Javascript must be enabled to continue!
UPAYA PENGENDALIAN GERUSAN DI SEKITAR ABUTMEN JEMBATAN
View through CrossRef
The research aims to know the influence of abutment cover on scouring process, depth and change of bedconfiguration around abutment. The research is carried out by experiment in hydraulic laboratory of civil andplanning departement at Yogyakarta state university. Esperiments are conducted for three point of abutment andthree different distance of the abutment, namely 0,25 h, 0,5 h and 0,75 h. The result showed that using coverplate can decrease scour depth efectively at the upstream of abutment (A), middle of abutment (B) and thedownstream of abutment (C). The result showed a maximum efficiency of 63,3 % in scour reduction for 0,25 hlong distance of cover plate for point A, 35 % and 50 % in scour reduction for 0,75 h for point B and point C .The expereiment show that using double plate cover where distance 0,75 h is more efective than 0,25 h and0,5 h.Keywords: abutment, scouring, cover plate Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan plat pelindung abutmen terhadap prosesgerusan, kedalaman gerusan dan perubahan konfigurasi dasar di sekitar abutmen jembatan. Penelitian inidilakukan di laboratorium Hidrolika Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas TeknikUniversitas Negeri Yogyakarta. Percobaan dilakukann untuk 3 posisi plat dari abutmen masing dan dengan 3jmacam jarakmasing-masing 0,25 h, 0,5 h dan 0,75 h. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan platpelindung mampu menurunkan kedalaman gerusan secara efektif pada bagian hulu, tengah dan hilir abutmen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi gerusan maksimum terjadi sebesar 63,3 % untuk jarak plat 0,25 huntuk titik A, 35 % dan 50 % pada jarak plat 0,75 h untuk titik B dan titik C . Hasil pengujian jugamenunjukkan bahwa penggunaan plat ganda dengan jarak 0,75 h lebih efektif daripada pada jarak plat 0,25 hand 0,5 h.
Universitas Negeri Yogyakarta
Title: UPAYA PENGENDALIAN GERUSAN DI SEKITAR ABUTMEN JEMBATAN
Description:
The research aims to know the influence of abutment cover on scouring process, depth and change of bedconfiguration around abutment.
The research is carried out by experiment in hydraulic laboratory of civil andplanning departement at Yogyakarta state university.
Esperiments are conducted for three point of abutment andthree different distance of the abutment, namely 0,25 h, 0,5 h and 0,75 h.
The result showed that using coverplate can decrease scour depth efectively at the upstream of abutment (A), middle of abutment (B) and thedownstream of abutment (C).
The result showed a maximum efficiency of 63,3 % in scour reduction for 0,25 hlong distance of cover plate for point A, 35 % and 50 % in scour reduction for 0,75 h for point B and point C .
The expereiment show that using double plate cover where distance 0,75 h is more efective than 0,25 h and0,5 h.
Keywords: abutment, scouring, cover plate Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan plat pelindung abutmen terhadap prosesgerusan, kedalaman gerusan dan perubahan konfigurasi dasar di sekitar abutmen jembatan.
Penelitian inidilakukan di laboratorium Hidrolika Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas TeknikUniversitas Negeri Yogyakarta.
Percobaan dilakukann untuk 3 posisi plat dari abutmen masing dan dengan 3jmacam jarakmasing-masing 0,25 h, 0,5 h dan 0,75 h.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan platpelindung mampu menurunkan kedalaman gerusan secara efektif pada bagian hulu, tengah dan hilir abutmen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi gerusan maksimum terjadi sebesar 63,3 % untuk jarak plat 0,25 huntuk titik A, 35 % dan 50 % pada jarak plat 0,75 h untuk titik B dan titik C .
Hasil pengujian jugamenunjukkan bahwa penggunaan plat ganda dengan jarak 0,75 h lebih efektif daripada pada jarak plat 0,25 hand 0,5 h.
Related Results
Studi Pola Gerusan di Hilir Bendung Alale Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo
Studi Pola Gerusan di Hilir Bendung Alale Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo
Bendung Alale dibangun untuk memenuhi kebutuhan air irigasi di Daerah Irigasi (DI) Lomaya Alale Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo yang perlu drehabilitasi. Supaya proses re...
ANALISIS DEFLEKSI JEMBATAN CABLE STAYED MENGGUNAKAN SOFTWARE ALLPLAN BRIDGE (ALUE BULOH BRIDGE)
ANALISIS DEFLEKSI JEMBATAN CABLE STAYED MENGGUNAKAN SOFTWARE ALLPLAN BRIDGE (ALUE BULOH BRIDGE)
Jembatan Alue Buloh merupakan jenis jembatan rangka baja jenis warren truss dengan panjang 180 meter yang menghubungkan Desa Latong dan Desa Alue Buloh. Dalam perencanaan ulang ini...
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN BAILEY JALAN PROVINSI RUAS MATUTING – RANGGA-RANGGA
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN BAILEY JALAN PROVINSI RUAS MATUTING – RANGGA-RANGGA
Jembatan merupakan sarana transportasi yang penting bagi kehidupan karena dapat menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya yang dipisah oleh sungai, jurang, laut atau halangan...
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Jembatan Biru menghubungkan Ruas Jalan Bandongan – Salamkanci. Lokasi Jembatan Biru berada pada tikungan tajam sehingga membahayakan pengguna jalan. Apabila terdapat kendaraan berm...
ANALISIS STRUKTUR JEMBATAN GANTUNG SELF-ANCHORED
ANALISIS STRUKTUR JEMBATAN GANTUNG SELF-ANCHORED
Jembatan merupakan struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai, rel kereta api, ataupun jalan raya. Jembatan sering menjadi komponen kritis dari su...
EVALUASI BIAYA PEMELIHARAAN JEMBATAN BAJA WAI BOYAN NEGERI SEITH DENGAN PEDOMAN BINAMARGA
EVALUASI BIAYA PEMELIHARAAN JEMBATAN BAJA WAI BOYAN NEGERI SEITH DENGAN PEDOMAN BINAMARGA
Jembatan baja adalah struktur penting dalam infrastruktur transportasi dan harus
dipelihara dan diperiksa secara teratur untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu
lint...
ANALISIS PERHITUNGAN MODUL JEMBATAN GELAGAR I DAN GELAGAR BOX BAJA SEBAGAI FUNGSI JEMBATAN JALAN RAYA
ANALISIS PERHITUNGAN MODUL JEMBATAN GELAGAR I DAN GELAGAR BOX BAJA SEBAGAI FUNGSI JEMBATAN JALAN RAYA
Jembatan merupakan bagian dari prasarana transportasi yang berfungsi sebagai penghubung jalan yang terputus oleh rintangan (sungai, danau, laut,  lembah,  prasarana transportas...
Modifikasi Perencanaan Jembatan Mahakam 4 Di Kota Samarinda Menggunakan Model Cable Stayed
Modifikasi Perencanaan Jembatan Mahakam 4 Di Kota Samarinda Menggunakan Model Cable Stayed
Jembatan Kembar Mahakam IV adalah jembatan tipe Arch atau pelengkung baja yang berada tepat bersebelahan dengan Jembatan Mahakam I. Jembatan Kembar Mahakam IV dibangun untuk mengu...

