Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PERHITUNGAN MODUL JEMBATAN GELAGAR I DAN GELAGAR BOX BAJA SEBAGAI FUNGSI JEMBATAN JALAN RAYA
View through CrossRef
Jembatan merupakan bagian dari prasarana transportasi yang berfungsi sebagai penghubung jalan yang terputus oleh rintangan (sungai, danau, laut,  lembah,  prasarana transportasi lainnya)  yang melintas tidak sebidang seperti jalan, jalur rel kereta api.  Jika diklasifikasikan secara fungsinya jembatan dapat dibedakan menjadi jembatan jalan raya dan jembatan kereta api. Pada paper ini, akan diperlihatkan apakah penggunaan ukuran bentang jembatan 41.15  meter akan lebih optimum (efektif dan efisien) menggunakan gelagar I dengan tinggi 200 cm atau box girder tinggi 200 cm dan beban-beban yang digunakan pada jembatan jalan raya tersebut yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok beban, yaitu berat sendiri gelagar/girder, beban mati tambahan, dan beban hidup. Beban mati tambahan yang dianalisis yaitu beban pelat beton, aspal, dan diafragma sedangkan untuk beban hidup dengan fungsi jalan raya adalah beban D yang terdiri dari beban terdistribusi (load distribution) dan beban Knife Edge Load (KEL) berdasarkan "Pembebanan Untuk Jembatan SNI 1725-2016.
Dari hasil perhitungan antara modul jembatan gelagar I dan box girder baja ukuran bentang 41.15 m untuk jembatan jalan raya dengan tinggi gelagar 200 cm diperoleh kesimpulan bahwa untuk tinggi gelagar 200 cm pada jembatan jalan raya lebih efektif mengunakan tipe gelagar box  baja berbasis material SNI yang cukup mampu menahan beban lalu-lintas jalan raya sesuai standar.
Pada studi kasus rencana perlintasan di Jl. KH.  Mansyur Pekalongan untuk memperoleh estetika yang memadai, maka modul jembatan gelagar box  akan lebih menjanjikan dari aspek estetika dan arsitektoris dengan konfigurasi bentang yang bervariasi dari 30 m s/d 100 m dengan trase jembatan bisa lurus atau lengkung..
Berdasarkan hasil penelitian tentang analisa perhitungan pembebanan untuk jembatan ukuran bentang 41.15 m yang menggunakan SNI 1725 2016 (standar baru), diketahui terjadi perbedaan beban angin dan beban gempa sebesar  ( 30-40) % terhadap RSNI T-02 2005.
National Research and Innovation Agency
Title: ANALISIS PERHITUNGAN MODUL JEMBATAN GELAGAR I DAN GELAGAR BOX BAJA SEBAGAI FUNGSI JEMBATAN JALAN RAYA
Description:
Jembatan merupakan bagian dari prasarana transportasi yang berfungsi sebagai penghubung jalan yang terputus oleh rintangan (sungai, danau, laut,  lembah,  prasarana transportasi lainnya)  yang melintas tidak sebidang seperti jalan, jalur rel kereta api.
 Jika diklasifikasikan secara fungsinya jembatan dapat dibedakan menjadi jembatan jalan raya dan jembatan kereta api.
Pada paper ini, akan diperlihatkan apakah penggunaan ukuran bentang jembatan 41.
15 Â meter akan lebih optimum (efektif dan efisien) menggunakan gelagar I dengan tinggi 200 cm atau box girder tinggi 200 cm dan beban-beban yang digunakan pada jembatan jalan raya tersebut yang dikelompokkan menjadi tiga kelompok beban, yaitu berat sendiri gelagar/girder, beban mati tambahan, dan beban hidup.
Beban mati tambahan yang dianalisis yaitu beban pelat beton, aspal, dan diafragma sedangkan untuk beban hidup dengan fungsi jalan raya adalah beban D yang terdiri dari beban terdistribusi (load distribution) dan beban Knife Edge Load (KEL) berdasarkan "Pembebanan Untuk Jembatan SNI 1725-2016.
Dari hasil perhitungan antara modul jembatan gelagar I dan box girder baja ukuran bentang 41.
15 m untuk jembatan jalan raya dengan tinggi gelagar 200 cm diperoleh kesimpulan bahwa untuk tinggi gelagar 200 cm pada jembatan jalan raya lebih efektif mengunakan tipe gelagar box  baja berbasis material SNI yang cukup mampu menahan beban lalu-lintas jalan raya sesuai standar.
Pada studi kasus rencana perlintasan di Jl.
KH.
 Mansyur Pekalongan untuk memperoleh estetika yang memadai, maka modul jembatan gelagar box  akan lebih menjanjikan dari aspek estetika dan arsitektoris dengan konfigurasi bentang yang bervariasi dari 30 m s/d 100 m dengan trase jembatan bisa lurus atau lengkung.
Berdasarkan hasil penelitian tentang analisa perhitungan pembebanan untuk jembatan ukuran bentang 41.
15 m yang menggunakan SNI 1725 2016 (standar baru), diketahui terjadi perbedaan beban angin dan beban gempa sebesar  ( 30-40) % terhadap RSNI T-02 2005.
Related Results
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
Jalur hijau kota Pekanbaru didominasi penanaman pohon dengan berbagai macam bentuk tajuk dan juga penanaman perdu dan penutup tanah dengan berbagai macam pola. Evaluasi terhadap ta...
EVALUASI BIAYA PEMELIHARAAN JEMBATAN BAJA WAI BOYAN NEGERI SEITH DENGAN PEDOMAN BINAMARGA
EVALUASI BIAYA PEMELIHARAAN JEMBATAN BAJA WAI BOYAN NEGERI SEITH DENGAN PEDOMAN BINAMARGA
Jembatan baja adalah struktur penting dalam infrastruktur transportasi dan harus
dipelihara dan diperiksa secara teratur untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu
lint...
Analisis Penerapan Jalan Satu Arah di Ruas Jalan Raya Leles-Jalan Lingkar Leles
Analisis Penerapan Jalan Satu Arah di Ruas Jalan Raya Leles-Jalan Lingkar Leles
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kemacetan yang sering terjadi di ruas Jalan Raya Leles pada saat jam-jam sibuk dan mengetahui dampak penerapan jalan satu arah te...
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK 4 SEGMEN KORIDOR JALAN UTAMA KOTA TANGERANG SELATAN (JL. PAHLAWAN SERIBU, JL. KAPTEN SOEBIANTO DJOJOHADIKUSUMO, JL. RAYA RAWABUNTU, DAN JL. BUARAN)
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK 4 SEGMEN KORIDOR JALAN UTAMA KOTA TANGERANG SELATAN (JL. PAHLAWAN SERIBU, JL. KAPTEN SOEBIANTO DJOJOHADIKUSUMO, JL. RAYA RAWABUNTU, DAN JL. BUARAN)
A good road corridor is one that pays attention to functionality, quality, and aesthetics, all optimized to meet road corridor planning standards. The profile of physical condition...
Analisis Struktur Gelagar Jembatan Steel Box Girder Tipe Komposit Baja-Beton
Analisis Struktur Gelagar Jembatan Steel Box Girder Tipe Komposit Baja-Beton
Jembatan fly over jalan alternatif Kadungora-Leles ini merupakan jembatan pertama di Kabupaten Garut yang menggunakan steel box girder sebagai gelagarnya. Oleh karena itu, penulis ...
ANALISIS STRUKTUR JEMBATAN GANTUNG SELF-ANCHORED
ANALISIS STRUKTUR JEMBATAN GANTUNG SELF-ANCHORED
Jembatan merupakan struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai, rel kereta api, ataupun jalan raya. Jembatan sering menjadi komponen kritis dari su...
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
Abstract
The quality of road services includes the performance of road infrastructure components, which include road pavement structures, road geometry, road complementary buil...
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Jembatan Biru menghubungkan Ruas Jalan Bandongan – Salamkanci. Lokasi Jembatan Biru berada pada tikungan tajam sehingga membahayakan pengguna jalan. Apabila terdapat kendaraan berm...

