekanbaru didominasi penanaman pohon dengan berbagai macam bentuk tajuk dan juga penanaman perdu dan penutup tanah dengan berbagai macam pola. Evaluasi terhadap ta...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Peningkatan Kuat Dukung Tanah Lempung Dengan Penambahan Pasir
Abstrak Peningkatan pembangunan jalan meningkat sangat signifikan pada saat sekarang. Pembangunan jalan juga sering dilaksanakan di atas tanah dengan daya dukung rendah. Tan...
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
KAJIAN INTERAKSI TANAH-BAMBU DITINJAU DARI PARAMETER KUAT GESER
Stabilitas lereng memerlukan perkuatan untuk meningkatkan kuat geser. Perkuatan dari material bambu dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengganti peran geotekstil yang biasa d...
Peristiwa G30S/PKI Pada Stabilitas Sosial Di Bandar Betsy 1965 - 1998
Peristiwa G30S/PKI Pada Stabilitas Sosial Di Bandar Betsy 1965 - 1998
Pembantaian yang terjadi 14 Mei 1965 itu dikenal dengan nama „Peristiwa Bandar Betsy‟. Tugu Letda Sudjono yang berdiri di tengah kebun Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupa...

Back to Top